Liputan6.com, Jakarta - Samsung dilaporkan tengah bersiap melakukan ekspansi besar-besaran untuk fitur keamanan terbarunya yang berbasis kecerdasan buatan (AI).
Fitur pendeteksi penipuan (anti-fraud) yang sebelumnya eksklusif untuk seri Galaxy S26, kini dipastikan akan menyambangi lebih banyak perangkat di pasar global dalam beberapa bulan mendatang.
Advertisement
Saat ini, fitur tersebut masih terbatas bagi pengguna di Amerika Serikat (AS). Teknologi ini dirancang khusus untuk mendeteksi panggilan penipuan secara real-time dan memberikan peringatan instan kepada pengguna jika percakapan terindikasi mencurigakan.
Otak di balik fitur ini merupakan hasil kolaborasi dengan Google, memanfaatkan model Gemini AI yang bekerja secara on-device.
Mengutip Gizmochina, Minggu (12/4/2026), keunggulan utama dari sistem ini adalah seluruh analisis konten percakapan dilakukan langsung di dalam perangkat.
"Karena data tidak perlu dikirim ke server eksternal, privasi pengguna tetap terjaga meskipun sistem secara aktif memantau pola suara yang biasa dikaitkan dengan aktivitas penipuan," tulis laporan tersebut.
Sistem cerdas ini akan mendengarkan pola-pola pembicaraan tertentu--seperti permintaan informasi perbankan yang mendesak atau skema hadiah palsu--dan segera memunculkan peringatan di layar saat panggilan masih berlangsung.
Ekspansi ke Perangkat Lipat Terbaru
Integrasi fitur ini ke dalam aplikasi telepon bawaan Samsung merupakan kelanjutan dari kemitraan strategis dengan Google. Menariknya, fitur serupa awalnya diperkenalkan pada lini smartphone Pixel sebelum akhirnya diadopsi oleh jajaran flagship Samsung.
Temuan terbaru dari barisan kode pada aplikasi Google Phone (versi 217 beta) memberikan sinyal kuat bahwa cakupan perangkat akan diperluas.
Fitur keamanan ini diprediksi tidak hanya hadir di seri Galaxy S26, tetapi juga pada generasi ponsel lipat mendatang, yakni Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8.
Target Pasar Global
Kehadiran berbagai nomor model internasional dalam kode tersebut mengindikasikan bahwa Samsung menargetkan peluncuran berskala besar di berbagai wilayah.
Meski demikian, ada sedikit catatan mengenai absennya varian global untuk Flip 8 dalam data tersebut, yang menyisakan tanda tanya mengenai ketersediaan di beberapa wilayah tertentu.
Langkah ini mempertegas ambisi Samsung untuk menjadikan deteksi penipuan berbasis AI sebagai standar baru dalam ekosistem Galaxy di seluruh dunia, guna memberikan perlindungan maksimal bagi pengguna dari ancaman kejahatan siber yang kian marak.