Semen Padang Terjepit Jadwal Neraka dan Badai Cedera, Mampukah Lolos Degradasi BRI Super League?

Semen Padang terancam degradasi BRI Super League 2025/2026. Jadwal berat dan badai cedera pemain kunci jadi tantangan besar Kabau Sirah.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 21 April 2026, 20:24 WIB
Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury (kanan). (dok. Semen Padang)

Liputan6.com, Jakarta - Semen Padang menghadapi situasi pelik dalam upaya bertahan di BRI Super League 2025/2026. Kabau Sirah kini berada dalam tekanan besar setelah kembali menelan hasil negatif.

Pada pekan ke-28, Semen Padang harus mengakui keunggulan Persijap Jepara dengan skor 0-2. Kekalahan itu terjadi di kandang sendiri, Stadion Haji Agus Salim, yang seharusnya menjadi benteng kekuatan tim.

Hasil tersebut membuat posisi Semen Padang semakin terpuruk di klasemen. Mereka kini berada di peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin.

Jarak dengan zona aman pun tidak kecil. Semen Padang tertinggal enam poin dari tim di peringkat ke-15 yang menjadi batas aman degradasi.

Situasi ini memaksa tim asuhan Imran Nahumarury untuk tampil sempurna di sisa musim. Namun, tantangan yang dihadapi tidak hanya datang dari papan klasemen.


Jadwal Berat Jadi Ujian Nyata Kabau Sirah

Bek Semen Padang, Angelo Maneses mencoba melindungi bola dari upaya perebutan yang dilakukan gelandang PSIM Yogyakarta, Rakhmatsho Rakhmatzoda dalam laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (4/1/2026). (Dok. PSIM)

Semen Padang masih memiliki enam pertandingan tersisa untuk menyelamatkan diri. Akan tetapi, lawan yang harus dihadapi justru berasal dari tim-tim kuat.

Mereka dijadwalkan bertemu Borneo FC dan Persija Jakarta yang sedang bersaing di papan atas. Selain itu, Dewa United juga menjadi lawan yang tidak mudah dengan performa yang terus meningkat.

Kondisi ini membuat peluang Semen Padang semakin terjepit. Setiap laga akan menjadi ujian berat yang menuntut konsistensi dan mental bertanding tinggi.

Tidak ada ruang untuk kesalahan jika ingin tetap bertahan di kasta tertinggi. Setiap poin kini memiliki nilai yang sangat krusial bagi kelangsungan tim.


Badai Cedera Perparah Situasi Tim

Gelandang Semen Padang, Irsyad Maulana, berusaha melewati bek Mitra Kukar, Roni Fatahilah, pada laga Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Kamis (14/3). Padang menang 2-0 atas Mitra. (Bola.com/Yoppy Renato)

Selain jadwal berat, Semen Padang juga dihadapkan pada masalah cedera pemain. Empat pilar utama tim saat ini masih dalam proses pemulihan.

Manajemen klub menyampaikan bahwa Alhassan Wakaso, Irsyad Maulana, Samuel Christianson, dan Wahyu Agong tengah menjalani penanganan medis. Kondisi ini jelas memengaruhi kekuatan tim di lapangan.

Alhassan Wakaso mengalami knee bursitis dengan estimasi pemulihan empat hingga enam pekan. Sementara Irsyad Maulana mengalami cedera serupa dengan waktu pemulihan dua hingga tiga pekan.

Samuel Christianson diperkirakan pulih dalam dua pekan akibat cedera otot. Sedangkan Wahyu Agong juga membutuhkan waktu serupa untuk pulih dari cedera hamstring.

Sumber: I.League

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya