PSSI Kolaborasi dengan Federasi Prancis, Buka Opsi Timnas Indonesia Tantang Kyle Mbappe Cs

PSSI bersama dengan Kemenpora bekerja sama dengan Kedubes Prancis dan juga Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dengan fokus utama pengembangan sepak bola putri.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 15 April 2026, 20:43 WIB
PSSI bersama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerja sama dengan Kedubes Prancis dan Federasi Sepak Bola Prancis. (Liputan6.com/Dimas Ramadhan)

Liputan6.com, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali melebarkan sayapnya dalam berkolaborasi dengan melakukan kerja sama dengan Pemerintah Prancis melalui Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis dan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF).

Bersama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, PSSI menandai kerja sama bertajuk "Empowering the Next Generation of Women's Football, From Grassroots Development to Clairefontaine" di Institut français d'Indonésie, Jakarta pada Rabu (15/4/2026).

Kolaborasi antara PSSI dan FFF ini mencakup soal pengembangan sepak bola putri di Indonesia. Namun kerja samanya juga tidak menutup kemungkinan merambah ke sepak bola putra, termasuk terkait kemungkinan uji coba antara kedua kesebelasan.

Hal itu dikatakan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir. Ia mendukung adanya kemungkinan latih tanding antara Timnas Indonesia melawan Timnas Prancis suatu saat nanti.

"Untuk uji coba bagi Timnas Indonesia melawan Prancis, baik di level senior maupun level usia muda, peluang itu pasti terbuka," ujar Erick Thohir.

"Pada dasarnya, jika ada pertandingan yang kami selenggarakan antara sepak bola Prancis dan PSSI untuk tim nasional kami, kami akan terus mendorongnya ke depan," tambahnya.


Bisa Mulai dari Usia Muda

Selebrasi bek Timnas Indonesia U-17, Putu Ekayana usai membobol gawang Timor Leste dalam laga Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Senin (13/4/2026) malam. (Dok. Timnas Indonesia)

Tapi, pembinaan usia dini menjadi prioritas PSSI dalam mengembangkan sepak bola nasional dalam beberapa tahun terakhir. Artinya bisa jadi duel Indonesia vs Prancis bisa saja terjadi di level junior terlebih dahulu. 

Tujuannya jelas untuk memberikan pengalaman berharga yang sulit didapat dari kompetisi domestik semata. Hal ini seiring target ambisius di Piala Dunia 2030 dan 2034.

"Kita bisa mulai dari generasi muda seperti U-17 dan U-20, jadi hal ini sangat memungkinkan," ungkap Erick Thohir.


Fokus Utama Sepak Bola Putri

Kiper Timnas putri Singapura, Tan Li berhasil menangkap bola dari ancaman pemain Indonesia, Claudia Scheunemann pada laga uji coba internasional di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (28/5/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Tapi, fokus utama dari kolaborasi Indonesia dan Prancis adalah pembinaan sepak bola putri usia muda. Program paling jelas adalah PSSI akan mengirimkan para pemain Timnas Indonesia Putri U-17 untuk menjalani pelatihan ke Prancis.

Tepatnya di Clairefontaine, yang diketahui sebagai lokasi pusat sepak bola nasional yang mengkhususkan diri dalam pelatihan pemain sepak bola Prancis.

"Program kita ini adalah berkelanjutan. Yang pertama adalah coaching clinic yang kita adakan pada tanggal 11 dan 12 kemarin di Bandung. Kemudian workshop untuk sports management kemarin di FIFA Office yang digagas oleh Garuda Academy bersama pemerintah Prancis," ujar Anggota Komite Eksekutif PSSI bidang Sepak Bola putri, Vivin Cahyani.

"Yang terakhir adalah kegiatan pengiriman Timnas Junior (U-17) ke Clairefontaine. Kalau kami mengirim 28 delegasi ke Clairefontaine. Itu ada 20 pemain dan delapan ofisial," sambungnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya