Jakarta Bhayangkara Presisi Lawan LavAni di Grand Final Proliga 2026

Grand final Proliga 2026 mempertemukan juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan Jakarta LavAni Livin Transmedia.

oleh Bogi TriyadiDiterbitkan 17 April 2026, 19:53 WIB
Jakarta Bhayangkara Presisi mengalahkan Jakarta Garuda Jaya 3-0 (25-20, 27-25, 25-19) pada laga pekan ketiga putaran kedua final four Proliga 2026 di GOR Jatidiri, Semarang, Jumat (17/4). (foto: PBVSI)

Liputan6.com, Jakarta - Juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi menghadapi Jakarta LavAni Livin Transmedia di grand final Proliga 2026. Partai puncak akan dimainkan di GOR Among Rogo, Yogyakarta, 24 sampai 26 April.

Kepastian Bhayangkara Presisi lolos ke grand final usai Surabaya Samator dikalahkan LavAni 0-3 (15-25, 21-25, 21-25) pada pekan ketiga putaran kedua final four di GOR Jatidiri, Semarang, Kamis (16/4).

Tetapi sebelum bertemu di grand final, Bhayangkaran Presisi bakal menghadapi LavAni pada laga terakhir putaran kedua final four, Minggu, 16 April. Laga ini akan menjadi penentu siapa yang tampil sebagai juara putaran kedua setelah sama-sama mengoleksi dua kemenangan.

Meski sudah mendapat tiket grand final, Bhayangkara Presisi tetap tampil solid saat melawan Jakarta Garuda Jaya. Nizar Zulfikan dan kolega menang telak 3-0 (25-20, 27-25, 25-19) di GOR Jatidiri, Semarang, Jumat (17/4).

Meski menang, pelatih Bhayangkara Presisi Reidel Toiran menegaskan laga tidak berlangsung mudah. Diakuinya, Garuda Jaya sempat memberikan tekanan hebat, terutama pada set kedua. Namun, kematangan mental berbicara.

"Saya puas karena tim bermain sesuai instruksi. Meski sempat ditekan hebat di set kedua, anak-anak tetap tenang dan mampu membalikkan keadaan," kata Toiran.

Baginya, tiket final ini adalah langkah awal untuk menuntaskan misi besar: mempertahankan singgasana juara. Terkait laga terakhir lawan LavAni, Toiran berencana merotasi pemainnya.

"Tujuan awal kami adalah final. Sekarang saatnya memberikan jam terbang bagi pemain muda untuk menjaga kebugaran pilar utama sebelum bentrok di grand final," ucap ahli taktik asal Kuba itu.

Ini menjadi pertemuan ketiga beruntun Bhayangkara Presisi dengan LavAni pada laga grand final. Tim milik Polri itu sukses mengalahkan LavAni pada dua edisi grand final sebelumnya.

Setter Bhayangkara Presisi Alvin Daniel memasang target tinggi untuk mencetak sejarah baru di Proliga. "Lega rasanya bisa menang hari ini. Fokus kami sekarang adalah mempertahankan gelar dan menciptakan hattrick juara," tegas Alvin.

 

 


Koordinasi Belum Padu

Jakarta Bhayangkara Presisi menang atas Jakarta Garuda Jaya 3-0 (25-20, 27-25, 25-19) pada laga pekan ketiga putaran kedua final four Proliga 2026 di GOR Jatidiri, Semarang, Jumat (17/4). (foto: PBVSI)

Pelatih Jakarta Garuda Jaya Nur Widiyanto mengatakan kekalahan timnya dari Bhayangkara Presisi menjadi bahan evaluasi serius bagi timnya. Dia menyebut bahwa kondisi fisik Fauzan Nibras dan kawan-kawan sebenarnya sedang prima. Namun, mereka "runtuh" karena komunikasi di lapangan.

Lanjut Baca:

"Kami sering tertinggal poin karena koordinasi yang belum padu. Ini pelajaran berharga bagi pemain muda kami," ungkap Nur Widayanto. Meski gagal ke grand final, semangat Garuda Jaya belum padam. Dawuda Alahiwassalam menegaskan timnya akan langsung mengalihkan fokus untuk memperebutkan posisi ketiga melawan Samator. "Kami akan habis-habisan (fight) melawan Samator. Kami ingin menutup musim ini dengan kepala tegak," pungkas bintang Garuda Jaya itu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya