Liputan6.com, Jakarta - PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) akan menggelar penawaran umum terbatas dengan mekanisma penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (28/4/2026), PT Pyridam Farma Tbk akan menambah modal dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD II) kepada pemegang saham dengan menawarkan maksimal 5,70 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah itu maksimal 33,65% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah PMHMETD II.
Advertisement
Selain itu, perseroan juga menerbitkan maksimal 3.754.498.215 saham waran seri II atau maksimal 33,41% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh.
Adapun bagi pemegang saham yang tidak membeli saham dalam PMHMETD II ini akan mengalami dilusi kepemilikan saham sebesar 33,65%. Dilusi maksimal 45,69% setelah HMETD dan waran seri II dilaksanakan. Bagi pemegang saham perseroan yang namanya dengan sah tercatat dalam daftar pemegang saham pada 9 Juli 2026 berhak mendapatkan HMETD.
Perseroan akan memakai dana hasil rights issue antara lain untuk memperkuat modal dan akuisisi dalam mendukung pengembangan usaha perseroan. Sementara itu, dana hasil pelaksanaan waran seri II akan dipakai perseroan untuk modal kerja dan biaya operasional perseroan tetapi tidak terbatas pada biaya bahan baku, biaya pemasaran, biaya pengembangan produk dan biaya lain yang diperlukan.
Jadwal Sementara Rights Issue dan Waran:
Tanggal RUPSLB pada 22 April 2026
Tanggal efektif pada 29 Juni 2026
Tanggal cum HMETD:
Pasar regular dan negosiasi pada 7 Juli 2026
Pasar tunai pada 9 Juli 2026
Tanggal Ex HMETD
Pasar regular dan negosiasi pada 8 Juli 2026
Pasar tunai pada 10 Juli 2026
Tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atas HMETD pada 9 Juli 2026
Tanggal distribusi HMETD pada 10 Juli 2026
Tanggal pencatatan HMETD dan waran seri II di BEI pada 13 Juli 2026
Periode perdagangan HMETD pada 13-20 Juli 2026
Periode pelaksanaan HMETD pada 13-20 Juli 2026
Periode distribusi saham berasal dari HMETD pada 15-22 Juli 2026
Tanggal terakhir pembayaran untuk pemesanan saham tambahan pada 22 Juli 2026
Tanggal penjatahan pemesanan saham tambahan pada 23 Juli 2026
Tanggal pengembalian uang pemesanan saham tambahan pada 24 Juli 2026
Pembayaran penuh oleh pembeli siaga pada 24 Juli 2026
Periode perdagangan waran seri II
Pasar regular dan negosiasi pada 10 Juli 2026-7 Juli 2031
Pasar tunai pada 10 Juli 2026-9 Juli 2031
Periode pelaksanaan waran seri II pada 10 Januari 2027-10 Juli 2031
Akhir masa berlaku waran seri II pada 10 Juli 2031
Kinerja 2025
Sebelumnya, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mencatatkan penjualan bersih mencapai Rp2,76 triliun sepanjang 2025. Angka ini meningkat 43,7% secara tahunan dari Rp1,92 triliun pada 2024.
Mengutip laporan keuangan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (5/4/2026), perseroan memastikan perbaikan pada level operasional dengan EBITDA sebesar Rp203,7 miliar dan laba bruto sebesar Rp583 miliar.
Pertumbuhan penjualan bersih PYFA tahun 2025 ditopang oleh ekspansi kuat pada lini Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO), yang semakin menjadi salah satu pilar strategis Perseroan. Permintaan yang terus meningkat, baik dari perusahaan farmasi domestik maupun global, memperkuat posisi PYFA sebagai mitra manufaktur yang terpercaya dan terintegrasi di tengah tren jasa maklon di industri farmasi.
Dalam kurun 5 tahun terakhir, PYFA secara konsisten melakukan ekspansi kapasitas produksi dan memperkuat infrastruktur manufaktur. Peningkatan kapasitas ini menjadi krusial untuk menangkap peluang dari pasar CDMO yang terus berkembang, seiring meningkatnya kebutuhan efisiensi dan spesialisasi di industri farmasi global.
Beberapa produk inovatif yang menjadi penopang pertumbuhan diantaranya Cytoflavin, Reamberin, Syalox, serta lini steril injeksi.
"Memasuki fase berikutnya, fokus utama Perseroan bergeser pada optimalisasi profitabilitas. Kami akan menerapkan langkah-langkah efisiensi operasional yang jauh lebih ketat dan terukur di seluruh lini bisnis, memastikan perusahaan beroperasi secara lebih lean dan disiplin demi menopang pertumbuhan jangka panjang yang sehat," ungkap Direktur PYFA Sinta Ningsih.
Di tengah pertumbuhan tersebut, Perseroan masih mencatatkan rugi bersih, yang dipengaruhi oleh tingginya beban operasional dan investasi strategis yang sedang berlangsung. Perseroan mengungkapkan bahwa fase ini merupakan bagian dari upaya membangun kapabilitas jangka panjang dan memperluas posisi PYFA dalam ekosistem kesehatan yang lebih luas.
Investasi Strategis
Salah satu investasi strategis yang dilakukan Perseroan di 2025 yakni konsolidasi fasilitas Probiotec di Kemps Creek, New South Wales, Australia dan pembangunan fasilitas Line 3 di Cikarang yang telah rampung pada akhir tahun.
Adapun fasilitas di Kemps Creek telah beroperasi penuh pada akhir tahun 2025, sementara fasilitas Line 3 di Cikarang yang memiliki kapasitas produksi dua kali lipat lebih besar dibandingkan Line 2 siap melakukan kegiatan komersil di 2026 ini.
Adapun beberapa strategi pertumbuhan Perseroan di tahun 2026 akan difokuskan pada tiga pilar utama yakni ekspansi fasilitas produksi steril di Cikarang (Line 4 dan 5), penguatan layanan CDMO, serta fokus pada portofolio produk terapeutik bernilai tinggi dan berlisensi. Langkah ini turut didukung oleh aksi korporasi selektif yang menjadikan PYFA sebagai perusahaan dengan ekosistem kesehatan yang lengkap dari hulu ke hilir.
Dengan kombinasi kapabilitas manufaktur, akses kepada kemitraan global, serta strategi ekspansi yang terukur, Perseroan melihat peluang untuk mengambil peran yang lebih signifikan dalam rantai nilai industri kesehatan, baik di pasar domestik maupun internasional.