Semen Padang di Ujung Tanduk: 19 Kekalahan, Zona Degradasi Kian Nyata bagi Kabau Sirah

Semen Padang terancam degradasi usai kalah 0-3 dari Borneo FC. Kabau Sirah sudah menelan 19 kekalahan dan terpuruk di papan bawah klasemen.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 26 April 2026, 19:39 WIB
Bruno Gomes usai mencetak gol penyama kegawang Persik Kediri. Gol itu menyelamatkan Semen Padang dari kekalahan dalam lanjutan BRI liga 1 pekan ke-33 di Stadion H.Agus Salim, Kota Padang, Minggu (18/05/2025). (Nandang Permana/Bola.com)

Liputan6.com, Jakarta - Semen Padang kian terjerembap dalam tekanan berat di BRI Super League 2025/2026. Ancaman degradasi kini menjadi kenyataan yang sulit dihindari oleh Kabau Sirah.

Kekalahan telak 0-3 dari Borneo FC pada pekan ke-29 semakin memperburuk posisi mereka. Laga yang digelar di Stadion Segiri Samarinda itu memperlihatkan kesenjangan performa yang cukup jelas.

Hasil tersebut menambah panjang daftar kekalahan Semen Padang musim ini. Dari 29 pertandingan, mereka sudah menelan 19 kekalahan, angka yang mencerminkan inkonsistensi serius.

Tidak hanya itu, kekalahan dari Borneo FC menjadi yang keempat secara beruntun. Tren negatif ini memperlihatkan bahwa tim belum mampu keluar dari tekanan kompetisi.

Kini, Semen Padang tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin. Dengan lima laga tersisa, peluang untuk bertahan di kasta tertinggi semakin menipis.


Tren Negatif dan Evaluasi Menyeluruh

Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury (kanan). (dok. Semen Padang)

Upaya Semen Padang untuk mencuri poin di Samarinda berakhir tanpa hasil. Mereka kesulitan mengimbangi intensitas permainan Borneo FC sejak awal laga.

Meski begitu, pelatih Imran Nahumarury tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya. Ia menilai para pemain sudah menunjukkan kerja keras di tengah tekanan berat.

"Meski mungkin ada beberapa peluang yang gagal dikonversi jadi gol, namun saya tetap apresiasi perjuangan mereka," ucap Imran.

"Anak-anak sudah bermain ekstra. Namun memang lawan bukan sembarangan yakni Borneo FC. Dan itu sudah dibuktikan anak-anak di lapangan untuk berjuang keras,” dia menegaskan.


Lima Laga Penentuan dan Pekerjaan Rumah Besar

Semen Padang menelan kekalahan 0-2 dari Persijap Jepara pada laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin (20/4/2026) sore WIB. (dok. Semen Padang)

Dengan lima pertandingan tersisa, Semen Padang menghadapi fase paling krusial musim ini. Setiap laga menjadi penentu apakah mereka mampu keluar dari zona degradasi.

Imran Nahumarury mengakui masih banyak aspek yang harus dibenahi oleh timnya. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lini serang hingga pertahanan.

“Banyak hal yang wajib kita perbaiki. Penyerangan, penyelesaian akhir, pertahanan juga transisi. Termasuk juga antisipasi set piece karena dua gol yang tercipta berawal dari set piece."

"Ini pekerjaan rumah. Namun yang pasti, apapun kondisinya, kita akan berjuang sampai akhir,” pungkasnya.

Sumber: I.League

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya