Liputan6.com, Jakarta - Saham Nvidia kembali mencetak rekor baru pada Senin, 27 April 2026. Kenaikan harga saham Nvidia terjadi di tengah kebangkitan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjelang laporan laba dari beberapa perusahaan terbesar di Amerika Serikat.
Berdasarkan data google finance, Selasa, (28/4/2026),saham Nvidia naik 4% menjadi USD 216,61 pada Senin, 27 April 2026. Kenaikan harga saham Nvidia itu membawa kapitalisasi pasar Nvidia sentuh USD 5,26 triliun atau Rp 90.713 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.250).
Advertisement
Saham Nvidia melonjak 4% setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pertama sejak Oktober 2025.
Adapun pekan ini, sejumlah perusahaan teknologi besar akan merilis laporan laba antara lain Amazon, Meta, Microsoft, dan induk perusahaan Google, Alphabet. Laporan kinerja keuangan perusahaan teknologi ini dapat menambah bahan bakar bagi pergerakan saham Nvidia atau menghentikan momentumnya.
Analis Wedbush Dan Ives menilai prospek saham Nvidia cerah. Hal ini akan didukung laporan kinerja keuangan dari perusahaan teknologi besar karena investor fokus pada tren monetisasi AI, tingkat belanja modal dan keseluruhan bisnis dari perusahaan raksasa teknologi Magnificent 7.
Mengutip Investing.com, analis menilai meningkatnya komitmen belanja AI dari perusahaan-perusahaan besar Magnificent 7 dapat memperkuat asalan untuk investasi di Nvidia.
Analis JPMorgan yang mencantumkan Nvidia di antara pilihan AI dan cloud teratas mereka dalan catatan kepada klien pada Senin, 27 April 2026. Analis JPMorgan menilai, perkiraan permintaan AI akan mendorong pertumbuhan jangka panjang selama beberapa tahun untuk bisnis GPU pusat data Nvidia yang dapat mendorong kenaikan lebih lanjut saham produsen chip tersebut.
Analis wall street optimistis terhadap Nvidia. Berdasarkan data VisibleAlpha menyebutkan, 12 dari 13 analis merekomendasikan beli saham Nvidia.
Seiring kenaikan harga saham, saham Nvidia naik 16% pada 2026.
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 86.265 Triliun
Sebelumnya, harga saham Nvidia ditutup pada rekor tertinggi pada Jumat, 24 April 2026 untuk pertama kali sejak Oktober 2025. Kenaikan harga saham Nvidia mendorong kapitalisasi pasar perseroan melewati USD 5 triliun atau Rp 86.265 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.250). Harga saham Nvidia yang melonjak itu seiring investor berbondong-bondong masuk ke perdagangan chip artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menjelang rilis laba perseroan dari perusahaan raksasa teknologi.
Mengutip CNBC, harga saham Nvidia naik 4,3% dan ditutup di USD 208,27. Harga saham Nvidia telah menguat lebih dari 14 kali lipat sejak akhir 2022, didorong meningkatnya permintaan untuk layanan dan model kecerdasan buatan. Unit pemrosesan grafis Nvidia diandalkan oleh Google, Microsoft, Meta dan Amazon serta pengembang model OpenAI dan Anthropic.
Selain itu, reli harga saham Nvidia pada Jumat pekan ini dipicu oleh laba lebih baik dari perkiraan pada Kamis malam dari produsen chip Intel, yang sebagian besar telah tersisih dari pasar AI hingga baru-baru ini. Saham Intel melonjak 24%, kinerja terbaik sejak 1987.
Saham Teknologi
Di sisi lain, Advanced Micro Devices, yang bersaing dengan Nvidia dan Intel melonjak 14%, sementara produsen chip perangkat seluler Qualcomm naik 11%.
Investor telah mengurangi kepemilikan saham teknologi kapitalisasi besar karena harga minyak meroket akibat perang Iran dan gangguan rantai pasokan yang mengikutinya.
Namun, sebagian besar sektor teknologi kembali diminati akhir-akhir ini dengan permintaan investor kembali diminati akhir-akhir ini dengan permintaan infrastruktur AI yang tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.
Nasdaq kini naik 15% pada April, menuju bulan terbaiknya sejak April 2020. Nvidia menghadapi persaingan yang semakin ketat di bidang AI. Alphabet, pelanggan utama Nvidia mengumumkan chip baru yang akan mencoba menyaingi penawaran Nvidia ketika tersedia untuk pelanggan cloud akhir tahun ini.