Peringati Hari Bumi, Masyarakat Jakarta Diimbau Padamkan Lampu Selama 1 jam

Memperingati Hari Bumi, warga Jakarta diajak ikut berpartisipasi untuk memadamkan lampu. Selain itu, ada pemadaman lampu di jalan protokol dan arteri.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 25 April 2026, 20:06 WIB
Masyarakat di Jakarta diimbau ikut berpartisipasi dengan memadamkan lampu selama 60 menit pada Sabtu, (25/4/2026) pukul 20.30-21.30 WIB. Hal ini dilakukan untuk memperingati Hari Bumi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajak masyarakat ikut berpartisipasi dengan memadamkan lampu selama 60 menit pada Sabtu, (25/4/2026) pukul 20.30-21.30 WIB. Hal ini dilakukan untuk memperingati Hari Bumi.

“Aksi sederhana ini telah terbukti memberikan dampak nyata, mulai dari penghematan energi hingga penurunan emisi. Partisipasi dari rumah menjadi langkah kecil yang bisa dilakukan bersama untuk menjaga lingkungan,” seperti dikutip dari instagram @dinaslhdki.

Di akun instagram itu juga disebutkan dampak dari aksi pemadaman lampu dalam memperingati Hari Bumi pada tahun lalu berdampak terhadap energi yang dihemat 439,76 MWh dan 365,53 ton Co2 berkurang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi mengatakan, tujuan pemadaman lampu tersebut adalah terjadinya penghematan energi sekaligus penurunan emisi karbon sebagai upaya penurunan suhu panas bumi dan gas rumah kaca.

Masyarakat Jakarta juga diimbau untuk ikut berpartisipasi dengan cara mematikan lampu di rumahnya masing-masing sebagai bentuk penghematan energi dan pengurangan emisi karbon.

“Kami menghimbau semua pengelola gedung dan masyarakat ikut berpartisipasi memadamkan lampu ditempat masing-masing,” ujar dia, seperti dikutip dari Kanal News Liputan6.ccom.

Dudi menuturkan, aksi pemadaman lampu ini merupakan inisiasi dari instansi atau pengelola gedung di wilayah ibu kota yang bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta. Sehingga, kata Dudi, pemadaman hanya berupa lampu di sejumlah titik lokasi, bukan pemadaman listrik secara keseluruhan dari PLN.

“Selama 1 jam pemadaman lampu tersebut nanti bisa dilihat seberapa besar penghematan konsumsi listrik, penghematan ekonomi biaya produksi listrik dan seberapa besar jumlah gas CO2 yang dilepas ke atmosfer selama pemadaman lampu,” ujar Dudi.

Pemadaman lampu akan menyasar berbagai titik di Jakarta mulai dari gedung pemerintahan hingga kawasan komersial. Seluruh bangunan hingga gedung kantor Pemprov DKI Jakarta, kecuali rumah sakit, puskesmas, klinik akan dipadamkan lampunya pada aksi ini.

Jalan Protokol dan Arteri

Pemadaman lampu juga akan berlangsung di sejumlah jalan protokol dan arteri di lima wilayah kota. Rinciannya, di Jakarta Pusat, pemadaman mencakup Jalan Sudirman (Dukuh Atas-Gedung Sampoerna Strategic), Jalan MH Thamrin, kawasan Medan Merdeka hingga Jalan Gerbang Pemuda-Jalan Asia Afrika, termasuk area sekitar Balai Kota.

Selain itu,di Jakarta Utara, titik pemadaman lampu meliputi Jalan Yos Sudarso, kompleks Kantor Wali Kota, dan Jalan Perintis Kemerdekaan.

Kemudian di Jakarta Timur, pemadaman lampu dilakukan di Jalan Dr Sumarno, Jalan Perintis Kemerdekaan, serta kompleks Kantor Wali Kota.

Lalu, untuk Jakarta Barat, mencakup Jalan Daan Mogot, Jalan Kembangan Raya, dan area perkantoran wali kota.

Adapun Jakarta Selatan meliputi Jalan Prapanca Raya, Jalan Sudirman (Patung Pemuda–Gedung Sampoerna Strategic), Jalan Rasuna Said, hingga kawasan perkantoran wali kota.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya