Manfaatkan Tanggal Merah di Mei 2026 untuk Berlibur, Ini Keuntungannya

Ada beberapa tanggal merah pada Mei 2026. Saat tepat untuk dimanfaatkan untuk berlibur.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 17 April 2026, 13:00 WIB
Ilustrasi Kalender (Sumber Foto: cloudfront.net)

Liputan6.com, Jakarta - Deretan tanggal merah di Mei 2026 jadi momen yang ditunggu banyak orang untuk sejenak menjauh dari rutinitas. Bukan sekadar kesempatan berlibur, waktu jeda ini juga punya manfaat nyata bagi kesehatan, terutama dalam membantu meredakan stres dan memulihkan energi yang terkuras akibat aktivitas harian.

Merujuk Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang tertuang dalam Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025, pada Mei 2026 ada empat hari libur nasional yakni:

  • 1 Mei 2026 (Jumat): Hari Buruh Internasional
  • 14 Mei 2026 (Kamis): Kenaikan Yesus Kristus
  • 27 Mei 2026 (Rabu): Iduladha 1447 H
  • 31 Mei 2026 (Minggu): Hari Raya Waisak 2570 BE

Bila melihat tanggal merah di atas, ada yang menjadi akhir pekan yang panjang seperti pada 1 Mei 2026. Namun, jika ingin libur lebih panjang bisa juga memilih saat Kenaikan Yesus Kristus dengan ditambah mengambil cuti pada hari Jumat. 

Anda bisa memanfaatkan waktu libur di bulan Mei 2026 untuk liburan bersama keluarga atau sendiri. Memberi jeda dari rutinitas bisa membantu menurunkan stres, memperbaiki kualitas tidur, hingga memulihkan energi, sehingga tubuh dan pikiran terasa lebih siap saat kembali beraktivitas.

Merujuk pada studi yang dilakukan Ferguson dkk pada 2023, para peneliti menemukan bahwa liburan meningkatkan tidur harian, aktivitas fisik ringan, dan aktivitas fisik sedang hingga berat.

Bahkan, efek tidur pasca liburan ini berlangsung selama 2 minggu seperti mengutip Psychology Today, Jumat (17/4/2026).

 

Kreativitas dan Inovasi Bertambah

Ilustrasi Wadah Telur. (Foto: AI)

Menurut Robert Kriegel penulis How to Succeed in Business Without Working So Damn Hard, karyawan akan mendapatkan ide-ide menarik malah saat jauh dari pekerjaan.

Tidak adanya tekanan saat liburan membuat karyawan bebas mengeluarkan kreativitasnya. Hal ini selaras dengan pernyataan psikolog asal Los Angeles, Robert R Butterworth. 

"Jika Anda bekerja di dunia kreatif, istirahatkan pikiran Anda sebentar yang memungkinkan menyegarkan sel-sel pikiran Anda," Butterworth.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya