Eksperimen Arne Slot Untuk Cadangkan Mohamed Salah di Laga PSG vs Liverpool Disorot Carragher

Jamie Carragher mengkritik taktik Arne Slot saat Liverpool kalah dari PSG, termasuk keputusan mencadangkan Mohamed Salah di Anfield.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 16 April 2026, 02:22 WIB
Laga berjalan sengit sejak awal, dengan Arne Slot yang menginstruksikan Liverpool untuk tampil agresif demi mengejar defisit dua gol dari leg pertama. Namun, ketajaman lini depan PSG menjadi pembeda, terutama lewat penampilan Ousmane Dembele. (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta - Laga panas tersaji saat pasukan Arne Slot yakni Liverpool menjamu PSG pada leg kedua perempat final Liga Champions UEFA 2025/2026. Duel berlangsung di Anfield, Rabu 15 April 2026 dini hari WIB.

The Reds datang dengan tekanan besar usai hasil buruk di leg pertama. Mereka butuh kebangkitan sempurna demi menjaga asa lolos ke semifinal.

Namun, alih-alih bangkit, Liverpool justru kembali tampil di bawah ekspektasi. PSG sukses mencuri kemenangan 2-0 yang memastikan langkah mereka ke babak berikutnya.

Hasil ini langsung memicu sorotan tajam, terutama terhadap keputusan taktik sang pelatih. Salah satu kritik paling keras datang dari legenda klub, Jamie Carragher.


Carragher Pertanyakan Eksperimen Slot yang Berujung Bencana

Jamie Carragher. Semasa aktif bermain, Jamie Carrgaher hanya bermain untuk satu tim sepanjang kariernya, yaitu bersama Liverpool mulai 1996/1997 hingga 2012/2013. Ia total tampil dalam 737 laga bersama Liverpool di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 18 assist. Usai pensiun, ia terjun sebagai komentator dan pundit di jaringan televisi Sky Sports mulai musim 2013/2014 bergabung bersama Grame Souness, Gary Neville dan Jamie Redknapp. Pada Juli 2020 ia melebarkan sayapnya ke jaringan televisi CBS Sports sebagai bagian dari tim yang mengulas khusus Liga Champions. (AFP/Pool/Peter Powell)

Keputusan Arne Slot dalam menentukan susunan pemain menjadi sorotan utama. Ia memilih memainkan Alexander Isak sebagai starter dan mencadangkan Mohamed Salah.

Langkah tersebut tergolong berani, bahkan cenderung mengejutkan mengingat pentingnya laga. Terlebih, Salah merupakan pencetak gol terbanyak Liverpool musim ini dan sosok kunci di lini depan sementara Isak baru saja pulih dari cedera panjang.

Eksperimen Slot terbukti tidak berjalan sesuai rencana di lapangan. Liverpool kesulitan menciptakan peluang, sementara Isak tampak tidak maksimal setelah lama absen dari tim utama.

"Manajer pasti punya alasannya, tetapi Isak sama sekali belum fit. Mohamed Salah tidak bermain di leg pertama jadi ia tidak seperti beberapa pemain yang bermain minggu lalu dan kemudian bermain di akhir pekan di Premier league. Ia bermain di Liga Inggris dan mencetak gol," tuturnya pada CBS Sports Golazo.

"Ia masih salah satu pencetak gol terbaik Liverpool. Ia sudah terbiasa dengan sistem ini. Isak bahkan belum pernah bermain dengan [Hugo] Ekitike sebelumnya," sambungnya.


Bukan Hukuman untuk Salah, Tapi Tetap Sulit Dipahami

Mohamed Salah fokus menatap bola dalam laga panas di Anfield saat Liverpool menghadapi Paris Saint-Germain pada leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026, 14 April 2026. (AFP/FRANK FIFE)

Muncul spekulasi bahwa keputusan mencadangkan Salah berkaitan dengan sikap sang pemain sebelumnya yang berbicara blak-blakan di media. Namun Carragher menilai anggapan itu tidak masuk akal.

Menurutnya, Slot bukan tipe pelatih yang akan mengambil keputusan emosional. Ia yakin tidak ada unsur hukuman di balik absennya Salah dari starting XI.

Meski begitu, Carragher tetap kesulitan menemukan logika lain di balik keputusan tersebut. Bahkan ketika mencoba melihat dari sisi perencanaan jangka panjang, ia tetap merasa langkah itu tidak tepat untuk pertandingan sebesar ini.

"Saya rasa Arne Slot bukanlah tipe manajer yang akan berpikir 'Saya ingat apa yang Anda lakukan kepada saya beberapa bulan yang lalu, menantang saya di depan umum'," tambah Carragher.

"Manajer tertentu di masa lalu, mungkin Alex Ferguson, mungkin berpikir seperti itu. Saya rasa Arne Slot tidak akan berpikir seperti itu. Apakah karena ia sudah mengumumkan akan pergi? Itu seperti 'Saya akan pergi dengan para pemain yang akan berada di sini tahun depan.' Itu satu-satunya hal yang bisa saya pikirkan." Bahkan itu pun tidak masuk akal. Ini tentang di sini dan sekarang. Saya tercengang," seru Carragher.

(CBS)


Klasemen Liga Champions

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya