Singkirkan Barcelona, Diego Simeone Emosional Bawa Atletico Madrid ke Semifinal Liga Champions

Diego Simeone emosional usai Atletico Madrid lolos ke semifinal Liga Champions. Ia memuji perjuangan tim setelah menyingkirkan Barcelona.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 15 April 2026, 16:31 WIB
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, melihat dari bangku cadangan sebelum pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions melawan Barcelona di Madrid, Spanyol, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Diego Simeone mengaku emosional setelah Atletico Madrid memastikan tiket semifinal Liga Champions. Keberhasilan itu diraih usai menyingkirkan Barcelona dengan agregat 3-2.

Barcelona memang menang 2-1 pada leg kedua di Metropolitano. Namun, hasil tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan setelah Atletico unggul agregat.

Gol Lamine Yamal dan Ferran Torres sempat memberi harapan bagi Barcelona. Akan tetapi, gol Ademola Lookman memastikan langkah Atletico tetap terjaga.

Keberhasilan ini menjadi semifinal keempat Atletico di era Simeone setelah sebelumnya mencapainya pada 2014, 2016, dan 2017. Mereka juga kembali menyingkirkan Barcelona di fase gugur Liga Champions.


Bangga Singkirkan Barcelona

Namun, gol Ademola Lookman pada menit ke-31 berhasil mengubah skor menjadi 1-2 sekaligus mengembalikan keunggulan agregat Atletico Madrid. Tampak dalam foto, penyerang Atletico Madrid asal Inggris, Ademola Lookman (kanan) merayakan golnya saat pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 melawan Barcelona di Stadion Metropolitano, Madrid pada Selasa 14 April 2026 waktu setempat atau Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. (Oscar DEL POZO/AFP)

Simeone menilai menyingkirkan Barcelona di Liga Champions bukan perkara mudah. Ia menegaskan timnya mampu melakukannya melawan generasi berbeda.

Pelatih asal Argentina itu menyoroti bagaimana Atletico mampu menghadapi berbagai versi Barcelona selama bertahun-tahun. Hal tersebut menjadi bukti konsistensi timnya di level tertinggi.

“Menyingkirkan Barça di perempat final Liga Champions bukan hal yang mudah,” ujar Diego Simeone dalam konferensi pers setelah pertandingan. “Kami pernah menghadapi Barca-nya Lionel Messi, Barca-nya Lamine Yamal, dan kami berhasil melakukannya.”

“Sudah 14 tahun [di sini]. Melihat tim ini tetap bersaing masih membuat saya emosional. Para pemain datang dan pergi, kami sudah berkali-kali memulai ulang, dan sekali lagi kami berada di antara empat tim terbaik di Eropa.”

“Betapa indahnya bisa bermain di semifinal Liga Champions,” tambahnya.   


Filosofi Menyerang Atletico Madrid

Selebrasi Ademola Lookman bersama rekan timnya setelah mencetak gol dalam laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Atletico Madrid vs Barcelona di Metropolitano, 15 April 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Simeone menegaskan bahwa Atletico Madrid tidak hanya dikenal sebagai tim bertahan seperti anggapan banyak pihak. Ia menjelaskan bahwa pendekatan menyerang justru menjadi kunci keberhasilan mereka menyingkirkan Barcelona.

Menurutnya, perkembangan gaya bermain tersebut sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga menekankan bahwa timnya selalu memiliki kejelasan dalam pendekatan di lapangan.

“Tim kami sering dilabeli defensif, tetapi kami telah berkembang selama bertahun-tahun," cetus Simeone.

"Kami tahu apa yang kami inginkan. Kami menyerang lebih baik daripada bertahan, jadi kami harus menyerang. Tidak ada cara lain,” ujar Simeone.


Pujian Simeone untuk Griezmann

Penyerang Atletico Madrid asal Argentina bernomor punggung 19, Julian Alvarez, merayakan gol kelima timnya bersama penyerang Atletico Madrid asal Prancis bernomor punggung 07, Antoine Griezmann (kiri), selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Club Atletico de Madrid dan Tottenham Hotspur di Stadion Metropolitano di Madrid pada 11 Maret 2026. (Javier SORIANO/AFP)

Simeone juga memberikan pujian besar kepada Antoine Griezmann yang disebutnya sebagai sosok penting dalam perjalanan Atletico Madrid. Ia menilai kontribusi pemain asal Prancis itu akan dikenang dalam jangka panjang.

Lanjut Baca:

Griezmann sendiri akan meninggalkan Atletico Madrid pada musim panas ini untuk bergabung dengan klub Major League Soccer, Orlando City. Hal tersebut membuat perannya semakin mendapat sorotan di akhir masa baktinya. “Dia adalah pemain jenius. Kami akan menyadari dari waktu ke waktu bahwa kami memiliki seorang pemain jenius di sini, pemain yang membuat perbedaan, dengan pengalaman dan kepribadian. Semoga Tuhan dan takdir memberinya apa yang dia cari di sisa waktunya bersama kami,” ujar Simeone. “Saya sangat senang. Kami membuat dua kesalahan yang langsung dihukum dalam pertandingan seperti ini. Saya kehilangan bola untuk gol kedua. Tapi pada akhirnya, dengan dukungan fans dan kualitas kami, kami bisa mencetak gol. Kami tidak nyaman menguasai bola, kami tidak punya ketenangan yang dibutuhkan. Tapi kami lolos ke semifinal, dan itu yang terpenting,” tutup Griezmann. Sumber: ESPN

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya