Liputan6.com, Jakarta - Perkenalan yang berujung asmara justru membawa petaka bagi Sri Mulyani (29). Warga Kampung Pangauban, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat ini justru menjadi korban pencurian kendaraan bermotor atau curanmor yang dilakukan oleh teman dekatnya, Hadi yang belum lama dikenalnya.
Kasus ini mencuat setelah sepeda motor milik adik Sri, yang saat itu dipinjam korban, raib dibawa kabur oleh pelaku. Laporan terkait peristiwa tersebut telah masuk ke Polsek Batujajar dan sempat viral di media sosial usai rekaman CCTV kejadian beredar luas.
Advertisement
Dalam video yang beredar, pelaku tampak tenang meninggalkan lokasi dengan mengendarai motor milik korban. Ironisnya, sebelum kejadian itu, ia sempat datang ke rumah Sri dan berinteraksi akrab dengan keluarganya, bahkan ikut makan bersama.
Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, memastikan laporan korban sudah diterima dan saat ini tengah diproses oleh pihak kepolisian.
“Benar, kami telah menerima laporan terkait dugaan penipuan atau penggelapan. Seorang pria diduga membawa kabur kendaraan milik keluarga perempuan yang disebut sebagai pacarnya,” ujar Gofur saat dikonfirmasi.
Dia menjelaskan kronologinya. Sri Mulyani dikenalkan dengan Hadi melalui seorang tetangga bernama Imas. Hubungan keduanya kemudian berkembang. Hadi beberapa kali berkunjung ke rumah Sri.
“Pada hari kejadian, pelaku mengajak korban berbelanja pakaian. Untuk keperluan itu, korban meminjam sepeda motor milik adiknya,” jelasnya.
Motor Dibawa Kabur
Setibanya di sebuah toko pakaian di wilayah Batujajar Barat, Sri bersama anaknya masuk ke dalam toko. Sementara itu, Hadi menunggu di luar. Namun saat korban selesai berbelanja, Hadi sudah tidak berada di tempat dan membawa kabur motor tersebut.
Upaya menghubungi Hadi tidak membuahkan hasil lantaran nomor teleponnya sudah tidak aktif. Merasa dirugikan, Sri bersama keluarganya langsung melaporkan kejadian itu ke polisi.
Hingga kini, aparat Polsek Batujajar bersama Satreskrim Polres Cimahi masih melakukan penyelidikan. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, serta menelusuri rekaman CCTV guna mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
“Kami terus mendalami kasus ini dan tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat,” tegas Gofur.