Update Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: 17 Orang Masih Dirawat di RSUD

Total korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur berjumlah 106 orang orang. 16 Di antaranya meninggal dunia.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 30 April 2026, 16:28 WIB
Para pekerja memeriksa kondisi lokomotif Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dan salah satu gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang mengalami kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa 28 April 2026. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Liputan6.com, Jakarta - Korban luka kecelakaan KRL di Bekasi Timur masih menjalani perawatan di rumah sakit. Khusus di RSUD Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi, hingga pukul 15.00 Wib, masih ada 17 orang yang dirawat

Wadirut RSUD Chasbullah Abdulmadjid (CAM) di Kota Bekasi, dr. Sudirman, mengatakan jumlah tersebut berkurang 5 pasien dari hari kemarin

"Sisanya 17 (pasien)," kata dr. Sudirman kepada awak media di RSUD Kota Bekasi, Kamis (30/4/2026).

Dari 17 pasien tersebut, ada 3 pasien yang akan menjalani tindakan operasi pada hari ini. Mereka yang dioperasi diketahui mengalami luka berat.

"Tentunya kalau perawatan kan dengan kondisi sedang berat ya. Kalau kondisi ringan kan kita boleh pulangkan," ucap dr. Sudirman.

Dia memperkirakan, secara berkala akan ada pasien yang dipulangkan. Namun keputusan itu harus menunggu hasil observasi dokter. Khususnya, bagi pasien yang habis jalani tindakan operasi.

"Kalau yang pasca-operasi biasanya bisa sampai satu minggu, sampai 10 hari gitu kan. Tapi kalau cuma observasi tanpa operasi, biasanya sekitar 5 hari lah. 5 hari sampai 1 minggu," dia menutup.

 

2 Korban Dirujuk ke RS Tipe A

dr. Sudirman menambahkan, ada dua pasien yang akan dirujuk ke rumah sakit tipe A agar penanganan pasien lebih intensif.

"Kemarin (29/4) ada dua pasien dirujuk. Itu perlu pemantauan lebih ketat dan butuh sarana yang lebih canggih lagi," katanya.

Rujukan pasien ke RS tipe A dikarenakan kondisi mereka yang dikhawatirkan mengalami perburukan. Sebab ditemukan ada penyumbatan pembuluh darah.

"Ada compartment syndrome. Jadi ada semacam penyumbatan pembuluh darah. Nah, itu yang kita khawatirkan jadi harus ditangani khusus. Perlu observasi yang lebih ketat dengan peralatan yang lebih lengkap dan dokter ahli yang lebih memadai, gitu. Jadi kita khawatir terjadi perburukan, ya kemarin kita rujuk dua pasien tersebut," ungkap dr. Sudirman.

"Kita mencari yang lebih memadai (penanganannya). Jadi kita kan kemarin banyak, banyak korban, jadi dokter-dokter spesialis juga kan fokusnya terbagi. Jadi kami berkoordinasi dengan PT KAI supaya nanti perawatannya lebih intens, mungkin ini (dirujuk), ke yang tipe A ya, kalau kita kan masih tipe B. Ya jadi tentunya dari sisi sarana prasarana lebih memadai di sana," imbuhnya menandasi.

Sebagai informasi, mereka yang dirujuk bernama Dewi Suryani dan Endang Kuswati. Mereka dirujuk ke RS Primaya dan RS Eka Hospital.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya