Daya Tarik Chelsea Menurun, Pelatih Top Ragu Mau Gabung?

John Terry sebut pelatih elit ragu tangani Chelsea karena ketidakstabilan klub. Andoni Iraola jadi incaran, namun persaingan dengan klub besar kian memanas.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 24 April 2026, 19:54 WIB
Liam Rosenior meninggalkan lapangan setelah pertandingan Liga Inggris melawan Everton di Hill Dickinson Stadium, Inggris, Minggu (22/3/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi sulit yang mengepung Chelsea terasa kian berat setelah pihak manajemen memberhentikan Liam Rosenior pada tengah pekan lalu. Sekarang, tim yang berbasis di London tersebut harus berjuang ekstra keras demi mendapatkan figur pelatih baru yang mumpuni untuk memimpin skuad.

Andoni Iraola muncul sebagai salah satu kandidat utama yang masuk dalam bidikan. Pelatih Spanyol berumur 43 tahun ini sedang menjadi pusat perhatian berkat pencapaian gemilangnya saat menahkodai Bournemouth. Meski begitu, usaha Chelsea untuk mendatangkan Iraola diprediksi akan menemui jalan buntu.

John Terry, sang legenda klub, bahkan melontarkan keraguan terkait daya tarik Chelsea di mata para pelatih kelas dunia saat ini. Ia berpendapat bahwa ketidakteraturan di internal klub merupakan kendala yang sangat besar.

“Saya khawatir dengan apa yang terjadi di klub ini. Apakah pelatih top benar-benar mau datang dalam kondisi seperti sekarang?” ujar Terry. Ia pun menyoroti kemungkinan klub terpaksa melepas barisan pemain bintangnya demi menjaga stabilitas keuangan.


Chelsea Rawan Pemecatan

Pelatih baru Chelsea, Liam Rosenior. (Dok. Chelsea)

Iraola sendiri dilaporkan sangat waspada dalam mengambil keputusan terkait masa depannya. Sebelumnya, ia telah menampik tawaran dari Crystal Palace dan lebih memilih menanti kesempatan yang dianggapnya lebih prospektif. Terlebih lagi, beberapa posisi pelatih di tim raksasa Eropa diprediksi akan lowong, seperti di Liverpool yang kini dilatih Arne Slot, serta Newcastle United di bawah arahan Eddie Howe.

Di samping itu, Manchester United juga berpotensi menjadi rival dalam perburuan jika mereka mulai melirik opsi di luar Michael Carrick.

Atmosfer internal Chelsea yang dianggap kurang mendukung menjadi alasan kuat di balik keraguan para kandidat. Semenjak berada di bawah kendali rezim BlueCo pada tahun 2022, tercatat sudah lima pelatih yang angkat kaki dari posisi mereka. Pola ini menciptakan citra negatif mengenai stabilitas klub yang dapat menyurutkan minat para pelatih elite.

Eks penjaga gawang The Blues, Petr Cech, turut memberikan kritik pedas terhadap arah kebijakan klub yang terlampau memprioritaskan pemain usia muda. Menurut Cech, strategi tersebut memerlukan waktu yang sangat lama dan memiliki risiko kehilangan pemain yang memiliki ambisi tinggi untuk segera mengangkat trofi.

Lanjut Baca:

“Jika terlalu lama dalam proses pengembangan, pemain yang ingin menang akan pergi. Karier pesepak bola itu singkat,” ujar Cech.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya