Waspada Jalan Amblas di Jl Dewi Sartika Jaktim, Ada Lubang Menganga di Bawah Aspal

Satpel Bina Marga Kramat Jati menemukan rongga bawah aspal hingga 50 persen di Jalan Dewi Sartika yang diduga akibat bekas galian utilitas tidak optimal.

oleh Tim NewsDiterbitkan 14 April 2026, 20:00 WIB
Kerusakan jalan berupa lubang dan amblas terjadi di Jalan Dewi Sartika, Kramat Jati, Jakarta Timur. Kerusakan ini diduga kuat akibat bekas galian utilitas yang tidak ditangani secara optimal oleh pihak pemilik proyek. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Kerusakan jalan berupa lubang dan amblas terjadi di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Kerusakan ini diduga kuat akibat bekas galian utilitas yang tidak ditangani secara optimal oleh pihak pemilik proyek.

Kepala Satuan Pelaksana (Satpel) Bina Marga Kecamatan Kramat Jati, Dudy Supriyadi, mengungkapkan bahwa kondisi di bawah aspal sangat membahayakan karena struktur tanah yang sudah kosong.

"Kalau saya melihat itu membahayakan, karena ada lubang di bawah aspal. Setelah kami telusuri dan dikorek, ternyata di bawahnya terdapat bekas galian utilitas," ujar Dudy saat dihubungi di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Dudy menjelaskan, tingkat kerusakan jalan tersebut tergolong parah dengan kondisi rongga di bawah aspal mencapai sekitar 50 persen.

Kerusakan ini diduga diperparah oleh faktor cuaca, terutama hujan yang menyebabkan pengerusan tanah di bawah jalan.

"Kalau tidak dikorek sampai ke bawah, nanti hanya terlihat bagus di atas, tapi di dalamnya kosong. Ini sangat berbahaya karena bisa tiba-tiba amblas," tegasnya.

Terkait penyebabnya, Dudy menyebut belum mengetahui secara pasti pemilik utilitas tersebut.

Namun, ia menduga galian itu berasal dari pekerjaan instalasi perusahaan air minum (PAM) atau penyedia layanan internet (provider).

Banyak Pemilik Utilitas Tidak Perbaiki Lagi Kondisi Jalan

Dudy pun menyayangkan banyaknya pemilik utilitas yang tidak mengembalikan kondisi jalan secara maksimal. "Kalau pemilik utilitas, yang bertanggung jawab ya pihak PAM atau provider internet itu sendiri. Tapi kenyataannya, banyak yang tidak maksimal dalam mengembalikan kondisi jalan," ucap Dudy.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui Suku Dinas Bina Marga melakukan perbaikan cepat dengan metode hotmix. Petugas melakukan pengupasan ulang untuk memastikan kepadatan tanah sebelum dilapisi aspal kembali.

"Perbaikannya pakai hotmix. Tapi sebelumnya kita bongkar dulu bagian yang keropos, lalu lubang di bawahnya kita isi agregat dan dipadatkan. Setelah itu baru kita lapis ulang aspalnya," pungkas Dudy.

 

Infografis Terdata 52 Persen Jalan di Indonesia Rusak. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya