Liputan6.com, Kupang - Seorang pastor paroki St. Petrus Kloangpopot, Kabupaten Sikka, NTT, Romo FPA, dianiaya tiga pemuda pada Rabu 22 April 2026. Dia dianiaya usai memimpin perayaan misa pemakaman di wilayah itu.
Penyerangan itu dilakukan secara mendadak ketika Romo FPA mengendarai sepeda motor pulang dari lokasi ibadah pemakaman. Akibatnya, pastor FPA mengalami memar di bagian tengkuk.
Advertisement
Sekretaris Uskup Maumere, Rd. Doni Migo menjelaskan dua pelaku menyerang dari arah depan, dan seorang pelaku dari belakang.
“Romo tidak tahu dipukul pakai apa, dia merasakan sangat sakit, sehingga kemarin atas permintaan polisi, kami bawa divisum di RSUD Maumere. Hasil pemeriksaan ditemukan memar di tengkuk,” katanya, Sabtu 25 April 2026.
Menurutnya, kondisi Romo FPA saat ini tampak sehat dan masih istirahat di istana keuskupan Maumere. Namun, dia mengalami tekanan psikologis pasca penganiayaan tersebut.
Dia mengatakan, sebelum perayaan misa digelar, didahului dengan katakese bersama umat yang hadir. Saat kegiatan sedang berjalan, beberapa umat berulah dan terkesan kurang menghargai perayaan.
Kejadiannya berulang lagi ketika pastor memimpin upacara pemakaman jenazah yang dilaksanakan di halaman rumah.
“Kesannya romo tidak dihargai, sehingga dia pulang ke paroki mengendarai sepeda motor. Dia sudah buka stola, tapi masih pakai jubah. Ketika di jalan itulah muncul dua orang menyerang dari depan dan seorang dari arah belakang memukul romo,” ungkapnya.
Kasus penganiayaan ini sudah dilaporkan tim kuasa hukum Keuskupan Maumere ke Polres Sikka.
Respons Polisi
Kepala Seksi Humas Polres Sikka, IPDA Leonardus Tunga, mengaku penyidik tengah melakukan penyelidikan kasus penganiayaan terhadap rohaniawan katolik itu.
"Benar telah terjadi dugaan penganiayaan terhadap Pastor berinisial FPA dan sudah dilaporkan ke SPKT," ujar Leonardus.
Saat ini proses penyelidikan tegah dilakukan tim penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sikka untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa ini.
"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan terhadap korban, saksi-saksi, serta terlapor untuk mengungkap peristiwa pidana yang terjadi, termasuk untuk memastikan pelaku dan motif di balik kejadian ini," tandasnya.
Dia berjanji akan memberikan informasi lengkap setelah tim penyidik menyelesaikan seluruh tahapan penyelidikan.
"Satu pelapor berinisial YA sedang diperiksa," tutupnya.