Liputan6.com, Jakarta - Bitcoin kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya spekulasi mengenai prospeknya pada 2026. Meski sempat mengalami reli harga, arah pergerakan aset kripto ini masih dibayangi ketidakpastian akibat fluktuasi pasar.
Dikutip dari Coinmarketcap, Kamis (23/4/2026), saat ini, Bitcoin diperdagangkan mendekati USD 78.000, didorong oleh sentimen pasar yang cenderung positif namun tetap beragam.
Advertisement
Dalam beberapa waktu terakhir, harga Bitcoin naik lebih dari 2,4% hingga menyentuh USD 78.292. Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan volume perdagangan.
Para trader juga mencoba menembus level resistensi di USD 78.555. Sejumlah indikator teknikal seperti Balance of Power dan MACD menunjukkan tren bullish jangka pendek.
Meski demikian, indikator rata-rata pergerakan harian merekomendasikan aksi beli, sementara indikator jangka panjang masih memberi sinyal kehati-hatian karena potensi tekanan jual yang belum sepenuhnya mereda.
Data terbaru menunjukkan harga Bitcoin bergerak dalam kisaran USD 75.522 hingga USD 78.807 dalam 24 jam terakhir, mencerminkan volatilitas tinggi namun tetap menarik minat investor.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Prediksi Pendiri Cardano
Sejumlah tokoh industri memproyeksikan harga Bitcoin bisa melonjak signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, memperkirakan harga Bitcoin dapat mencapai USD 250.000 pada 2026. Ia menilai hal ini didorong oleh keterbatasan pasokan Bitcoin dan meningkatnya minat institusi.
Pandangan serupa juga disampaikan investor Robert Kiyosaki, yang melihat Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan penyimpan nilai jangka panjang.
Namun, proyeksi harga tetap beragam. Untuk April 2026, kisaran harga diperkirakan berada antara USD 60.000 hingga USD 80.000, dengan target tahunan antara USD 48.000 hingga USD 150.000.
Ke depan, faktor seperti siklus halving, minat terhadap ETF Bitcoin, serta potensi penurunan suku bunga dapat menjadi pendorong kenaikan harga.
Meski demikian, risiko tetap ada. Sekitar 6,7 juta Bitcoin disebut rentan terhadap potensi serangan komputasi kuantum, terutama pada dompet lama dengan sistem keamanan yang belum diperbarui.
Dengan dinamika tersebut, perjalanan Bitcoin menuju 2026 diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh regulasi, kondisi ekonomi global, serta tingkat kepercayaan investor.