Liputan6.com, Jakarta - Spekulasi mengenai kembalinya Xabi Alonso ke Anfield sebagai manajer Liverpool kembali mencuat, menghadirkan potensi perubahan besar di tubuh klub. Kabar ini muncul di tengah tekanan signifikan yang dihadapi pelatih kepala saat ini, Arne Slot, menyusul performa tim yang mengecewakan sepanjang musim 2025/2026 di berbagai kompetisi. Jika Xabi Alonso benar-benar mengambil alih kursi manajerial, perombakan besar diyakini akan terjadi pada skuad The Reds, berpotensi mengancam posisi dua bintang Liverpool dan beberapa pemain kunci lainnya yang bisa didepak seketika.
Situasi ini menjadi sorotan utama di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola, mengingat Alonso adalah mantan pemain Liverpool yang memiliki ikatan emosional kuat dengan klub. Tekanan terhadap Slot semakin meningkat setelah serangkaian hasil buruk, membuat masa depannya di Anfield menjadi tanda tanya besar. Potensi kedatangan Alonso tidak hanya akan mengubah arah taktis tim, tetapi juga memicu spekulasi tentang nasib sejumlah pemain yang mungkin tidak masuk dalam rencana sang pelatih baru.
Advertisement
Perkembangan ini terjadi di tengah musim yang sulit bagi Liverpool, yang telah kehilangan peluang meraih trofi di beberapa ajang penting. Masa depan klub kini bergantung pada keputusan manajemen dan bagaimana mereka akan menanggapi tekanan untuk melakukan perubahan di kursi kepelatihan.
Masa Depan Arne Slot di Ujung Tanduk
Arne Slot resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Liverpool pada 20 Mei 2024, efektif mulai 1 Juni 2024, menggantikan Jürgen Klopp yang mengundurkan diri. Namun, pada musim 2025/2026, posisinya berada di bawah tekanan signifikan akibat performa tim yang mengecewakan. Liverpool tersingkir dari Liga Champions oleh Paris Saint-Germain dengan agregat 0-4 di perempat final.
Selain itu, The Reds juga tersingkir dari Carabao Cup oleh Crystal Palace dan dari Piala FA oleh Manchester City. Di Premier League, Liverpool saat ini menduduki posisi kelima dengan enam pertandingan tersisa, tiga poin di belakang Manchester United yang berada di posisi ketiga. Tim ini bahkan mencatatkan 17 kekalahan musim ini dan berjuang untuk finis di lima besar.