Tiga Jalur Ini Tak akan Lagi Dilayani Kereta Diesel

PT KAI bersiap melakukan elektrifikasi di tiga jalur strategis: Jakarta–Cikampek, Jakarta–Cigombong, dan Jakarta–Rangkasbitung.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 20 April 2026, 22:40 WIB
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria mengunjungi Kantor KAI di Bandung, Jawa Barat, Senin (20/4/2026). (Dok PT KAI)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria mematangkan rencana penggunaan kereta rel listrik (KRL) di tiga jalur sekitar DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Ini jadi langkah elektrifikasi jalur yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Tiga jalur tersebut yakni yakni Jakarta–Cikampek, Jakarta–Cigombong, dan Jakarta–Rangkasbitung. Ketiganya yang dilayani KA Lokal Commuter Line berbahan bakar diesel akan diubah dengan KRL bertenaga listrik. Cara ini digadang untuk menghadirkan mobilitas yang efisien serta ramah lingkungan.

“Nah ini sudah berpuluh tahun, kita berharap tentu di tangan Bapak Presiden Prabowo, transformasi di sisi transportasi massal ini akan terjadi dan lokomotif di depannya adalah Kereta Api Indonesia," kata Dony saat menyambangi Kantor KAI di Bandung, Jawa Barat, mengutip keterangan resmi, Senin (20/4/2026).

Chief Operating Officer (COO) Danantara itu turut memastikan dukungan terhadap rencana elektrifikasi KAI tersebut. Jakarta-Cigombong merupakan jalur yang cukup strategis ke wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Sementara itu, jalur Jakarta-Cikampek akan mendekatkan akses ke kawasan Karawang, Jawa Barat. Lalu, Jakarta-Rangkasbitung ke wilayah Banten.

"Silakan apa yang dibutuhkan nanti Pak Dirut sampaikan, kita akan pastikan bahwa dukungan dari Danantara dan BP BUMN 100% akan mendukung seluruh transformasi yang akan dilakukan oleh Kereta Api Indonesia,” ujar Dony.

 

Pemguatan Kapasitas KRL di Jabodetabek

Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria mengunjungi Kantor KAI di Bandung, Jawa Barat, Senin (20/4/2026). (Dok PT KAI)

Pada kesempatan yang sama, turut dibahas optimalisasi kapasitas sarana dan prasarana khususnya di wilayah Jabodetabek, rencana replacement unit lokomotif, serta peremajaan dan modernisasi sarana dan teknologi.

Penguatan inovasi layanan dan penataan anak usaha, termasuk pengembangan angkutan barang melalui KAI Logistik dan kerja sama dengan INKA, juga menjadi bagian dari upaya mendorong efisiensi dan daya saing sektor perkeretaapian nasional.

Dony turut menegaskan pentingnya transformasi BUMN yang tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Transformasi tersebut harus dijalankan dengan tata kelola yang baik, mengedepankan transparansi, serta menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dalam setiap proses bisnis.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya