HKTI: Kalau Produksi Beras Naik, Swasembada Bukan Lagi Wacana

HKTI terus mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.

oleh Tim NewsDiterbitkan 19 April 2026, 16:39 WIB
Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Bachtiar Utomo (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bachtiar Utomo menyatakan dengan kondisi di lapangan yang menunjukkan stok cadangan beras pemerintah (CBP) melimpah memperkuat optimisme terhadap capaian swasembada komoditas tersebut.

“Pemerintah tidak bekerja berdasarkan asumsi. Fakta di lapangan menunjukkan cadangan beras pemerintah dalam kondisi sangat kuat. Gudang-gudang terisi optimal dan distribusi terpantau dengan baik,” kata Bachtiar seperti dilansir Antara, Minggu (20/4).

Bachtiar menilai berbagai kritik yang meragukan capaian swasembada beras tidak sejalan dengan kondisi riil di lapangan.

Menurut Bachtiar, kunjungan langsung Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono ke sejumlah gudang Perum Bulog menjadi bukti konkret kondisi pangan nasional.

Ia menekankan hasil pantauan langsung memperlihatkan stok beras nasional berada pada level tinggi, bahkan disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah. Kondisi itu mencerminkan kesiapan negara dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Selain itu, Bachtiar juga menyoroti peningkatan produksi nasional yang signifikan. Dalam satu tahun terakhir, produksi beras mengalami lonjakan yang cukup besar, didorong oleh perluasan area tanam, perbaikan infrastruktur irigasi, serta kebijakan yang lebih berpihak kepada petani.

“Ini bukan sekadar angka di atas kertas. Produksi meningkat nyata, panen bertambah, dan petani merasakan langsung dampaknya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan kombinasi antara stok yang melimpah dan produksi yang terus meningkat menjadi indikator kuat bahwa Indonesia berada di jalur yang benar menuju swasembada beras.

“Kalau stok penuh dan produksi naik, maka arah swasembada itu bukan lagi wacana, tetapi proses yang sedang berjalan dan semakin mendekati target,” lanjut Bachtiar.

 

Ketahanan Pangan

Ia menegaskan petani adalah pihak yang paling memahami kondisi riil produksi. Oleh karena itu, suara dan pengalaman mereka harus menjadi rujukan utama dalam menilai capaian sektor pangan nasional.

HKTI, lanjut Bachtiar, akan terus mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, termasuk memastikan sinergi antara produksi di tingkat petani dan pengelolaan cadangan nasional berjalan optimal.

“Yang kita butuhkan sekarang adalah menjaga momentum, bukan membangun narasi yang tidak sesuai kenyataan. Fakta sudah jelas: stok kuat, panen meningkat, dan swasembada semakin nyata,” tutupnya.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya