Ketika Arus Deras Kali Manikin Memisahkan Kakak Beradik di Kupang

Korban tenggelam saat berusaha menyelamatkan adiknya yang terbawa arus deras saat mandi di kali.

oleh Ola KedaDiterbitkan 21 April 2026, 10:20 WIB
Korban saat ditemukan meninggal dunia (Foto: Ola Keda/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Sean A. Manggi (15), pelajar SMP di Kabupaten Kupang, NTT tewas terseret arus saat mandi di bendungan Kali Manikin, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Pelajar yang tinggal di Perumahan Pondok Indah Matani, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang ini awalnya hendak menyelamatkan adiknya yang terbawa arus saat sedang mandi.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 19 April 2026 siang sekitar pukul 11.30 wita. Kasus ini langsung dilaporkan Roy, ketua RT 017/RW 008, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah ke Polsek Kupang Tengah.

Kapolres Kupang, AKBP Rudi JJ Ledo, menuturkan, pada Minggu siang, korban dan beberapa rekannya Juventus Muda (12), Imanuel Nenotek (14), Garin Pollo Molle (15) dan Satria Manggi (10) datang ke bendungan kali Manikin Desa Mata Air sekitar pukul 10.30 wita untuk mandi.

Hanya Garin Pollo Molle yang tidak mandi. Garin memilih duduk di pinggir kali sambil melihat temannya mandi. Beberapa saat kemudian, Garin melihat Satria Manggi terbawa arus. Ia kemudian memberitahukan kepada teman yang lain agar segera menolong Satria.

Korban Sean Manggi lalu mengikuti dan berusaha untuk menarik adiknya, namun korban justru ikut terbawa arus. Melihat kejadian itu, Imanuel Nenotek mengambil sebatang bambu dari pinggir kali untuk menolong korban.

Ia memberikan ujung bambu kepada Satria dan berhasil diselamatkan. Imanuel Nenotel kemudian memberikan bambu ke korban Sean Manggi. Namun korban Sean sudah terbawa arus dan langsung menghilang.

Pascakejadian tersebut, Garin dan Imanuel langsung meminta bantuan ke beberapa warga sekitar untuk mencari korban yang tenggelam.

 

Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Korban saat ditemukan meninggal dunia (Foto: Ola Keda/Liputan6.com)

Anggota piket Polsek Kupang Tengah mendatangi lokasi kejadian. Saat itu korban sudah ditemukan oleh warga.

Polisi langsung mengevakuasi dan membawa korban ke RSUD SK Lerik Kota Kupang. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia setelah dilakukan tindakan medis di ruang IGD RSUD SK Lerik.

Keluarga korban menerima kematian korban sebagai musibah dan membuat surat penolakan otopsi..

"Kita sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya