Pemerintah Bangun Rusun Subsidi di Meikarta, Targetkan Penyediaan 141.000 Unit

Kepala KSP Muhammad Qodari menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat Program 3 Juta Rumah melalui pembangunan rusun subsidi di Meikarta dan hunian tetap pascabencana.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 15 April 2026, 21:02 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhhammad Qodari. (Liputan6.com/Lizsa Egeham).

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat upaya penyediaan hunian layak bagi masyarakat melalui kolaborasi strategis dengan sektor swasta. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan terobosan kolaboratif untuk menjawab tingginya kebutuhan perumahan di Indonesia.

"Pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta menjadi terobosan kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan lembaga pembiayaan, yang ditandai dengan groundbreaking pada 8 Maret 2026 di lahan sekitar 30 hektare yang telah clean and clear," ujar Qodari melalui siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Rabu (15/4/2026).

Qodari menegaskan bahwa hunian vertikal menjadi solusi utama pemerintah dalam mengatasi backlog perumahan. Proyek di Meikarta ini diproyeksikan memiliki potensi penyediaan hingga 141.000 unit hunian yang akan diselesaikan secara bertahap.

Pemerintah juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan berbagai pihak, mulai dari Lippo Group, Pemerintah Kabupaten Bekasi, hingga Danantara Indonesia. Kerja sama ini dinilai menjadi kunci percepatan realisasi Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah.

 

Hunian Tetap Bagi Korban Bencana

Angka ini melonjak tajam dibandingkan realisasi per 15 November 2025 yang baru tercatat sebesar Rp 492,12 miliar. Tampak dalam foto, warga mengendarai sepeda listrik di depan rumahnya di Perumahan Subsidi Pondok Pengampelan Indah, Serang , Banten, Selasa (17/2/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

Selain fokus di kawasan penyangga ibu kota, pemerintah turut memprioritaskan penanganan pascabencana. Qodari mengungkapkan pembangunan hunian tetap (huntap) terus dilakukan bersama Yayasan Buddha Tzu Chi di berbagai wilayah terdampak.

"Pemerintah membangun hunian tetap relokasi bagi masyarakat terdampak bencana sebanyak 2.603 unit rumah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan pendekatan gotong royong," katanya.

Salah satu pencapaian terbaru dalam program ini adalah serah terima 120 unit rumah bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan.

"Capaian terbaru berupa serah terima 120 unit hunian tetap di Tapanuli Selatan pada akhir Maret 2026," pungkas Qodari. Langkah ini diharapkan tidak hanya memulihkan kondisi pascabencana, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui hunian yang lebih layak.

Infografis Serba-serbi Rumah Ramah Lingkungan. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya