Liputan6.com, Jakarta - Apple baru saja membuka lima Apple Developer Institute dengan lokasi masing-masing institut di Jakarta, Tangerang, Batam, Surabaya, dan Bali, dengan harapan semakin banyak lagi talenta digital asal Indonesia unjuk kemampuan di tingkat global.
Sebelumnya, perusahaan berbasis di Cupertino tersebut sudah lebih dulu membuka Apple Developer Academy sejak 2018. Kini, Apple mengungkap alasan kenapa mereka memutuskan untuk membuka institut di Tanah Air.
Advertisement
Gordon Shukwit, Senior Director, Apple Developer Academy mengatakan, akademi terus berkembang dari tahun ke tahun. Dari proses tersebut, Apple melihat munculnya bidang-bidang spesialis makin relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
"Akademi ini terus berkembang dan telah berkembang selama bertahun-tahun sejak kami mengerjakannya," kata Gordon saat ditemui di sela-sela pembukaan Apple Developer Institute di Authograph Tower Jakarta pada Selasa, 21 April 2026.
Menurutnya, perkembangan itu terlihat dari makin banyak siswa mulai menaruh minat besar ke area gaming, Internet of Things (IoT), sistem back-end, sampai kecerdasan buatan (AI).
Melihat perkembangan tersebut, Apple sudah memasukkan AI dan machine learning ke dalam program akademi sejak sekitar tiga tahun lalu.
Di titik inilah produsen iPhone tersebut melihat Indonesia siap untuk langkah selanjutnya. "Jadi, gagasan bahwa kami melihat spesialisasi muncul di lingkungan akademis yang digunakan mahasiswa sebagai bagian dari pasar kerja, sangat masuk akal untuk diterapkan di Indonesia dan mengembangkan spesialisasi tersebut," katanya.
Pernyataan itu seakan menegaskan, Apple Developer Institute dirancang sebagai kelanjutan alami dari Academy. Bisa dibilang, Apple Developer Academy menjadi pintu masuk bagi talenta baru, dan institut hadir untuk membawa mereka ke bidang lebih spesifik dan lebih dekat dengan kebutuhan industri.
Perusahaan juga menilai, talenta digital di Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi negara pertama ekspansi model ini. Alasannya, perusahaan sudah memiliki jaringan mitra yang dianggap matang di sejumlah bidang tertentu.
"Kami sudah memiliki mitra-mitra hebat di berbagai bidang yang memiliki keahlian khusus, dan kami mampu membangun kembali serta mengembangkan bidang-bidang tersebut," ujar Gordon.
Dengan kata lain, Indonesia tidak dipilih secara kebetulan. Apple melihat ekosistem, minat peserta, dan kebutuhan industri di Tanah Air bergerak ke arah yang sama. Itu membuat peluncuran lima institute sekaligus terasa masuk akal dari sisi strategi.
Apple Developer Institute Dibuka di 5 Lokasi
Apple resmi mengumumkan ekspansi besar mereka di Indonesia. Hari ini,, Selasa (21/4/2026), perusahaan resmi mengumumkan lima Apple Developer Institute yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Surabaya, hingga Batam.
Langkah ini menjadi bukti komitmen jangka panjang perusahaan asal Cupertino tersebut memoles talenta lokal agar mampu bersaing di panggung dunia.
Jika sebelumnya Apple Developer Academy dikenal sebagai pintu masuk bagi banyak talenta digital muda, kini Apple Developer Institute hadir sebagai tahap lanjutannya.
Fokusnya pun dibuat lebih tajam ke bidang-bidang lebih terarah, mulai dari kecerdasan buatan (AI), developer operations, game, kewirausahaan, hingga penguatan komunitas developer profesional.
Hari ini, Apple menyambut hampir 200 perserta telah mengikuti program pembelajaran di lima Apple Developer Institute tersebut.
"Kami benar-benar mencoba untuk membangun program komprehensif ini di sekitar siswa yang ingin menjadi pengembang, membantu mereka menjadi pengembang kelas dunia, dan kemudian pindah ke area khusus di mana Institut berada," kata Gordon Shukwit, Senior Director, Apple Developer Academy saat ditemui dalam acara pembukaan Apple Developer Institute di Autograph Tower Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Gordon menambahkan, kehadiran Apple Developer Institute di Indonesia menjadi bagian dari komitmen Apple dalam mendukung perjalanan talenta lokal ke jenjang berikutnya.
Fokus Spesifik di Masing-Masing Lokasi
Berhubung masing-masing kota atau daerah memiliki potensi mereka unik, perusahaan memilih berkolaborasi dengan Universitas Ciputra untuk menghadirkan Apple Developer Institute for Artificial Intelligence & Machine Learning di Surabaya.
Memasuki tahun kedua, peserta di Surabaya digembleng untuk menguasai pemrograman AI/ML yang bisa langsung diterapkan pada tantangan industri nyata di Tanah Air.
Bagi peserta yang tertarik pada operasional sistem skala besar. Apple Developer Institute for Developer Operation di Tangerang bisa menjadi opsi.
Bekerja sama dengan S-Quantum Engine dari Sinarmas Group, program yang berdurasi selama delapan bulan ini melatih peserta untuk bisa mengelola sistem berbasis kontainer hingga teknologi cloud.
Dari kelima institute, Apple Developer Institute for Games di Batam menjadi lokasi yang sangat menarik bagi para peserta yang lebih kreatif.
Berkolaborasi dengan Infinite Learning, para peserta akan langsung dimentori oleh pakar profesional sehingga bisa membuat game 2D dan 3D, dan siap dipresentasikan ke investor atau pemain secara global.
Lalu bagaimana dengan di Jakarta? Apple membuka dua jalur berbeda. Apple Developer Institute for Entrepreneurship yang dijalankan bersama RoketDigital dirancang untuk membantu peserta mengembangkan ide startup dari tahap prototipe hingga menjadi bisnis yang siap tumbuh. Program ini ditopang ruang inkubasi khusus dan pendampingan dari mentor serta ahli teknis.
Masih di Jakarta, Apple Developer Institute for Professionals yang dijalankan bersama BINUS University diposisikan sebagai pusat komunitas bagi developer profesional di Indonesia. Tempat ini dirancang sebagai ruang untuk berjejaring, belajar, mengembangkan proyek, serta mengakses katalog kursus dari mitra industri lokal dan internasional.