Emiten TINS Umumkan Pergantian Direksi, Ini Alasannya

PT Timah Tbk (TINS) memastikan perubahan susunan direksi tidak memberikan dampak operasional.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 22 April 2026, 16:33 WIB
PT TIMAH (Persero) Tbk (TINS) mengumumkan perubahan dalam jajaran direksi seiring penunjukan salah satu petingginya di perusahaan BUMN lain. (sumber : timah.com)

Liputan6.com, Jakarta - PT TIMAH (Persero) Tbk (TINS) mengumumkan perubahan dalam jajaran direksi seiring penunjukan salah satu petingginya di perusahaan BUMN lain.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Rabu (22/4/202), berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pelindo Jasa Maritim yang digelar pada 20 April 2026, Suhendra Yusuf Ratuprawira resmi diangkat sebagai Direktur di perusahaan tersebut.

Sebelumnya, Suhendra menjabat sebagai Direktur Pengembangan Usaha di PT TIMAH (Persero) Tbk. Penunjukan ini menandai peralihan peran strategisnya dari sektor pertambangan ke sektor jasa maritim.

Informasi ini juga telah dikonfirmasi melalui surat pemberitahuan resmi yang disampaikan oleh Suhendra kepada manajemen PT TIMAH pada 21 April 2026 terkait berakhirnya masa jabatannya. Langkah ini merupakan bagian dari penugasan antar-BUMN yang lazim dilakukan guna memperkuat sinergi dan optimalisasi kinerja perusahaan pelat merah.

Berakhirnya jabatan Suhendra di PT TIMAH tidak terlepas dari ketentuan dalam regulasi yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025.

Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa anggota direksi BUMN dilarang merangkap jabatan sebagai direksi di BUMN lainnya. Dengan demikian, pengangkatan Suhendra di Pelindo Jasa Maritim secara otomatis mengakhiri posisinya di PT TIMAH.

Selain itu, ketentuan ini juga tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan yang wajib dipatuhi oleh seluruh jajaran manajemen. Penyesuaian ini menjadi bagian dari upaya menjaga tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) di lingkungan BUMN.

 

Tidak Berdampak pada Kinerja dan Operasional Perseroan

Holding Industri Pertambangan Indonesia atau MIND ID bersama PT Timah Tbk akan mengunakan teknologi terbaru dalam pengolahan komoditas timah di tahun 2023.

Perseroan memastikan perubahan susunan direksi ini tidak memberikan dampak terhadap operasional maupun kinerja keuangan perusahaan. Kegiatan bisnis perusahaan tetap berjalan normal dan berkelanjutan sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Pengangkatan Suhendra Yusuf Ratuprawira (Direktur Pengembangan Usaha Perseroan) sebagai Direktur pada PT Pelindo Jasa Maritim (Persero), tidak berdampak terhadap operasi, keuangan, dan kelangsungan bisnis Perseroan," tulis PT TIMAH Tbk.

Adapun Perseroan akan menyampaikan apabila terdapat informasi lebih lanjut, dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

TINS Kantongi Peringkat idA+ dari Pefindo

Sebelumnya, sepanjang Senin (9/2/2026), pergerakan IHSG diwarnai penguatan 433 saham. Sementara, 252 saham melemah dan 136 lainnya stagnan. Tampak dalam foto, layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idA+ untuk PT Timah Tbk (TINS). Dengan acuan fundamental perseroan masih menunjukan ketahanan, terutama dari sisi pasar dan struktur modal.

Kendati begitu, peringkat tersebut juga dibatasi oleh sejumlah faktor eksternal yang masih membayangi kinerja perseroan seperti penambangan timah ilegal, serta volatilitas harga dan cuaca buruk.

"PT Timah Tbk terus berupaya memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan produktivitas, efisiensi operasional dan memperkuat kinerja operasional dan menjaga profil keuangan yang sehat," ujar Corporate Secretary PT Timah Tbk Rendi Kurniawan, Senin (15/12/2025).

Terkait risiko eksternal, Rendi menegaskan bahwa perusahaan terus meningkatkan pengawasan dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk menghadapi tantangan industri. Termasuk upaya penanganan penambangan ilegal yang melibatkan banyak pihak.

"Kami terus berkolaborasi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan tata kelola pertimahan yang lebih baik dan berkelanjutan. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas operasional dan kepercayaan stakeholders," ungkapnya.

"TINS berkomitmen untuk menciptakan operasi yang efisien, bertanggung jawab, berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham serta masyarakat," tutur dia.

 

Syarat Naik Peringkat Lagi

Sebelumnya, sepanjang Senin (9/2/2026), pergerakan IHSG diwarnai penguatan 433 saham. Sementara, 252 saham melemah dan 136 lainnya stagnan. Tampak dalam foto, layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Mengacu kriteria Pefindo, peringkat TINS masih berpeluang naik apabila perusahaan mampu menunjukkan peningkatan kinerja operasional secara berkelanjutan. Mencakup peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan kemampuan menghasilkan EBITDA yang kuat.

Selain itu, kenaikan peringkat juga dapat didukung oleh penguatan tata kelola industri timah. Sehingga menciptakan kondisi operasional yang lebih stabil.

Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan jika TINS mencatatkan tingkat utang yang jauh lebih tinggi dari proyeksi tanpa diimbangi perbaikan kinerja bisnis. Penurunan juga berpotensi terjadi apabila fluktuasi harga timah global melemahkan pendapatan dan profitabilitas perusahaan secara signifikan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya