Liputan6.com, Jakarta - Nana hadir dalam persidangan kasus pencurian rumahnya yang dihelat di Pengadilan Distrik Uijeongbu Cabang Namyangju pada Selasa (21/4/2026). Momen ini menarik perhatian publik, bukan hanya karena sang aktris dan idol K-Pop bertemu kembali dengan pelaku. Tapi, ia juga memberikan kesaksian secara langsung mengenai kejadian pada November tahun lalu itu.
Dilansir dari Chosun Daily dan Star News, bintang drakor The Good Wife ini mengawali kesaksian bahwa ia menyadari kejadian pencurian tersebut. Kala itu, Nana berada di kamar dan mendengar suara ribut-ribut. Ia kemudian melangkah keluar dan melihat keadaan.
Advertisement
Yang Nana lihat membuatnya kaget, yakni ibunya sedang dicekik terdakwa di ruang tamu. "Saat melihat itu, saya langsung marah sekali dan langsung berusaha memisahkan ibuku dari pria itu," kata Nana. Nah, di tengah-tengah upaya ini, Nana melihat pisau tergeletak di lantai.
"Saya merasa harus mengambilnya. Melihat tindakan pelaku, saya yakin dia bisa melakukan apa saja kepada ibuku," Nana mengenang. Ia menjelaskan, upayanya untuk mempertahankan diri itu datang secara alami.
Perebutan Pisau antara Nana dengan Pelaku
Nana memberikan kesaksian tentang kejadian menegangkan saat terjadi rebutan pisau antara ia dan pelaku,.
“Saat saya mengayunkan (pisau), (terdakwa) memegangnya dengan kedua tangan. Saya memegang pisau dengan satu tangan, sehingga saya sangat kalah dalam hal tenaga. Karena itu, saya harus mengayunkan pisaunya ke arah mana pun yang bisa kulihat. Aku juga memukul wajahnya. Namun dia masih tidak melepaskan pisau itu," Nana membeberkan.
Pada momen ini, ibunya yang sempat pingsan kembali sadar. "Ia kemudian juga memegang pisau itu. Kami bertiga memegang pisau itu dan berusaha menguasainya," kata mantan member After School tersebut. Nana juga menyebut pelaku mengenakan sarung tangan.
Teriak Minta Tolong, Tak Ada yang Dengar
Selama kejadian ini, Nana dan sang ibu sebenarnya telah berteriak-teriak minta tolong, tapi tak ada yang mendengar. "Setelah waktu berlalu beberapa lama, saya memohon, 'Kumohon lepaskan pisaunya. Saya tak berniat menusukmu, tolong lepaskan'," beri tahu Nana.
Pada akhirnya pelaku menyerah dan melepas genggamannya, apalagi ia terluka di bagian lehernya, dan badannya gemetaran. "(Pelaku) memohon padaku, 'Maaf, tolong selamatkan aku.' Saya pikir harus menenangkannya terlebih dulu, lalu meminta ibuku untuk menelepon 112," Nana bercerita.
Nana Menegur Terdakwa
Di pengujung kesaksiannya, Nana menegur pelaku yang memperpanjang masalah, dengan menolak dakwaan--termasuk membantah ia membawa senjata saat hendak beraksi di rumah Nana.
"Saya memberi setiap kesempatan kepada pelaku untuk membuat pilihan tepat dalam situasi tersebut. Saya yakin sudah melakukan hal yang benar. Tapi kenapa sidangnya panjang sekali? Mengapa kami harus menanggung penghinaan ini? Rasanya seperti menjadi korban berulang kali,” cetus Nana.
Nana kemudian menyampaikan pesan pada A, “Tolong hentikan ini. Saya berharap hukumannya tidak menjadi lebih panjang atau berat. Saya harap Anda merenungkan tindakan Anda dan mengakhirinya di sini."