Liputan6.com, Jakarta - Hyundai mulai membuka lembaran baru di pasar China, dengan memperkenalkan Ioniq V, mobil listrik anyar yang dikembangkan khusus untuk konsumen Negeri Tirai Bambu. Model ini lahir dari kerja sama Hyundai dengan Beijing Automotive Group Co. (BAIC), yang menjadi bagian dari strategi baru pabrikan asal Korea Selatan tersebut untuk kembali bersaing di pasar kendaraan listrik terbesar di dunia.
Hyundai Ioniq V sendiri tampil perdana di ajang Auto China 2026 di Beijing. Model bertenaga baterai ini memiliki dimensi panjang 4.900 mm, lebar 1.890 mm, dan wheelbase 2.900 mm.
Advertisement
Hyundai menyebut model ini mampu menempuh jarak lebih dari 600 kilometer dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar CLTC, yang menjadi salah satu nilai jual utama untuk menarik minat konsumen lokal.
Masuk ke kabin, Hyundai membekali Ioniq V dengan layar panorama ultra-tipis 27 inci beresolusi 4K yang memadukan sistem hiburan dan informasi kendaraan.
Fitur tersebut dipadukan dengan Horizon head-up display yang menampilkan informasi penting langsung ke bidang pandang pengemudi.
Sistem audio delapan speaker dengan Dolby Atmos juga menjadi perlengkapan standar untuk meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.
Dari sisi teknologi, Hyundai menyematkan asisten pintar berbasis kecerdasan buatan yang berjalan menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 8295.
Sementara fitur bantuan mengemudi canggihnya dikembangkan bersama perusahaan teknologi asal China, Momenta.
Adapun baterai mobil ini dipasok oleh CATL, meski kapasitas resminya sampai saat ini belum diungkap ke publik.
Langkah Awal di Pasar China
Hyundai mengatakan peluncuran Ioniq V menjadi langkah awal dari strategi besar mereka di China.
Dalam lima tahun ke depan, Hyundai menargetkan meluncurkan 20 model baru di pasar tersebut, termasuk kendaraan listrik murni dan extended-range EV.
Pabrikan ini juga menargetkan penjualan hingga 500 ribu unit per tahun pada 2030 melalui pendekatan baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen China.
Selain Ioniq V, Hyundai juga sudah menyiapkan model SUV baru yang akan menjadi bagian dari ekspansi produknya di Tiongkok.
Kehadiran model-model anyar tersebut menunjukkan keseriusan Hyundai untuk kembali memperkuat posisinya, setelah sebelumnya kesulitan menghadapi dominasi merek lokal di segmen kendaraan listrik.