Sering Disamakan, Tak Semua Penyakit Ginjal Kronis adalah Gagal Ginjal

Gagal ginjal adalah tahap akhir atau stadium terakhir dari penyakit ginjal kronis.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 23 April 2026, 13:20 WIB
Gagal ginjal merupakan tahap akhir dari penyakit ginjal kronis Foto dibuat oleh AI.

Liputan6.com, Jakarta - Penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal kerap dianggap hal yang sama. Hal yang perlu diketahui adalah gagal ginjal merupakan tahap akhir dari penyakit ginjal kronis (PGK). 

Penyakit ginjal kronis adalah suatu kondisi ketika fungsi ginjal menurun secara bertahap selama lebih dari 3 bulan sampai bertahun-tahun. Kondisi ini membuat ginjal tidak mampu menyaring limbah dan mengatur volume cairan tubuh dan fungsi lainnya dengan baik seperti disampaikan dokter spesialis penyakit dalam subspesialis ginjal hipertensi, Profesor Aida Lydia.

Berdasarkan tingkat keparahannya penyakit ginjal kronis dibagi menjadi lima stadium. Pada stadium lima alias tahap tahap akhir disebut sebagai End-Stage Renal Disease (ESRD) atau kerap disebut gagal ginjal.

Pada tahap ini, ginjal tidak lagi mampu menjalankan fungsinya secara optimal, seperti menyaring darah, membuang limbah metabolisme, serta menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, dan keasaman darah.

"Lebih dari itu, kondisi gagal ginjal menyebabkan terganggunya peran ginjal untuk memproduksi hormon penting yang mengatur tekanan darah, pembentukan sel darah merah, dan kesehatan tulang," kata Aida pada Kamis, 23 April 2026.

Pada orang dengan gagal ginjal di mana fungsi ginjal hampir atau sepenuhnya berhenti, maka memerlukan hemodialisis atau transplantasi untuk menggantikan fungsi ginjal.

Hemodialisis (HD) adalah prosedur untuk membantu menyaring limbah dan cairan berlebih dari dalam tubuh.

Ia tidak menyarankan penggunaan istilah penggunaan cuci darah karena menimbulkan rasa takut berlebihan, sehingga sebagian pasien menunda pengobatan yang sebenarnya sangat dibutuhkan.

Penyebab Tersering Penyakit Ginjal Kronis

Prof. dr. Aida Lydia, Ph.D, Sp. P.D, Subsp. G.H. (K) selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal Hipertensi RS Pondok Indah – Pondok Indah,

Aida mengatakan penyakit ginjal kronis bsia disebabkan oleh berbagai hal. Namun, yang paling sering adalah hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol.

Bagaimana bisa hipertensi dan diabetes bisa bikin penyakit ginjal kronis?

Aida menjelaskan hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah ginjal dan organ vital lainnya, seperti jantung dan otak. Hubungan antara jantung dan ginjal sangat erat di mana gangguan pada salah satu organ dapat memengaruhi fungsi organ lainnya.

Lalu, pada diabetes, kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah halus di ginjal (nefron) yang berfungsi sebagai penyaring.

"Kerusakan ini menyebabkan fungsi penyaringan ginjal terganggu. Salah satu tanda awalnya adalah proteinuria, yaitu kebocoran protein ke dalam urine yang sering ditandai dengan urine berbusa," kata Aida.

Penyebab Lain Penyakit Ginjal Kronis

Selain diabetes dan hipertensi, PGK juga dapat disebabkan oleh:

  • Radang ginjal (glomerulonefritis)
  • Infeksi ginjal
  • Sumbatan saluran kemih, misalnya akibat batu ginjal atau pembesaran prostat·
  • Penyakit autoimun seperti lupus·
  • Efek samping obat-obatan atau zat tertentu yang bersifat toksik bagi ginjal

Faktor lain seperti kelainan bawaan (misalnya ginjal polikistik), komplikasi infeksi berat, obesitas, kolesterol tinggi, usia lanjut, serta riwayat keluarga juga meningkatkan risiko terjadinya PGK.

 

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya