Kumpulan Hoaks Aksi Kriminal Terkini, Simak Daftarnya

Berbagai hoaks terkait aksi kriminal seperti penculikan anak, begal, hingga penipuan daring terus beredar, menimbulkan keresahan dan kerugian di masyarakat.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 22 April 2026, 09:45 WIB
Cek fakta pesan berantai hoaks modus baru kejahatan

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks yang berkaitan dengan aksi kriminal seringkali menyebar dengan cepat, memanfaatkan ketakutan dan kekhawatiran masyarakat. Mulai dari isu penculikan anak yang membuat orang tua panik, hingga kabar begal yang memicu ketakutan di jalanan, serta berbagai modus penipuan online yang mengintai. 

Penyebaran hoaks terus menjadi tantangan serius di tengah derasnya arus informasi digital. Fenomena ini kerap menimbulkan keresahan dan kebingungan di kalangan publik, bahkan berpotensi merugikan masyarakat secara langsung. 

Untuk mengatasi penyebaran hoaks yang meresahkan ini, Cek Fakta Liputan6.com secara rutin melakukan penelusuran dan klarifikasi terhadap informasi yang viral, berikut daftarnya.

 Pesan Berantai dari Polri Terkait Modus Baru Kejahatan Anak Kecil Menangis di Jalan

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan kembali postingan pesan berantai yang diklaim dari Polri tentang adanya modus kejahatan anak kecil minta tolong di jalan. Pesan berantai itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 16 April 2026.

Berikut isi pesan berantai dalam postingan itu:

"Info dari POLRI & TNI AD=

Sampaikan pesan ini kepada keluarga dan kawan-kawan anda!!

Pesan ini ditujukan kepada setiap pria dan wanita yg bepergian sendirian ke kampus, tempat kerja atau kemana saja.

Jika kalian menemukan anak kecil menangis di jalan dengan menunjukkan sebuah alamat dan memintamu untuk mengantarnya ke alamat tersebut, bawalah anak itu ke kantor POLISI Atau Kantor KORAMIL TERDEKAT dan jangan bawa anak itu ke alamat tersebut!!

Anak itu telah di suruh oleh si pelaku kejahatan untuk menggiring kalian menuju ke tempat si pelaku melakukan aksi kejahatannya.

Ini adalah Modus baru PENJAHAT untuk MERAMPOK, MEMPERKOSA & MENCULIK.

Mohon Informasikan ke semua kawan-kawan.Jangan ragu untuk membagikan pesan ini kepada yang lainnya.

Pesan ini bisa membantu menyelamatkan wanita dan orang yang penting dalam hidup anda..... karena sudah banyak korban. Jadi biarkan POLRI & TNI yang mengantarkan anak itu ke alamat tersebut..

Ayo saudara SHARE buat keselamatan saudara2 kita semua.."

Akun itu menambahkan narasi:

"Tolong ingatkan ke teman, saudara ataupun keluarga semua.."

Lalu benarkah postingan pesan berantai yang diklaim dari Polri tentang adanya modus kejahatan anak kecil minta tolong di jalan? Simak dalam artikel berikut ini...

 

Pesan Berantai Adanya Penanganan Korban Begal di RS Abepura

Beredar di media sosial postingan pesan berantai video yang mengklaim adanya penanganan korban begal di RS Abepura. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 5 Oktober 2025.

Dalam postingannya terdapat video seseorang sedang ditangani petugas RS dengan narasi sebagai berikut:

"Korban pembacokan hari ini Sabtu 04/10/25 di Holl pukul 03:00 (WIT) korban di temui sudah tidak bernyawa dengan wajah yang sudah di bacok dengan kapak, menurut beberapa saksi mata warga sekitar korban berinisial (SM) ini hendak balik kerumah dari Holl menuju ke Waena namun di palang oleh beberapa orang dan kemudian di bacok, dan sekarang keberadaan korban berada di Rs Abepura dan korban sudah tidak bernyawa, mohon utk bapak ibu yg lain untuk berhati hati tetap Berdoa dan minta Tuhan lindungi"

Lalu benarkah postingan pesan berantai video yang mengklaim adanya korban begal di RS Abepura? Simak dalam artikel berikut ini...

Kabar Penculikan Anak di Desa Buga Tolitoli Sulawesi Tengah

Kabar tentang terjadinya aksi penculikan anak di Desa Buga, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 31 Januari 2025.

Akun Facebook tersebut mengunggah narasi bahwa telah terjadi dugaan penculikan anak di Desa Buga, Kabupaten Tolitoli pada 29 Januari 2025.

"* Dugaan Terjadinya Tindak Pidana Percobaan Penculikan Anak dibawah Umur*

Pada hari Rabu tanggal 29 Januari 2025 sekitar Pukul 15.40 wita bertempat di Dusun 1 Tanjung jati, Desa Buga telah terjadi Tindak Pidana Percobaan Penculikan Anak dibawah Umur.

Adapun Identitas Korban :

Per.Wika, umur 6 th, Agama Islam, Suku Dondo, Pekerjaan Pelajar, Alamat Dusun 1 Tanjung Jati Desa Buga Kec. Ogodeide Kab. Tolitoli.

Serta Identitas Saksi-Saksi yang melihat dan mengetahui Kejadian tersebut ;

a, Nama : Per. Nirmawati

Umur : 38 Tahun

Agama : Islam

Pekerjaan : IRT

Alamat : Dusun 1 Tangjung jati Desa Buga Kec. Ogodeide Kab. Tolitoli.

b, Nama : Per. Herti

Umur : 40 Tahun

Agama : Islam

Pekerjaan : IRT

Alamat : Dusun 1 Tangjung jati Desa Buga Kec. Ogodeide Kab. Tolitoli.

Dengan Kronologis Kejadian :

Sekitar Pukul 15.40 wita Per.Wika sedang bermain-main bersama teman- temannya di depan rumah Per.Herti, karena saat itu kondisi Cuaca sedang Hujan, beberapa saat kemudian ada mobil berwarna hitam melintas dari arah Desa Batuilo menuju Desa Buga kemudian Mobil berhenti tepat di tempat anak-anak tersebut bermain, namun Per. Herti tidak mengetahui Persis merek mobil tersebut, dan Per. Herti melihat Kaca mobil depan sebelah kiri dan sebelah kanan terbuka sekitar ±15cm, saat itu Per.Herti melihat gerak-gerik yang mencurigakan terhadap sopir dan penumpang dalam mobil tersebut, lalu kemudian salah satu penumpang mobil turun dan mendekati anak-anak yang sedang bermain tersebut, dan pada saat itu Per.Herti melihat dan langsung berteriak *Woi* dan dengan Spontan terduga Pelaku langsung kabur mengendarai mobilnya, meninggalkan Dusun 1 Tanjung Jati Desa Buga sambil Per.Herti menyuruh anak-anak tersebut pulang kerumahnya Masing-masing.

Waspada dan awasi anak anda, jangan sampai kita lengah, karena mereka bisa datang kapan saja dan berpura-pura menjadi apa saja.

Edukasi anak kita bila sedang bermain lalu ada orang asing mendekat dengan gerak gerik mencurigakan untuk segera lari atau berteriak," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 3 kali dibagikan dan mendapat 4 komentar dari warganet.

Benarkah kabar tentang terjadinya penculikan anak di Desa Bagu, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah? Simak dalam artikel di bawah ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya