Liputan6.com, Jakarta - Sperma tidak normal dapat berujung pada ketidaksuburan. Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Handojo Tjandra, setidaknya ada enam penyebab abnormalitas sperma, yakni:
Gaya Hidup Tidak Sehat
Advertisement
Kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kurang olahraga dapat menurunkan kualitas sperma. Zat berbahaya dalam rokok dapat merusak DNA sperma dan mengganggu produksi Sperma.
Suhu Testis yang Terlalu Panas
Produksi sperma sangat sensitif terhadap suhu. Penggunaan celana terlalu ketat, sering duduk lama, atau paparan panas berlebih dapat mengganggu pembentukan sperma.
Gangguan Hormon
Hormon berperan penting dalam produksi sperma. Ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan jumlah sperma menurun atau kualitas sperma menjadi tidak optimal.
Infeksi pada Sistem Reproduksi
Infeksi dapat mengganggu produksi dan fungsi sperma. Beberapa infeksi bahkan dapat merusak saluran tempat sperma keluar.
Varikokel
Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah di area testis yang dapat memengaruhi kualitas sperma. Kondisi ini sering menjadi penyebab sperma tidak normal pada pria.
Paparan Zat Kimia dan Lingkungan
"Paparan bahan kimia, polusi, dan radiasi dapat merusak kualitas sperma serta mengganggu proses pembentukan sperma," kata Handojo mengutip laman EMC, Kamis (30/4/2026).
Jenis Abnormalitas Sperma
Handojo menjelaskan, sperma tidak normal adalah kondisi ketika kualitas sperma mengalami gangguan, baik dari segi jumlah, bentuk, maupun pergerakan.
Dalam dunia medis, kualitas sperma menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kesuburan pria. Jika sperma tidak normal, maka peluang terjadinya kehamilan dapat menurun.
Masalah pada sperma tidak selalu terlihat secara langsung, sehingga banyak pria tidak menyadari bahwa kualitas Sperma mereka mengalami gangguan. Kondisi sperma tidak normal dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
- Jumlah sperma rendah (oligospermia)
- Tidak ada sperma dalam air mani (azoospermia)
- Pergerakan sperma lemah (astenospermia)
- Bentuk sperma tidak normal (teratospermia).
Dampak Abnormalitas Sperma
Kualitas sperma yang tidak optimal dapat menyebabkan kesulitan dalam program hamil. Sperma yang lemah atau tidak normal akan sulit mencapai sel telur, sehingga proses pembuahan tidak terjadi secara maksimal.
Namun, kondisi sperma tidak normal bukan berarti tidak bisa memiliki keturunan. Dengan penanganan yang tepat, kualitas sperma masih dapat diperbaiki.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan sperma antara lain:
- Menghindari rokok dan alkohol
- Menjaga pola makan sehat
- Rutin berolahraga
- Menghindari panas berlebih pada area testis
- Mengelola stres dengan baik.
"Jika Anda mengalami kesulitan memiliki keturunan atau mencurigai adanya masalah pada Sperma, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan analisis sperma dapat membantu mengetahui kondisi dan kualitas sperma secara lebih akurat," saran dokter yang bertugas di RS EMC Alam Sutera ini.