Liputan6.com, Jakarta - Brimob Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim) menggagalkan rencana tawuran dengan mengamankan sejumlah pemuda dan sejumlah barang bukti yakni celurit sepanjang dua meter, ponsel, dan satu unit sepeda motor.
"Kami ingin memastikan masyarakat bisa beristirahat dengan tenang dan aktivitas pagi berjalan aman tanpa gangguan tawuran maupun kejahatan jalanan," ujar Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (26/4/2026) melansir Antara.
Advertisement
Ia mengatakan, patroli dilakukan oleh petugas gabungan dari Brimob Polda Metro Jaya dan juga Polres Metro Jakarta Timur. Menurut Henik, kegiatan diawali dengan apel gabungan lalu patroli menyasar titik rawan di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Timur.
Dia menjabarkan, petugas menyisir kawasan Duren Sawit, Buaran hingga Cakung setelah menerima informasi dari masyarakat terkait pergerakan kelompok remaja mencurigakan.
"Patroli preventif terus digencarkan, khususnya pada jam rawan dini hari," terang Henik.
Henik menambahkan, sejumlah pemuda berikut barang bukti celurit sepanjang dua meter, ponsel, dan satu unit sepeda motor juga diamankan.
"Polda Metro Jaya mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak pada malam hingga dini hari serta segera melapor ke kantor polisi terdekat jika menemukan indikasi tawuran atau gangguan kamtibmas," jelas Henik.
Dini Hari Mencekam di Tapos, 20 Remaja Pelaku Tawuran Diringkus
Sebelumnya, Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok bersama Polda Metro Jaya berhasil mengamankan puluhan remaja terlibat tawuran. Aksi tawuran antar kelompok remaja terjadi di wilayah perbatasan Tapos Depok dengan Pasar Cikema Cibinong, Kabupaten Bogor.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi membenarkan adanya aksi tawuran antar kelompok remaja di wilayah Tapos, Depok. Aksi tawuran terjadi pada Sabtu dini hari 25 April 2026 dan berhasil dibubarkan Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok dan Polda Metro Jaya.
"Dari hasil penanganan didapati 20 remaja yang diamankan Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok," ujar Made saat dihubungi Liputan6.com.
Made menjelaskan, Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok dan Polda Metro Jaya melaksanakan patroli malam, menjaga tindakan kriminalitas malam hari. Sesampainya di Jalan Raya Bogor, Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok mendeteksi akan adanya tawuran.
"Tidak ingin membuang waktu, Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok langsung mendatangi lokasi tawuran," kata Made.
Sesampainya di lokasi, aksi tawuran antar kelompok remaja telah terjadi, anggota Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok langsung menghentikan aksi tawuran. Melihat kedatangan polisi, remaja yang terlibat tawuran langsung melarikan diri.
"Anggota polisi yang melihat tawuran menggunakan senjata tajam, langsung mengejar kelompok remaja yang melarikan diri," ucap Made.
Celurit sampai Pedang Diamankan
Anggota Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok langsung melakukan pengejaran, terhadap sejumlah remaja yang berlari menghindari polisi. Sejumlah remaja berhasil diamankan Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok.
"Anggota kami berhasil menangkap remaja yang mencoba kabur," terang Made.
Pada lokasi tawuran, Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok menemukan sejumlah senjata tajam. Adapun senjata tajam yang diamankan mulai dari anak panah dan busur panah, celurit, pedang, dan sejumlah senjata tajam lainnya.
"Ada 20 remaja yang kami amankan dan berasal dari wilayah Cilodong, Cisalak Pasar, Banjaran pucung, dan Cilangkap," ungkap Made.
Adapun 20 remaja yang tertangkap telah dibawa ke Polres Metro Depok untuk menjalani pemeriksaan. Dari 20 remaja yang diamankan, terdapat satu remaja yang dilakukan penahanan.
"Satu orang kami amankan karena terbukti membawa senjata tajam," kata Made.
Made menuturkan, untuk belasan remaja lainnya dilakukan pembinaan dan pemenaggilan orang tua. Polres Metro Depok meminta kepada orang tua untuk memperhatikan anaknya saat malam hari, guna mencegah anak terlibat tawuran.
"Kami meminta orang tua untuk lebih memperhatikan anaknya, jangan sampai anaknya terlibat tawuran dan melukai orang lain," pungkas Made.