Bocah 9 Tahun Ditemukan Tewas dalam Van, Diduga Terkunci Sejak 2024

Apa penyebab kematian dari bocah malang ini?

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 13 April 2026, 18:35 WIB
Model Baju Anak Laki laki Umur 7 Tahun Terbaru (created by AI)

Liputan6.com, Paris - Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun ditemukan dalam kondisi memprihatinkan setelah diduga dikurung di dalam sebuah van di wilayah timur Prancis sejak 2024. Korban kini dirawat di rumah sakit, sementara ayahnya telah ditahan oleh pihak berwenang.

Kasus ini terungkap setelah warga melaporkan suara mencurigakan dari dalam kendaraan yang terparkir di desa Hagenbach, dekat perbatasan Swiss dan Jerman. Jaksa setempat, Nicolas Heitz, mengatakan laporan itu diterima pada Senin lalu.

Petugas kemudian mendobrak van tersebut dan menemukan anak itu dalam kondisi mengenaskan.

“Korban ditemukan berbaring meringkuk seperti janin, tanpa busana, tertutup selimut di atas tumpukan sampah dan berada di dekat kotoran,” ujar Heitz, dikutip dari laman AP News, Senin (13/4/2026).

Anak tersebut tampak sangat lemah, mengalami kekurangan gizi, dan tidak mampu berjalan setelah diduga terlalu lama berada dalam posisi duduk di ruang sempit.

Dalam pemeriksaan awal, ayah korban mengaku menempatkan anaknya di dalam kendaraan sejak November 2024. Ia berdalih tindakan itu dilakukan untuk “melindungi” sang anak dari pasangannya yang ingin mengirim bocah tersebut ke rumah sakit jiwa.

Namun, jaksa menegaskan bahwa tidak ada catatan medis yang menunjukkan anak itu memiliki gangguan kejiwaan. Sebaliknya, korban diketahui berprestasi baik di sekolah sebelum menghilang.

Kepada penyidik, korban mengaku mengalami kesulitan dengan pasangan ayahnya dan meyakini ayahnya tidak memiliki pilihan lain selain mengurungnya. Ia juga menyebut tidak pernah mandi sejak 2024.

 

Ayah Korban Didakwa Kasus Penculikan

Seorang anak laki-laki tak sengaja terkunci dalam brankas saat bermain petak umpet bersama saudaranya.

Ayah korban kini didakwa atas penculikan serta sejumlah dakwaan lain dan ditahan. Sementara itu, pasangannya membantah mengetahui keberadaan anak tersebut di dalam van. Meski demikian, ia tetap dikenai dakwaan sementara karena diduga gagal memberikan pertolongan kepada anak di bawah umur dalam bahaya, dan kini berada di bawah pengawasan yudisial.

Dua anak lain dalam keluarga tersebut—masing-masing berusia 12 dan 10 tahun—telah ditempatkan di bawah pengawasan layanan sosial.

Pihak kejaksaan kini menyelidiki kemungkinan adanya pihak lain yang mengetahui kasus ini. Sejumlah kerabat dan teman keluarga sebelumnya mengira korban berada di fasilitas psikiatri, sementara pihak sekolah diberitahu bahwa anak tersebut telah pindah.

Kasus ini mengejutkan warga setempat. Hingga kini, identitas korban dan keluarganya belum diungkap ke publik, sementara penyelidikan masih terus berlangsung.   

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya