Masa Depan Marcus Rashford di Barcelona Terancam, MU Tolak Turunkan Harga

Barcelona ragu permanenkan Marcus Rashford karena harga tinggi dari MU dan performa yang menurun. Simak dilema transfer sang pemain di Catalunya di sini.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 17 April 2026, 11:17 WIB
Penyerang Barcelona, Marcus Rashford, berselebrasi setelah mencetak gol ke gawang Olympiakos pada pada laga Liga Champions di Estadi Olimpic Lluis Companys, Rabu (22/10/2025) dini hari WIB. (Josep Lago/AFP) AFP

Liputan6.com, Jakarta - Nasib Marcus Rashford bersama Barcelona dikabarkan berada di ujung tanduk. Nama penyerang Inggris ini terus menjadi topik pembicaraan yang intens di wilayah Catalunya sepanjang musim berlangsung.

Walaupun pada awalnya mendapatkan kepercayaan dari pelatih Hansi Flick, posisi Rashford kini mulai tergeser. Dalam kontrak peminjamannya dari Manchester United, terdapat klausul opsi pembelian permanen dengan nilai sebesar 30 juta Euro.

Pihak Manchester United dilaporkan tidak bersedia memberikan potongan harga sedikit pun. Klub berjuluk Setan Merah tersebut tetap teguh pada angka tersebut, mengingat Rashford masih memiliki sisa kontrak selama dua tahun di Old Trafford.

Pihak manajemen Barcelona sebenarnya telah berupaya melakukan negosiasi ulang terkait nilai transfer sang pemain. Namun, mengutip laporan Marca, penolakan keras dari Manchester United membuat manajemen Blaugrana mulai ragu untuk mempertahankannya.


Dilema Harga Tinggi dan Sikap Keras Man United

Pemain Barcelona, Marcus Rashford, menggiring bola ke depan dalam pertandingan Liga Spanyol melawan Atletico Madrid di Madrid, Spanyol, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Bernat Armangue)

Manchester United tetap pada pendiriannya untuk tidak berkompromi mengenai nilai jual Rashford. Sikap kaku ini menjadi tantangan besar bagi Barcelona yang saat ini tengah melakukan efisiensi keuangan.

Sejak Januari lalu, spekulasi mengenai keinginan Barca untuk menawar harga sudah mulai mencuat. Sayangnya, proses negosiasi tersebut tidak membuahkan hasil karena tingginya tuntutan yang ditetapkan oleh pihak Old Trafford.

Memasuki bulan Maret, keraguan serius mulai muncul dari pihak klub asal Catalan tersebut. Padahal, Marcus Rashford sendiri sempat mengungkapkan keinginannya secara terbuka untuk bertahan lebih lama di Spanyol.

Hansi Flick bersama Deco dijadwalkan akan mengadakan pertemuan yang sangat penting dalam waktu dekat. Fokus utama pertemuan tersebut adalah mengevaluasi apakah sang pemain layak dipertahankan secara permanen. Keputusan dari diskusi inilah yang akan menentukan masa depan Rashford.


Performa Menurun dan Kegagalan di Liga Champions

Marcus Rashford beraksi dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Barcelona vs Atletico Madrid di Camp Nou, 9 April 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

Opsi untuk mempermanenkan status Rashford kini terancam dibatalkan sepenuhnya. Manajemen klub menilai bahwa banderol 30 juta Euro tidak sejalan dengan kontribusi yang diberikan Rashford saat ini.

Barcelona menuntut bukti kualitas yang sepadan jika mereka harus mengucurkan dana besar. Faktanya, Rashford tercatat hanya mampu mencetak dua gol dalam 16 laga terakhir, sebuah catatan yang dinilai jauh di bawah standar klub.

Titik balik keraguan klub terjadi saat pertandingan melawan Atletico Madrid di Liga Champions. Pada laga leg pertama di Camp Nou, Rashford dianggap gagal memanfaatkan tiga peluang bersih di depan gawang.

Kekecewaan ini berlanjut pada leg kedua, di mana Hansi Flick memutuskan untuk mendudukkannya di bangku cadangan. Kombinasi antara krisis finansial klub dan minimnya produktivitas di lapangan membuat opsi pembelian permanen menjadi sulit terwujud.

Hingga kini, keputusan resmi terkait masa depan sang pemain memang belum diumumkan. Namun, sinyal dari kebijakan internal klub menunjukkan kemungkinan besar Rashford akan segera dipulangkan ke Inggris.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya