Jadi Olahraga Prestasi, Turnamen Domino Diikuti Atlet dari 17 Provinsi

Turnamen Domino diikuti atlet dari 17 provinsi di Surabaya. Domino kini diakui sebagai olahraga prestasi.

oleh ThomasDiterbitkan 18 April 2026, 14:00 WIB
Turnamen olahraga domino di Surabaya

Liputan6.com, Jakarta - Domino telah resmi diakui sebagai olahraga prestasi. Turnamen domino pun semakin banyak. PB PORDI (Persatuan Olahraga Domino Indonesia) menggelar Surabaya Domino Tournament 2026 pada 18–19 April 2026 di Grand City Convention Hall.

Turnamen ini sekaligus menandai babak baru bagi permainan domino di Indonesia yang kini secara resmi diarahkan menjadi cabang olahraga prestasi berbasis intelektual.

Acara ini sendiri hadir melalui Kerjasama antara PB PORDI, PORDI Jatim, Koni Jatim, Pemerintah Provinsi Jatim dan Pemerinta kota Surabaya. Selain itu juga dukungan dari sponsor yaitu Higgs Games Island (HGI).

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil, Ketua Umum PB PORDI Andi Jamaro Dulung, Ketua Pengprov PORDI Jawa Timur Muhammad Alyas, serta Perwakilan HGI Ray turut membuka secara resmi turnamen yang digelar pada 18–19 April 2026 ini.

Turnamen skala nasional ini berhasil menyedot perhatian luar biasa dengan kehadiran atlet domino dari 17 provinsi di Indonesia. Peserta mencapai 1.536 orang atau 768 pasangan yang memperebutkan hadiah hingga Rp200 juta.

“Olahraga domino ini yang mempunyai induk organisasi mulai dari pusat, provinsi, kota/kabupaten, ini merupakan suatu olahraga yang bisa dipertanggungjawabkan, bisa diikuti oleh semuanya,” kata Armuji dalam sambutannya di Grand City Convention Hall, Sabtu (18/4).

Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Jawa Timur, M Alyas, mengungkapkan bahwa masifnya jumlah peserta memberikan dampak instan pada sektor ekonomi lokal, terutama di sektor akomodasi.

“Yang hadir ini mewakili 17 provinsi dan InsyaAllah penginapan-penginapan di sekitar lokasi penyelenggaraan ini telah terisi maksimal. Hari ini bisa kita saksikan peserta yang hadir ada 512 pasang atau kurang lebih 1000 orang hari ini berkumpul di Surabaya. Mudah-mudahan acara ini menjadi motivasi bagi kami agar bisa lebih memasyarakatkan lagi domino sebagai Olahraga,” ujar M Alyas saat memberikan sambutan pembukaan dilansir Antara.


Cocok untuk Masyarakat Indonesia

Pembukaan Turnamen Domino di Surabaya

Pandangan bahwa domino hanyalah permainan pengisi waktu luang kini mulai terkikis. Ketua KONI Jawa Timur, Drs Muhammad Nabil, M.Si, menilai karakteristik domino sangat sejalan dengan olahraga kecerdasan lainnya yang sudah lama diakui dunia internasional.

Lanjut Baca:

“Ini adalah upaya untuk menampung dan menyalurkan bakat-bakat anak-anak kita yang belum dapat tersalurkan dengan baik, biasanya hanya main di poskamling saja, di warung kopi saja, bahkan saya pikir olahraga domino ini juga memerlukan tenaga yang sama dengan olahraga lain seperti bridge atau catur, mereka pasti memerlukan kecerdasan dan IQ yang bagus,” tegas Muhammad Nabil. Secara teknis, domino menuntut kemampuan analisis pola, strategi mendalam, dan konsentrasi tinggi. Dalam tekanan kompetisi, pemain harus mengambil keputusan cepat yang melibatkan logika matematika dan probabilitas, menjadikannya sejajar dengan disiplin intelektual lainnya. “Melalui turnamen besar seperti hari ini, kami ingin menegaskan bahwa domino memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang sebagai olahraga yang kredibel setara dengan cabang olahraga lainnya dan layak mendapatkan pengakuan resmi serta tempat terhormat di masyarakat,” pungkas Ray dari HGI

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya