Barcelona Tersingkir, tapi Hansi Flick Klaim Pantas Lolos Semifinal

Barcelona tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 2-3 dari Atletico Madrid. Hansi Flick tetap puji performa tim dan alihkan fokus ke gelar La Liga.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 15 April 2026, 11:43 WIB
Pemain Barcelona, Lamine Yamal, tertunduk lesu setelah ditaklukkan Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 di Stadion Camp Nou, Kamis (9/4/2026). (AP Photo/Joan Monfort)

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan Barcelona pada ajang Liga Champions musim ini resmi berakhir. Skuad besutan Hansi Flick harus angkat koper setelah menderita kekalahan agregat 2-3 dari Atletico Madrid di babak perempat final UCL, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB.

Gol semata wayang yang dicetak Ademola Lookman pada paruh pertama menjadi penentu hasil laga. Sebelumnya, Blaugrana sempat memberikan kejutan di awal pertandingan dengan memimpin 2-0, namun keunggulan tersebut gagal dipertahankan.

Kekalahan ini memperburuk rekor Barcelona di kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut. Klub asal Catalan ini tercatat belum pernah lagi menginjakkan kaki di fase semifinal dalam tujuh tahun belakangan.

Kendati harus tersingkir, Flick merasa anak asuhnya tidak bermain buruk. Pelatih tersebut menyatakan bahwa secara kolektif, performa Barcelona justru lebih unggul dibandingkan sang lawan.

Saat ini, Barcelona dituntut untuk segera memulihkan mentalitas mereka. Perhatian tim kini dialihkan sepenuhnya ke liga domestik guna memastikan kegagalan di Eropa tidak merusak momentum di sisa musim.


Penyesalan Flick Soal Hasil Akhir

Namun, gol Ademola Lookman pada menit ke-31 berhasil mengubah skor menjadi 1-2 sekaligus mengembalikan keunggulan agregat Atletico Madrid. Tampak dalam foto, penyerang Atletico Madrid asal Inggris, Ademola Lookman (kanan) merayakan golnya saat pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 melawan Barcelona di Stadion Metropolitano, Madrid pada Selasa 14 April 2026 waktu setempat atau Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. (Oscar DEL POZO/AFP)

Flick mengungkapkan bahwa skor akhir pertandingan tidak sepenuhnya menggambarkan realita yang terjadi di lapangan selama dua pertemuan. Ia menilai para pemain telah menunjukkan level permainan yang sangat baik sejak menit awal.

Juru taktik asal Jerman tersebut memberikan penekanan pada dominasi yang ditunjukkan timnya sepanjang babak pertama. Namun, sebuah momen kelengahan membuat gawang mereka kebobolan, yang seketika mengubah arah pertandingan.

"Jika kita melihat kedua pertandingan, kami layak berada di semifinal. Kami bermain luar biasa di babak pertama, namun gol mereka sungguh tidak terduga," ujar Hansi Flick kepada awak media.

Selain itu, ia memberikan catatan khusus mengenai buruknya penyelesaian akhir. Flick berpendapat bahwa penguasaan laga menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan tambahan gol, yang pada akhirnya sangat merugikan tim.


Ambisi Mengunci Gelar Juara La Liga

Barcelona sempat unggul lebih dullu lewat aksi Lamine Yamal di menit ke-4 dan Ferran Torres (24). Tampak dalam foto, penyerang Barcelona asal Spanyol, Lamine Yamal (kiri) merayakan golnya saat pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 melawan Club Atletico de Madrid di Stadion Metropolitano, Madrid pada Selasa 14 April 2026 waktu setempat atau Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Pasca kegagalan di level kontinental, Barcelona mengalihkan fokus utama mereka ke kompetisi La Liga. Flick memberikan instruksi kepada skuadnya untuk tetap menjaga kekuatan mental demi mengamankan trofi juara.

Hingga saat ini, Barcelona masih bertengger di puncak klasemen dengan keunggulan sembilan poin. Kondisi menguntungkan ini harus dimaksimalkan dengan baik agar gelar juara tidak terlepas di akhir musim nanti.

"Tentu saja kami kecewa, memenangkan Liga Champions adalah mimpi besar bagi semua orang. Kami memiliki tim muda dan kami akan berkembang musim depan," tegas mantan pelatih Bayern Munchen tersebut.

Mengenai potensi mengunci gelar juara tepat pada laga El Clasico, Flick mengaku tidak mau terlalu ambil pusing. Baginya, prioritas utama adalah memastikan trofi liga berhasil diraih, tanpa memedulikan kapan momen pastinya hal itu terjadi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya