9 Potret Wardrobe Rumah Marshanda yang Jadi Arsip Perjalanan Gaya Hidupnya

Berikut 9 potret wardrobe Marshanda saat proses decluttering, isi lemarinya jadi sorotan. Ternyata ini dampaknya pada gaya hidupnya.

oleh Rizka Nur Laily MuallifaDiterbitkan 16 April 2026, 14:57 WIB
Potret Wardrobe Rumah Marshanda (Foto: Instagram @marshed.things dan @marshanda99)

Liputan6.com, Jakarta - Marshanda cukup rutin melakukan decluttering pakaian di rumahnya, terutama saat koleksi sudah terasa menumpuk. Kebiasaan ini bukan tanpa alasan, karena ia termasuk sosok yang aktif bereksperimen dengan gaya personal. Namun di sisi lain, jumlah koleksi yang terus bertambah membuat sistem penyimpanan harus terus beradaptasi.

“Gue itu belajar kalau dalam hukum alam, salah satunya berbunyi law of vacuum. Artinya kalau kita mengosongkan sebuah ruangan, maka alam tidak akan membiarkan ruang itu kosong. Otomatis akan diisi tanpa kita sadari atau kita sengaja, dengan decluttering ini gue berharap akan terisi entah rezeki baru, pokonya apa aja yang bermanfaat buat gue,” ungkap Marshanda dikutip Liputan6.com dari Instagram @marshed.things pada Kamis (16/4/2026).

Ia juga dikenal sebagai penganut slow fashion yang gemar memakai ulang pakaian, bahkan untuk tampil di acara publik seperti podcast atau kegiatan profesional lainnya. Sejumlah item dalam lemarinya telah dimiliki selama bertahun-tahun, bahkan ada yang usianya mencapai belasan tahun. Berikut sembilan potret wardrobe di rumah Marshanda yang bukan hanya jadi tempat penyimpanan, tetapi juga arsip perjalanan gaya hidupnya.


1. Area Lemari Utama: Sistem Terbuka yang Memudahkan Akses

Potret Wardrobe Rumah Marshanda (Foto: Instagram @marshed.things dan @marshanda99)

Area lemari utama langsung menunjukkan karakter wardrobe Marshanda yang menggunakan konsep open wardrobe tanpa pintu. Semua pakaian terlihat jelas, membuat proses memilih outfit menjadi lebih cepat dan efisien. Sistem ini juga memudahkan dalam melihat keseluruhan koleksi tanpa harus membuka satu per satu lemari tertutup.

Hanging rail ganda menjadi solusi untuk memaksimalkan ruang vertikal dengan membagi kategori pakaian. Bagian atas digunakan untuk pakaian panjang seperti dress dan outer, sementara bagian bawah untuk celana atau atasan pendek. Di sisi kiri, rak vertikal dimanfaatkan untuk pakaian lipat seperti kaos dan knitwear yang disusun berdasarkan kategori.


2. Walk-in Closet Luas dengan Tanda Overcapacity

Potret Wardrobe Rumah Marshanda (Foto: Instagram @marshed.things dan @marshanda99)

Wardrobe ini ternyata merupakan walk-in closet penuh yang memanfaatkan satu ruangan khusus. Zoning area terlihat jelas, di mana sisi kiri digunakan untuk outerwear dan statement pieces. Bagian tengah menjadi area sirkulasi, meskipun terlihat mulai dipenuhi “overflow” pakaian.

Di sisi kanan terdapat rak tambahan dan storage box untuk menampung barang lain. Kehadiran standing mirror dengan frame kayu menjadi focal point sekaligus memberi ilusi ruang lebih luas. Namun, terlihat jelas indikasi overcapacity karena beberapa pakaian sudah tidak tertampung rapi.

Lanjut Baca:

Zona ini berfungsi sebagai pusat aktivitas styling dengan full body mirror yang dipasang langsung ke dinding. Cermin ini sangat penting untuk memastikan outfit terlihat proporsional sebelum digunakan. Selain itu, kehadirannya juga membantu menciptakan ilusi ruang yang lebih luas. Di tengah ruangan terdapat ottoman bulat yang multifungsi, mulai dari tempat duduk hingga area melipat pakaian. Rak sepatu transparan di sisi kanan memudahkan visualisasi koleksi sehingga tidak perlu membongkar untuk mencari pasangan tertentu. Area ini menjadi “styling hub” utama meski mulai terasa penuh.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya