Liputan6.com, Jakarta - Pasar kripto mengalami perlambatan pada kuartal I 2026 setelah sebelumnya mencapai puncak siklus dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan partisipasi investor ini tercermin dari aktivitas perdagangan di berbagai bursa kripto.
Berdasarkan data dari CryptoQuant, dikutip dari Crypto Potato, Minggu (12/4/2026), aktivitas trading di bursa kripto menunjukkan tren penurunan, dengan pelaku pasar lebih memusatkan transaksi pada platform besar yang memiliki likuiditas tinggi.
Advertisement
Di tengah penurunan aktivitas secara keseluruhan, bursa besar tetap menjadi tujuan utama aliran dana, terutama saat terjadi momentum kenaikan harga. Dalam periode ini, perdagangan derivatif, khususnya kontrak futures perpetual, mendominasi struktur pasar.
Penurunan aktivitas terlihat dari volume perdagangan di bursa terpusat (centralized exchange) yang merosot sekitar 48% dari puncaknya pada Oktober 2025 menjadi sekitar USD 4,3 triliun pada Maret 2026. Angka ini menjadi yang terendah sejak Oktober 2024.
Namun, di sisi lain, pasar derivatif justru menunjukkan pertumbuhan. Volume perdagangan perpetual futures meningkat hingga USD 3,5 triliun pada Maret, atau sekitar empat kali lebih besar dibandingkan volume spot yang hanya mencapai USD 0,8 triliun.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Binance Kuasai Pasar Spot dan Derivatif
Dominasi pasar derivatif dipimpin oleh Binance yang menguasai sekitar 40% pangsa pasar dengan volume bulanan mencapai USD 1,4 triliun. Sementara itu, OKX dan Bybit berada di posisi berikutnya dengan masing-masing pangsa 19% dan 13%.
Lonjakan aktivitas derivatif terjadi saat pasar kripto mengalami kenaikan harga pada pekan ketiga Maret. Sebagian besar peningkatan open interest tercatat di Binance, termasuk lonjakan dalam 24 jam untuk Bitcoin dan Ethereum masing-masing sebesar USD 829 juta dan USD 1,6 miliar.
Secara keseluruhan, open interest untuk kontrak perpetual Bitcoin dan Ethereum masing-masing mencapai USD 23 miliar dan USD 16 miliar. Bursa lain seperti Gate dan Bybit juga berkontribusi terhadap peningkatan tersebut, meski masih jauh di bawah Binance.
Pasar Spot
Di pasar spot, Binance juga memperkuat dominasinya dengan volume perdagangan mencapai USD 248 miliar pada Maret atau sekitar 32% pangsa pasar. Meski turun dari 37% pada Oktober 2025, angka ini masih jauh lebih besar dibandingkan pesaing seperti MEXC (9%) dan Bybit (7%).
Sementara itu, persaingan di antara bursa kripto semakin meningkat. Beberapa platform seperti MEXC, Gate, Bybit, dan Crypto.com mencatat pertumbuhan volume spot. Namun, belum ada yang mampu menyaingi skala dan dominasi Binance di pasar global.