Tramadol Ilegal Bikin Putus Sekolah, Begini Pesan Pakar bagi Generasi Muda

Pakar titip pesan bagi generasi muda Indonesia agar menghindari konsumsi tramadol ilegal tanpa resep dokter.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 13 April 2026, 14:00 WIB
Ilustrasi: Tramadol Ilegal Bikin Putus Sekolah, Begini Pesan Pakar bagi Generasi Muda. Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Liputan6.com, Jakarta - Konsumsi tramadol ilegal dapat memicu berbagai bahaya yang merusak masa muda. Tramadol adalah obat analgesik (penghilang nyeri) golongan opioid sintetis lemah yang secara legal dalam dunia medis digunakan sebagai obat untuk mengatasi nyeri sedang hingga berat.

Secara farmakologi, tramadol bekerja melalui dua mekanisme yaitu dengan menekan persepsi nyeri dan modulasi transmisi nyeri di sistem saraf pusat. Ini merupakan obat keras yang hanya digunakan berdasarkan resep dokter.

Eks konsultan The United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), badan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengatasi pengedaran obat terlarang, dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH, Ph.D., mengatakan bahwa konsumsi tramadol sembarangan bisa memicu risiko kronis atau dampak jangka panjang.

“Nah, risiko jangka panjangnya berupa gangguan kognitif, terganggu ingatannya, banyak lupa, boro-boro mau belajar konsentrasi juga sulit. Kalau masih sekolah ya bisa sangat terganggu, ketinggalan jauh, bahkan putus sekolah,” kata Dicky kepada Health Liputan6.com melalui pesan suara dikutip pada Minggu (12/4/2026).

Dicky mengatakan, penyalahgunaan tramadol kerap terjadi di kalangan remaja dan dewasa muda. Dengan pengaruh obat ini, para pemuda bisa melakukan hal-hal berisiko tinggi seperti kriminalitas, mencelakakan diri sendiri dan orang lain.

“Khusus pada generasi muda yang saya ingin ingatkan, tramadol ilegal bisa meningkatkan ketergantungan, adiksi. Dan ini bisa mendorong adanya perilaku berisiko tinggi, seperti penggunaan psikotropika atau narkoba lainnya, kriminalitas, bahkan eksploitasi seksual,” ujar Dicky.

Bahkan, dengan konsumsi obat ini sembarangan, pemuda bisa terdorong untuk melakukan hubungan seksual yang berisiko. Ini dapat mengundang masalah lain, seperti penyakit menular seksual.

Risiko Gangguan Kesehatan Mental

Eks konsultan The United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), badan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengatasi pengedaran obat terlarang, dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH, Ph.D., mengatakan bahwa konsumsi tramadol sembarangan bisa memicu risiko kronis atau dampak jangka panjang. Foto: Dok. Pribadi.

Tramadol ilegal juga bisa memicu gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan (anxiety).

Ditambah pula dengan risiko kerusakan organ terutama di hati dan ginjal. Pasalnya, hati memiliki peran mendetoks atau mengeluarkan racun-racun dalam tubuh sementara ginjal berperan menyaringnya. Jadi, ini adalah dua organ yang paling terdampak oleh tramadol ilegal.

“Apalagi jika tramadolnya digunakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

“Bahaya konsumsi tramadol tanpa resep tentu sangat serius karena ini ada potensi penggunaan ilegal tanpa indikasi medis dan tanpa pengawasan. Dan ini sangat berisiko terutama pada remaja dan dewasa muda yang sistem neurologisnya masih berkembang,” kata Dicky.

Dampak Akut Tramadol Ilegal

Selain risiko kronis, ada pula dampak akut dari penggunaan tramadol sembarangan.

“Apa bahayanya? Pertama risiko akutnya itu bisa mendepresi sistem saraf pusat akibatnya bisa mengantuk berat dan menurun kesadarannya. Kalau dia sedang bekerja, ini bisa celaka. Celaka dia sendiri atau mencelakakan orang lain.”

Bahaya lainnya adalah depresi pernapasan yang berujung fatal atau meninggal dunia jika dosisnya tinggi.

“Risiko akut lainnya adalah kejang dan ini risiko khas tramadol, bahkan pada dosis relatif rendah ini bisa menyebabkan kejang.”

Masalah berikutnya yang dapat muncul adalah agitasi (gelisah), hipertermia (peningkatan suhu tubuh), tremor (gemetar), dan takikardia (jantung berdebar).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya