Bank Mandiri Bakal Buyback Saham Rp 1,17 Triliun

Selain mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk tebar dividen, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan menggelar buyback saham.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 29 April 2026, 20:55 WIB
Bank Mandiri (BMRI) akan melaksanakan pembelian kembali saham (buyback) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Mandiri (BMRI) akan melaksanakan pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp 1,17 triliun setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu, 29 April 2026. 

Buyback tersebut direncanakan berlangsung hingga 12 bulan sejak disetujui, atau paling lambat 29 April 2027. Perseroan menyatakan saham hasil pembelian kembali akan dicatat sebagai saham treasuri, yang selanjutnya dapat dialihkan melalui Program Kepemilikan Saham bagi karyawan, Direksi, serta anggota Dewan Komisaris Non-Independen sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Langkah ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan yang tetap solid di tengah dinamika pasar. Dengan buyback, Bank Mandiri juga berupaya meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus memperkuat keterikatan internal melalui skema kepemilikan saham.

Agenda RUPST juga menetapkan pembagian dividen sebesar Rp 44,47 triliun atau sekitar 79 persen dari laba bersih Tahun Buku 2025. Pembagian dividen itu berasal dari laba bersih konsolidasi 2025 yang mencapai Rp 56,3 triliun, mencerminkan performa yang tetap kuat.

Kinerja ini didukung oleh pertumbuhan kredit sebesar 13,4 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp 1.895 triliun serta peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 23,9 persen YoY menjadi Rp 2.106 triliun.

Dari total dividen tersebut, sebesar Rp 9,3 triliun telah lebih dahulu dibayarkan sebagai dividen interim pada 14 Januari 2026. Sisanya akan disalurkan kepada pemegang saham setelah pelaksanaan RUPST.

“Hal ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam menghadirkan nilai optimal bagi negara dan seluruh pemegang saham, tanpa mengurangi kapasitas Bank Mandiri untuk terus tumbuh sebagai institusi keuangan nasional berdaya saing global,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Riduan dalam keterangan resminya, Rabu (29/4/2026).

Adapun total dividen per saham (DPS) untuk tahun buku 2025 tercatat Rp 476,95, meningkat dibandingkan DPS tahun buku 2024 yang sebesar Rp 466,18 per lembar saham.

 

 

RUPST Bank Mandiri Setujui Pembagian Dividen Jumbo Rp 44,47 Triliun

Gedung Bank Mandiri. (Foto: Istimewa)

Sebelumnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menetapkan pembagian dividen sebesar Rp 44,47 triliun atau sekitar 79 persen dari laba bersih Tahun Buku 2025, menjadi yang terbesar sepanjang sejarah perseroan. Keputusan tersebut dihasilkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu, 29 April 2026. Selain itu, rapat ini juga menyetujui program pembelian kembali saham (buyback), perubahan susunan manajemen, serta sejumlah agenda lainnya.

Pembagian dividen itu berasal dari laba bersih konsolidasi 2025 yang mencapai Rp 56,3 triliun, mencerminkan performa yang tetap kuat. Kinerja ini didukung oleh pertumbuhan kredit sebesar 13,4 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp 1.895 triliun serta peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 23,9 persen YoY menjadi Rp 2.106 triliun.

Dari total dividen tersebut, sebesar Rp 9,3 triliun telah lebih dahulu dibayarkan sebagai dividen interim pada 14 Januari 2026. Sisanya akan disalurkan kepada pemegang saham setelah pelaksanaan RUPST. Total dividen per saham (DPS) untuk tahun buku 2025 tercatat Rp 476,95, meningkat dibandingkan DPS tahun buku 2024 yang sebesar Rp 466,18 per lembar saham.

 

Arah Pertumbuhan

“Hal ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam menghadirkan nilai optimal bagi negara dan seluruh pemegang saham, tanpa mengurangi kapasitas Bank Mandiri untuk terus tumbuh sebagai institusi keuangan nasional berdaya saing global,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Riduan dalam keterangan resminya, Rabu (29/4).

Berdasarkan harga penutupan saham pada hari pelaksanaan RUPST sebesar Rp 4.430 per saham, tingkat imbal hasil dividen (dividend yield) tercatat 10,77 persen, termasuk yang tertinggi di sektor perbankan domestik.

"Keputusan pemegang saham hari ini mencerminkan kepercayaan atas fundamental yang kami jaga dan arah pertumbuhan yang kami bangun. Dividen ini sekaligus menjadi wujud tekad kami untuk Melayani Sepenuh Hati, sebagai mitra negara dan bagian dari ekosistem Danantara yang memperkuat kontribusi BUMN bagi masyarakat," lanjut Riduan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya