Liputan6.com, Jakarta - Dunia kencan modern terus berkembang dengan munculnya berbagai fenomena baru, termasuk tren perilaku yang kurang sehat. Gen Z, yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan digital dan media sosial, jadi sangat akrab dengan berbagai istilah tren kencan yang viral, mulai dari breadcrumbing hingga ghosting.
Di era serba cepat ini, melansir Tyla, Rabu, 15 April 2026, pencarian cinta sering kali diwarnai dengan dinamika hubungan yang kompleks dan terkadang merugikan. Salah satu tren kencan toxic terbaru yang banyak diperbincangkan di kalangan Gen Z adalah "seagulling."
Advertisement
Istilah ini menggambarkan situasi di mana seseorang tidak memiliki niat serius untuk menjalin hubungan, namun pada saat yang sama, ia tidak ingin orang lain mendekati pasangannya. Perilaku ini dapat menyebabkan kebingungan dan kelelahan emosional bagi pihak yang menjadi "korban."
Fenomena "seagulling" menjadi penting untuk dikenali, terutama bagi Gen Z yang rentan terhadap dinamika kencan online. Memahami ciri-ciri dan dampaknya dapat membantu individu melindungi diri dari hubungan yang tidak sehat.
Perilaku ini sebernarnya mirip dengan breadcrumbing, di mana korban hanya diberi perhatian minimal untuk menjaga harapan mereka tetap hidup. Namun, seagulling lebih menekankan pada aspek kepemilikan dan kontrol, di mana pelaku berusaha mempertahankan kendali atas pasangannya meski tidak ada minat romantis yang tulus.
Seseorang yang melakukan seagulling mungkin akan terus mengajak Anda berkencan untuk menjaga harapan tetap hidup, tanpa ada kemajuan menuju hubungan yang berkomitmen. Mereka juga bisa memberikan perhatian kecil untuk mencegah Anda berpaling ke orang lain, bahkan memberikan sinyal pada orang lain bahwa Anda sudah memiliki pasangan.
Asal Mula Istilah Seagulling dalam Kencan
Nama seagulling berasal dari perilaku burung camar yang terobsesi dengan makanan. Burung-burung ini dikenal suka menyambar keripik atau sandwich dari tangan manusia, dan mereka akan terus mencari makanan meski tidak lapar atau tidak membutuhkannya.
Dalam konteks kencan, analogi ini sangat relevan. Burung camar tidak ingin burung camar lain mendapatkan makanan tersebut, sama seperti pelaku seagulling yang tidak ingin orang lain mendekati pasangannya meski ia sendiri tidak memiliki minat romantis yang nyata.
Mereka mungkin menyukai kontrol atas orang tersebut atau mendapatkan sesuatu yang mereka tidak ingin orang lain miliki. Istilah ini telah muncul sejak pandemi, ketika banyak orang membentuk ikatan baru untuk mengatasi kesepian di tengah terbatasnya pilihan.
Mengapa Seagulling Terjadi dan Dampaknya
Menurut pakar hubungan Charisse Cooke, sebagai manusia, kita tidak pandai menghadapi kehilangan atau melepaskan. Ketika seseorang keluar masuk dari hidup kita, itu adalah kehilangan, sekecil apa pun itu.
Pikiran bahwa orang tersebut bersama orang lain dapat memicu perasaan yang sangat kuat karena menyadarkan kita bahwa kita telah kehilangan seseorang, dan mereka akan berbagi hidup dengan orang lain.
Seagulling dapat menyebabkan kebingungan, kelelahan emosional, dan membuat seseorang terjebak dalam lingkaran, "Kita ini apa?"
Perilaku ini dapat membuang-buang waktu semua pihak, mencegah kedua belah pihak menemukan pasangan yang tepat. Hal ini juga dapat membuat individu merasa terjebak secara emosional dan tidak dapat membentuk hubungan yang bermakna dan berkomitmen.
Cara Mengatasi Perilaku Seagulling
Tidak ada yang suka waktunya terbuang sia-sia. Mempertahankan komunikasi yang terbuka dan jujur, serta menetapkan batasan waktu yang wajar, dapat membantu mencegah terjadinya seagulling.
Jika Anda merasa menjadi pelaku seagulling, Tess Leigh-Phillips dari Your Happy Heart Coach menyarankan untuk membiarkan mantan Anda bebas dan memberi ruang dalam hidup Anda untuk seseorang yang baru. Perilaku "mengitari dengan cemburu seperti burung camar" pada akhirnya merusak semua pihak yang terlibat.
Mengenali tanda-tanda seagulling, seperti perhatian yang tiba-tiba intens, sering menghilang, dan menciptakan drama, dapat membantu Anda mengidentifikasi "bendera merah" dalam hubungan. Penting untuk mencari kejelasan dan tidak membiarkan diri Anda terjebak dalam hubungan yang tidak memiliki arah yang jelas.