Pendiri Galaxy Prediksi Harga Bitcoin Sulit Kembali Sentuh Rp 1,7 Miliar

Pendiri Galaxy Michael Novogratz melihat perang di Iran mempengaruhi harga bitcoin (BTC).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 29 April 2026, 12:00 WIB
Pendiri Galaxy Michael Novogratz mengungkapkan prediksi mengenai harga bitcoin ke depan. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Galaxy Digital Inc, Michael Novogratz memprediksi harga bitcoin (BTC) kembali di atas USD 100.000 atau Rp 1,73 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.330) akan sulit di situasi makroekonomi saat ini.

Ia menuturkan, harga bitcoin agar kembali level USD 100.000 yang terakhir terlihat pada awal November 2025 membutuhkan sejumlah hal. Sebagian besar itu berupa kelonggaran kebijakan bank sentral.

“Mengingat perang di Iran, kita akan melihat inflasi yang cukup buruk. Jadi saya rasa the Federal Reserve (the Fed) tidak akan melakukan apapun selain duduk dan mengamati,” ujar dia dikutip dari Yahoo Finance.

Berdasarkan data coinmarketcap.com, harga bitcoin naik 0,31% dalam 24 jam terakhir pada Rabu, 29 April 2026. Harga bitcoin turun 0,57% selama sepekan terakhir. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 77.007 atau Rp 1,33 miliar.

Bitcoin menyumbang sekitar 60% dari nilai pasar sektor ini yang mencapai rekor USD 126.000 pada awal Oktober, tepat sebelum harga aset digital anjlok.

Adapun komentar miliarder Novogratz ini muncul setelah perseroan mencatat kerugian kaurtal pertama yang lebih kecil dari perkiraan. Galaxy Inc menyebutkan pergeseran ke arah pusat data dalam bauran bisnis karena pendapatan biaya berulang dan pendapatan transaksi terus meningkat. Pendapatan tinggi dari perkiraan analis.

Perseroan mencatat kerugian besar USD 216 juta atau Rp 3,74 triliun atau 49 sen per saham. Hal ini terutama didorong depresiasi harga aset digital pada kuartal tersebut.

Di sisi lain, pendapatan turun 22% menjadi USD 10 miliar dibandingkan perkiraan konsensus USD 8,8 miliar dari analis yang disurvei oleh Bloomberg.

 

Galaxy Bergulat dengan Penurunan Aset Digital

Ilustrasi bitcoin (Foto: Kanchanara/Unsplash)

Galaxy sedang bergulat dengan penurunan pasar aset digital sambil memasuki bisnis pusat data untuk kecerdasan buatan. Volume perdagangan tetap stagnan dengan rata-rata portofolio pinjaman sebesar USD 1,4 miliar, turun 20% pada kuartal pertama 2026.

Galaxy adalah salah satu perusahaan kripto yang paling beragam dengan bisnis yang mencakup perdagangan, pinjaman, pembuatan pasar, investasi ventura hingga penambangan kripto. Perusahaan ini telah mulai mengubah fasilitas penambangannya menjadi infrastruktur yang menyediakan layanan komputasi berkinerja tinggi untuk AI. Sejumlah penambang kripto publik seperti TeraWulf dan Cipher Digital telah beralih ke pusat data HPC dan mengalami kenaikan harga saham yang pesat selama setahun terakhir di tengah booming AI.

"Neraca keuangan mengalami kerugian karena harga kripto turun, tetapi kami jauh melampaui apa yang akan kami lakukan jika kami tidak memangkas beberapa posisi dan juga mengalihkan banyak eksposur level dua kami ke Hyperliquid, yang merupakan salah satu token yang telah saya bicarakan,” ujar Novogratz.

 

 

Mendukung Hyperliquid

Aset kripto Bitcoin, Altcoin, hingga Meme Coin. (Ilustrasi By AI)

Hyperliquid, sebuah blockchain yang dibangun untuk kontrak berjangka abadi, kontrak leverage tanpa tanggal kedaluwarsa yang telah menjadi instrumen kripto yang paling aktif diperdagangkan, sedang booming karena telah memungkinkan perdagangan kontrak berjangka abadi yang terkait dengan aset dunia nyata seperti minyak, perak, dan indeks S&P 500.

"Kami mendukungnya terutama karena memiliki model ekonomi, tidak seperti banyak token lain yang lebih merupakan token asosiasi,” ujar Novogratz.

"Hyperliquid adalah cara yang baik untuk melihat seperti apa masa depan kripto nantinya,” tutur dia.

Perusahaan itu mengklaim telah membuat kemajuan dalam membangun operasional dan tetap sesuai jadwal untuk mencapai kapasitas targetnya. Galaxy telah mendapatkan klien untuk layanan HPC-nya termasuk CoreWeave.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya