IHSG Tersungkur 3,06% pada Sesi Pertama, Seluruh Sektor Saham Tertekan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan 7.300 pada sesi pertama perdagangan saham, Jumat, (24/4/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 April 2026, 13:08 WIB
Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham, Jumat, (24/4/2026). (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham, Jumat, (24/4/2026). IHSG meninggalkan posisi 7.300 di tengah seluruh sektor saham memerah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup anjlok 3,06% menjadi 7.152,85. Indeks saham LQ45 terpangkas 3,43% menjadi 691,33. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, pergerakan IHSG masih berada di fase downtrend dan berpeluang untuk menutup area-area gap nya.

Di sisi lain, ia menuturkan, mayoritas bursa global dan regional Asia juga terkoreksi yang diperkirakan masih berkaitan dengan konflik di Timur Tengah, meskipun dari kabar terbaru terjadi kesepakatan akan gencatan senjata Israel dan Lebanon selama 60 hari. Namun demikian, dari pergerakan harga minyak masih relatif menguat dan dikhawatirkan berujung pada inflasi global dan perlambatan ekonomi global.

“Hari ini, nilai tukar Rupiah terhadap USD terpantau menguat di 17.273 setelah kemarin menyentuh area tertingginya di 17.300 di mana diakibatkan adanya outflow karena risiko fiskal yang masih membayangi,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.383,40 dan level terendah 7.147,57. Sebanyak 642 saham melemah sehingga menekan IHSG.90 saham menguat dan 82 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.661.114 kali dengan volume perdagangan saham 28,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 13,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.284.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham infrastruktur turun 4,09%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 3,6%, sektor saham basic turun 2,73%, sektor saham industri terperosok 2,98% dan sektor saham consumer nonsiklikal susut 2,4%.

Kemudian sektor saham consumer siklikal terperosok 2,9%, sektor saham kesehatan turun 2,12%, sektor saham keuangan terpangkas 2,51%. Lalu sektor saham properti turun 2,81%, sektor saham teknologi melemah 1,69% dan sektor saham transportasi turun 2,78%.

Gerak Saham

Hal tersebut buntut keputusan Beijing yang membalas kebijakan Donald Trump dengan kenaikan tarif sebesar 84 persen. (BAY ISMOYO/AFP)

Harga saham SIDO melemah 0,80% menjadi Rp 496 per saham. Saham SIDO dibuka stagnan di posisi Rp 500 per saham. Harga saham SIDO berada di level tertinggi Rp 500 dan terendah Rp 494 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.569 kali dengan volume perdagangan saham 109.090 saham. Nilai transaksi Rp 5,4 miliar.

Harga saham INCO ditutup naik 0,75% menjadi Rp 6.750 per saham. Saham INCO dibuka naik 75 poin menjadi Rp 6.775 per saham. Harga saham INCO berada di level tertinggi Rp 6.850 dan terendah Rp 6.650 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.000 kali dengan volume perdagangan saham 86.676 saham. Nilai transaksi Rp 58,3 miliar.

Harga saham BRPT terpangkas 5,48% menjadi Rp 2.070 per saham. Saham BRPT dibuka turun 20 poin menjadi Rp 2.170 per saham. Harga saham BRPT berada di level tertinggi Rp 2.220 dan terendah Rp 2.060 per saham. Total frekuensi perdagangan 12.583 kali dengan volume perdagangan saham 804.879 saham. Nilai transaksi Rp 171,1 miliar.

Top Gainers-Losers

Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham BNBA naik 24,46%
  • Saham BRNA naik 24,41%
  • Saham RODA naik 20,25%
  • Saham DIVA naik 15,62%
  • Saham CTTH naik 13,85%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham SKBM merosot 15%
  • Saham HOPE merosot 14,93%
  • Saham LPPF merosot 14,69%
  • Saham KOBX merosot 14,63%
  • Saham DEFI merosot 14,57%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 1,6 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 820,5 miliar
  • Saham BUMI senilai Rp 466,9 miliar
  • Saham PTRO senilai Rp 410,5 miliar
  • Saham BMRI senilai Rp 391 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BBCA tercatat 81.143 kali
  • Saham KOTA tercatat 65.289 kali
  • Saham BBRI tercatat 61.879 kali
  • Saham MDIA tercatat 44.362 kali
  • Saham MAXI tercatat 42.060 kali

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya