Gerak Saham Apple Usai Pengumuman CEO Tim Cook Mengundurkan Diri

Berikut pergerakan saham Apple setelah CEO Apple Tim Cook mengundurkan diri.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 21 April 2026, 16:37 WIB
Saham Apple sedikit turun setelah jam perdagangan regular pada Senin, (20/4/2026) menyusul pengumuman CEO Apple Tim Cook akan mengundurkan diri. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Liputan6.com, Jakarta - Saham Apple sedikit turun setelah jam perdagangan regular pada Senin, (20/4/2026) menyusul pengumuman CEO Apple Tim Cook akan mengundurkan diri. Tim Cook akan diganti oleh John Ternus.

Berdasarkan data google finance, harga saham Apple melemah 0,55% menjadi USD 271,48 setelah jam perdagangan. Sedangkan perdagangan regular, saham Apple naik 1,04% menjadi USD 273,05. Harga saham Apple berada di level tertinggi USD 274,28 dan level terendah USD 270,29. Kapitalisasi pasar Apple mencapai USD 4,01 triliun.

Mengutip CNBC, Apple mengumumkan pada Senin, John Ternus akan menggantikan Tim Cook sebagai CEO. Tim Cook akan menjabat sebagai chairman pada 1 September.

John Ternus merupakan Senior Vice President of Hardware Engineering akan bergabung dengan dewan direksi Apple saat menjadi Chief Executive Officer. Ketua nonexecutive chairman Arthur Levinson akan menjadi direktur independent utama Apple.

"Cook akan melanjutkan perannnya sebagai CEO hingga musim panas sambil bekerja sama dengan Ternus untuk memastikan transisi yang lancar,” kata Apple.

Perseroan menyatakan dalam pengajuan dewan direksi telah membuat penunjukan tersebut pada Jumat pekan ini. Transisi ini adalah transisi CEO pertama bagi Apple sejak Cook yang kini berusia 65 tahun menggantikan Steve Jobs di pucuk pimpinan pada 2011, tak lama sebelum kematian Jobs.

Adapun Ternus akan menjadi CEO Apple ke-8. “Merupakan kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk menjadi CEO Apple dan dipercaya untuk memimpin perusahaan yang luar biasa ini,” kata Cook dalam sebuah pernyataan.

"Saya sangat mencintai Apple, dan saya sangat bersyukur telah memiliki kesempatan untuk bekerja dengan tim yang terdiri dari orang-orang yang cerdas, inovatif, kreatif, dan sangat peduli, yang selalu teguh dalam dedikasi mereka untuk memperkaya kehidupan pelanggan kami dan menciptakan produk dan layanan terbaik di dunia.”

Apple juga menyebutkan, Johny Srouji akan menjadi Chief Hardware Officer menggantikan Ternus dalam peran lebih luas. Srouji yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden senior teknologi perangkas keras perusahaan juga akan memimpin rekayasa perangkat keras.

Jelang Pensiun, Warren Buffett Pangkas Kepemilikan Saham Apple dan Beralih ke New York Times

Warren Buffett, Ketua dan CEO Berkshire Hathaway, menuju sesi pagi di Konferensi Allen & Company Sun Valley pada 13 Juli 2023 di Sun Valley, Idaho. (Kevin Dietsch/ Getty Images via AFP)

Sebelumnya, perusahaan investasi Berkshire Hathaway yang dipimpin investor legendaris Warren Buffett kembali menyesuaikan portofolio pada kuartal IV 2025. Menurut dokumen pengajuan sekuritas terbaru, Berkshire Hathaway mengurangi kepemilikan saham di Apple sekaligus membuka posisi investasi baru di The New York Times.

Berdasarkan data dari InsiderScore, dikutip dari CNBC, Rabu (18/2/2026), perusahaan yang berbasis di Omaha itu memangkas kepemilikan saham Apple sekitar 4,3% menjadi senilai USD 61,96 miliar. Meski terjadi pengurangan, Apple tetap menjadi kepemilikan saham terbesar Berkshire.

Pada kuartal III 2025, Berkshire juga mulai berinvestasi di Alphabet setelah sebelumnya memangkas posisi Apple secara signifikan sepanjang 2024. Buffett sendiri selama ini menilai Apple lebih sebagai perusahaan produk konsumen daripada perusahaan teknologi murni.

Kinerja saham Apple sebenarnya masih mencatat kenaikan sekitar 9% sepanjang 2025, namun tertinggal dibanding indeks S&P 500 yang melonjak lebih dari 16% pada periode sama. Tahun ini, saham Apple bahkan turun sekitar 3% dan sempat mencatat hari perdagangan terburuk sejak April 2025.

Belum diketahui apakah keputusan investasi terbaru berasal langsung dari Buffett atau dua manajer investasinya, yakni Todd Combs dan Ted Weschler. dan langkah tersebut bisa menjadi bagian dari upaya Buffett menyederhanakan portofolio agar lebih mudah dikelola oleh penerusnya.

 

 

Portofolio Berkshire

Miliarder atau Orang Terkaya Dunia Warren Buffet. Foto: Yuri Gripas/AFP

Selain Apple, Berkshire juga mengungkapkan kepemilikan saham senilai USD 351,7 juta dolar AS di The New York Times. Posisi tersebut relatif kecil dan berada di peringkat ke 29 dari total 41 saham yang dimiliki perusahaan.

Portofolio Berkshire masih didominasi saham sektor keuangan dan konsumsi, termasuk kepemilikan di American Express, Bank of America, Coca-Cola, Chevron, Moody’s, Occidental Petroleum, Chubb, dan Kraft Heinz.

Kuartal keempat menjadi periode terakhir Buffett memimpin Berkshire sebagai CEO. Mulai awal tahun ini, posisi tersebut resmi diambil alih oleh Greg Abel yang sebelumnya menjabat wakil ketua operasi non asuransi perusahaan.

Menjelang transisi kepemimpinan, sejumlah perubahan struktural juga terjadi. Todd Combs, yang sempat menjadi CEO Geico, keluar dari Berkshire pada Desember sebelum bergabung dengan JPMorgan Chase sebagai kepala inisiatif keamanan dan ketahanan pada Januari.

Buffett sebelumnya telah mengumumkan rencana ini dalam rapat tahunan Berkshire pada Mei tahun lalu. Meski tidak lagi menjabat CEO, ia tetap mempertahankan peran sebagai ketua dewan direksi perusahaan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya