Proliga 2026: Surabaya Samator Bakal Habis-habisan Lawan LavAni

Surabaya Samator hanya punya peluang tipis. Tapi mereka siap mati-matian melawan LavVani pada lanjutan Proliga 2026.

oleh Felek WahyuDiterbitkan 16 April 2026, 13:28 WIB
Jumpa pers Proliga 2026

Liputan6.com, Jakarta - Final Four Proliga 2026 seri ketiga atau pekan terakhir putaran kedua di GOR Jatidiri Semarang, dipastikan akan berlangsung ketat. Laga yang dibuka dengan di tim putra antara Jakarta LavAni Livin' Transmedia vs Surabaya Samator akan berlangsung panas.

Jakarta LavAni Livin' Transmedia yang hampir memastikan diri maju pada Final yang akan digelar pekan depan di GOR Anong Rogo, Yogyakarta tetap menunjukkan permainan kertas saat menjamu Samator. Didukung ribuan pendukung sekaligus bermain di depan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) partai pembuka akan menjadi magnet permainan yang disiarkan langsung moji dan Vidio.com.

Selain itu, laga di Semarang ini akan menentukan gelar juara final four putaran kedua, baik putra maupun putri, yang akan memperebutkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 60 juta.

Tim putra yang akan memperebutkan gelar juara putaran kedua yang berpeluang adalah Jakarta LavAni Livin' Transmedia dan juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi.

Tim LavAni mengaku siap meraih kemenangan, karena semua pemain kondisi baik.

"Meskipun pada laga di Solo, beberapa pemain cedera, tapi di Semarang ini sudah membaik dan siap tampil," ujar Jon Zulfikar, ofisial tim LavAni.


Peluang Tipis Samator

Jumpa pers Proliga 2026

Menurutnya, meski tim asuhan David Lee itu sudah memastikan ke grand final, namun LavAni siap meraih kemenangan di sisa dua laga di Semarang.

Dilain sisi, kendati memiliki peluang tipis ke grand final di Yogyakarta dan salah satu pemain adalah alami cedera, Samator tetap tampil agresif menjamu LavAni.

"Peluang kami tipis di Semarang ini, tapi kami akan tampil semangat," ujar manajer Samator, Hadi Sampurno.

Salah satu tim yang cukup lama di Proliga ini, tampil tanpa kaptennya, Rama Fazza Fauzan yang mengalami cedera tangan saat tampil di Surabaya, dua pekan lalu. Cedera yang dialami Rama, menurut Hadi membuat perubahan signifikan pada tim asuhannya. Saat ada Rama, permainan terkonsentrasi ke Rama, namun permainan saat ini merata.

"Di data statistik, ternyata pembagian bola merata ke semua pemain. Tidak seperti waktu ada Rama, bola terfokus pada Rama. Tapi memang kalau ada Rama, bisa lebih baik lagi," kata Hadi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya