Sosok Hery Susanto, Baru Hitungan Hari Jadi Ketua Ombudsman Kini jadi Tersangka di Kejagung

Hery Susanto, resmi ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) saat dirinya belum sepekan menjabat sebagai Ketua Ombudsman RI.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 16 April 2026, 13:14 WIB
Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) periode 2026–2031, Hery Susanto resmi ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Kamis siang (16/4/2026). Dia ditangkap saat belum sepekan memimpin Ombudsman RI. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Belum genap sepekan menduduki kursi jabatan tertinggi, Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) periode 2026–2031, Hery Susanto, resmi ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Kamis siang (16/4/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, Hery keluar dari Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) sekitar pukul 11.19 WIB. Ia tampak mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda dengan tangan terborgol.

BACA JUGA: Belum Seminggu Menjabat, Ketua Ombudsman Ditangkap Kejagung

Menarik perhatian, di balik rompi tersebut, Hery masih mengenakan kaos biru. Diapit ketat oleh sejumlah petugas, ia langsung digelandang menuju mobil tahanan tanpa memberikan pernyataan sedikit pun kepada awak media.

Penahanan ini memicu kehebohan lantaran Hery baru saja dilantik sebagai Ketua Ombudsman RI pada awal April 2026. Ia naik memimpin lembaga tersebut bersama jajaran anggota baru untuk masa bakti lima tahun ke depan, menggantikan kepengurusan lama yang sebelumnya dipimpin oleh Mokhammad Najih.

Hingga saat ini, pihak Kejaksaan Agung masih belum bersedia buka suara mengenai detail perkara yang menjerat pria kelahiran Cirebon tersebut. Publik masih menunggu pernyataan resmi terkait konstruksi kasus yang membuat pejabat baru ini langsung berurusan dengan hukum sesaat setelah mengucapkan sumpah jabatan.

 

Perjalanan Karier dan Sosok Hery Susanto

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto ditangkap Kejaksaan Agung. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Hery Susanto sebenarnya bukan orang baru di lingkungan Ombudsman. Sebelum terpilih sebagai Ketua melalui uji kelayakan dan kepatutan di Komisi II DPR RI pada Januari 2026 lalu, ia merupakan petahana yang menjabat sebagai Anggota Ombudsman RI periode 2021–2026.

Sosok yang lahir pada 9 April 1975 ini memiliki latar belakang pendidikan doktoral pada Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup di Universitas Negeri Jakarta.

Sebelum bergabung dengan Ombudsman, Hery telah memiliki pengalaman panjang di bidang kebijakan publik dan advokasi. Perjalanan kariernya dimulai dari peran strategis sebagai Tenaga Ahli Anggota DPR RI Komisi IX pada periode 2014–2019. Selain itu, ia juga memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat di organisasi kemasyarakatan, termasuk menjabat sebagai Direktur Eksekutif Komunal selama dua periode dari tahun 2004 hingga 2014.

Reputasinya di bidang jaminan sosial juga terbangun saat ia dipercaya menjadi Ketua Umum Koordinator Nasional Masyarakat Peduli BPJS periode 2016–2021. Di saat yang bersamaan, ia juga aktif di organisasi alumni mahasiswa sebagai Ketua Bidang Kesehatan Pengurus Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) untuk masa jabatan 2017–2022.

 

Fokus Pengawasan dan Visi Eptahelix

Presiden Prabowo Subianto melantik sembilan anggota Ombudsman RI periode 2026–2031 (Istimewa)

Selama bertugas sebagai pengawas negara, Hery dikenal sangat fokus pada sektor kemaritiman, investasi, dan energi. Ia adalah salah satu tokoh yang paling gencar menyuarakan penguatan kelembagaan melalui revisi Undang-Undang Ombudsman demi menekan angka maladministrasi.

Dalam berbagai kesempatan, Hery juga mempromosikan pendekatan "Eptahelix", sebuah konsep kolaborasi multipihak yang ia yakini mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia secara signifikan.

Namun, visi besar dan rekam jejak mentereng tersebut kini dibayangi oleh proses hukum di Kejaksaan Agung. Karier Hery yang baru saja mencapai puncaknya sebagai Ketua Ombudsman kini terancam terhenti di tengah jalan akibat kasus yang masih menjadi tanda tanya besar bagi publik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya