Australia dan Jepang Teken Proyek Kapal Perang Senilai Rp123 Triliun

Kesepakatan ini merupakan ekspor pertahanan terbesar Jepang di era modern dan menandai penguatan hubungan strategis kedua negara di kawasan Indo-Pasifik.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 20 April 2026, 13:02 WIB
Menteri Pertahanan Australia Richard Marles dan Menteri Pertahanan Jepang Koizumi Shinjiro menandatangani memorandum pembangunan tiga kapal perang di Melbourne, Australia, pada Sabtu (18/4/2026). (Dok. William West/AFP)

Liputan6.com, Canberra - Australia dan Jepang menandatangani kontrak pembangunan tiga kapal perang untuk Angkatan Laut Australia. Kapal-kapal ini merupakan bagian dari total 11 kapal dalam kesepakatan pertahanan senilai 10 miliar dolar Australia atau sekitar Rp123 triliun (1 AUD = Rp12.291) selama 10 tahun ke depan.

Menteri Pertahanan Australia Richard Marles dan Menteri Pertahanan Jepang Koizumi Shinjiro membuat pengumuman tersebut di Melbourne pada Sabtu (18/4/2026) dalam upacara penandatanganan kesepakatan pembangunan kapal perang kelas Mogami.

"Memorandum Mogami" menegaskan komitmen untuk memperdalam hubungan militer, termasuk melalui kerja sama industri yang lebih erat di bidang pertahanan.

Perusahaan Jepang Mitsubishi Heavy Industries akan membangun tiga fregat siluman tersebut di Prefektur Nagasaki bagian selatan, sementara perusahaan Australia Austal akan membangun delapan kapal lainnya di Australia Barat.

Kapal perang pertama yang dibangun di Jepang dijadwalkan akan dikirim pada 2029 dan mulai beroperasi pada 2030.

"Kekuatan kapal perang kami di laut kini lebih penting dibandingkan kapan pun dalam beberapa dekade terakhir," kata Marles seperti dikutip dari Al Jazeera.

"Kapal fregat serbaguna ini akan membantu mengamankan jalur perdagangan laut serta wilayah perairan di bagian utara Australia, sebagai bagian dari armada tempur laut yang lebih besar dan lebih mematikan."

Koizumi menyatakan bahwa koordinasi pertahanan yang lebih erat menjadi semakin penting karena Australia dan Jepang menghadapi "lingkungan keamanan yang semakin berat".

 

Modernisasi Angkatan Laut

Pemerintah Australia tahun lalu mengumumkan bahwa mereka memilih Mitsubishi Heavy Industries untuk membangun armada kapal perang generasi berikutnya, setelah persaingan penawaran antara perusahaan yang berbasis di Tokyo tersebut dan perusahaan Jerman, Thyssenkrupp.

Australia telah berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran militer sebesar USD 305 miliar dalam satu dekade ke depan, sebagai bagian dari perombakan luas di sektor pertahanan yang bertujuan meningkatkan kekuatan angkatan laut negara tersebut ke tingkat yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II.

Di bawah rencana tersebut, pengeluaran pertahanan Canberra diperkirakan akan meningkat menjadi 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2033, dari sekitar 2 persen saat ini.

Australia dan Jepang, dua sekutu terdekat Amerika Serikat (AS), telah meningkatkan kerja sama militer dalam beberapa tahun terakhir di tengah kekhawatiran bersama terhadap perubahan lingkungan keamanan kawasan, khususnya meningkatnya pengaruh China. Tokyo dan Canberra sendiri merupakan anggota blok keamanan Quad yang dipimpin oleh AS.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya