5 Pelaku yang Aniaya dan Bakar Hidup-Hidup 2 Pria di Bali Positif Narkoba, Motif Utama Dendam

Polisi kini masih mendalami kemungkinan pengembangan kasus, termasuk asal narkotika yang digunakan para pelaku.

oleh Destarita RahmawatiDiterbitkan 12 April 2026, 07:01 WIB
Aksi penganiayaan brutal berujung maut terjadi di kawasan Jalan Pelabuhan Benoa, Pedungan, Denpasar Selatan, Jumat (10/4/2026) dinihari (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Lima tersangka dalam kasus penganiayaan brutal yang menewaskan dua pria di kawasan Pelabuhan Benoa dipastikan positif mengonsumsi narkoba. Polisi kini masih mendalami kemungkinan pengembangan kasus, termasuk asal narkotika yang digunakan para pelaku.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo David Simatupang mengungkapkan hasil tersebut setelah dilakukan tes darah terhadap kelima pelaku pada Sabtu (11/4/2026).

“Daripada pelaku itu semua positif. Ada amfetamin, bermacem-macem. Positif menggunakan narkoba,” ungkap dia.

Meski demikian, polisi belum memastikan adanya penambahan tersangka dalam kasus ini.

“Itu belum, masih didalami oleh Satreskrim. Nanti untuk masalah narkobanya, Satnarkoba untuk menindaklanjuti, mengembangkan mereka menggunakan ataupun dapatnya dari mana,” jelas Leonardo.

Selain pengembangan kasus narkoba, penyidik juga masih mendalami kondisi psikologis para pelaku, termasuk kemungkinan faktor lain di balik aksi sadis mereka yang menganiaya hingga membakar korban.

“Itu masih harus didalami dengan pemeriksaan. Karena ini mungkin sakit hati karena mereka kan sama-sama bekerja dan mereka juga sebenarnya berteman, sama-sama minum di pelabuhan,” ujarnya.

Motif Utama

Dia juga tidak menampik kemungkinan pengaruh alkohol turut memperkeruh situasi saat kejadian.

“Apakah ini mungkin karena pengaruh minuman, ya mungkin itu,” imbuhnya.

Kelima pelaku diketahui memiliki latar belakang bekerja di kapal, meski belum berstatus sebagai awak kapal tetap. “Iya, mereka kerja kapal, tapi belum ABK tetap,” ujarnya.

Polisi menegaskan, meski ditemukan fakta penggunaan narkoba, motif utama tetap dipicu oleh emosi dan dendam yang sudah berlangsung sebelumnya.

“Alasan membakar karena emosi, sakit hati, emosi, karena diajak berkelahi,” pungkas Leonardo.

Sebelumnya, aksi penganiayaan brutal terjadi pada Jumat (10/4/2026) dini hari di Jalan Pelabuhan Benoa, Pedungan, Denpasar Selatan. Dua korban tewas setelah dianiaya secara beramai-ramai, lalu dibakar dalam kondisi tak berdaya. Polisi kemudian mengamankan seluruh pelaku dalam waktu kurang dari 10 jam.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya