Liputan6.com, Pyongyang - Korea Utara menembakkan sejumlah rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Timur pada Minggu (19/4). Demikian menurut keterangan militer Korea Selatan.
Kepala Staf Gabungan (Joint Chiefs of Staff/JCS) Korea Selatan menyatakan bahwa pihaknya mendeteksi peluncuran rudal dari wilayah Sinpho di Korea Utara sekitar pukul 06.10 waktu setempat. Rudal-rudal tersebut diketahui menempuh jarak sekitar 140 kilometer.
Advertisement
"Militer kami terus memantau dengan cermat berbagai pergerakan Korea Utara dalam kerangka postur pertahanan gabungan Korea Selatan–Amerika Serikat (AS) yang kuat, serta mempertahankan kemampuan dan kesiapan untuk merespons setiap provokasi secara tegas," demikian pernyataan JCS seperti dikutip dari kantor berita Yonhap.
"Otoritas intelijen Korea Selatan dan AS telah melacak aktivitas yang berkaitan dengan peluncuran tersebut dan juga membagikan informasi terkait kepada pihak Jepang."
Sebelumnya, Korea Utara terakhir kali menembakkan beberapa rudal balistik jarak pendek pada 8 April, dalam dua peluncuran yang jarang terjadi dalam satu hari. Sehari sebelumnya, Korea Utara meluncurkan proyektil yang tidak teridentifikasi, namun proyektil tersebut menghilang tidak lama setelah diluncurkan, yang diduga merupakan kegagalan.
Setelah rangkaian peluncuran selama dua hari tersebut, media pemerintah Korea Utara melaporkan bahwa negara itu telah menguji coba rudal balistik taktis yang dilengkapi dengan hulu ledak bom klaster. Media yang sama mengklaim bahwa rudal tersebut mampu menghanguskan target apa pun dalam jangkauannya dengan kekuatan penghancur berintensitas tinggi.
Media pemerintah juga melaporkan bahwa Pyongyang melakukan uji coba sistem senjata elektromagnetik serta bom tiruan berbahan serat karbon yang dirancang untuk menyebar, sekaligus memverifikasi keandalan tempur sistem rudal antipesawat jarak pendek bergerak. Hal ini memunculkan pandangan bahwa peluncuran terbaru kemungkinan merupakan bagian dari rangkaian uji coba senjata tersebut.