KAI Uji Coba KRL Bekasi–Cikarang, Layanan Pulih Bertahap Usai Insiden

KAI lakukan uji coba KRL Bekasi–Cikarang pasca insiden. Layanan dipulihkan bertahap dengan fokus keselamatan penumpang.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 29 April 2026, 18:30 WIB
Suasana gerbong KRL saat berhenti di Stasiun Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. (Yopi Makdori/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan uji coba operasional KRL lintas Bekasi–Cikarang telah berjalan lancar. Langkah ini menjadi bagian dari proses pemulihan layanan yang dilakukan secara bertahap untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional bagi penumpang.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan uji coba dilakukan setelah proses evakuasi sarana dan prasarana selesai secara bertahap.

"Setelah proses evakuasi sarana dan prasarana dilakukan secara bertahap, uji coba operasional pertama telah berhasil dilaksanakan dengan aman," kata Anne dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan, pada Rabu pukul 11.55 WIB, rangkaian kereta uji coba CL-125.4008 telah melintas di Stasiun Bekasi Timur sebagai bagian dari pengujian kesiapan lintas.

“Uji coba ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan prasarana, persinyalan, serta aspek keselamatan sebelum layanan kembali berjalan. Seluruh proses dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan,” ujarnya.

KAI menegaskan bahwa pemulihan operasional akan dilakukan secara bertahap, mengikuti hasil evaluasi dan pengujian di lapangan.

 

Penanganan Korban Jadi Prioritas Utama

Anggota Komisi V DPR RI Suryadi Jaya Purnama mengatakan bahwa pengurangan unit kereta beroperasi tersebut akan menggerus kapasitas angkut harian KRL sebanyak 1,2 juta penumpang dan 1.081 perjalanan per hari. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Di tengah proses pemulihan, KAI menempatkan penanganan korban sebagai prioritas utama. Hingga saat ini tercatat sebanyak 107 korban, terdiri dari 16 meninggal dunia dan 91 luka-luka.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan,” ujar Anne.

KAI juga memastikan barang milik korban yang ditemukan di lokasi akan didata dan dikembalikan kepada keluarga secara bertahap melalui mekanisme yang terkoordinasi.

Untuk mendukung kebutuhan informasi, KAI menyiagakan posko di dua lokasi, yakni di Stasiun Bekasi Timur untuk keluarga korban, serta di Stasiun Gambir guna melayani pelanggan kereta jarak jauh yang terdampak, termasuk pengembalian tiket.

KAI menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi seiring perkembangan di lapangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya