Teks Khutbah Jumat Lengkap dengan Doanya

Teks Khutbah Jumat Lengkap dengan Doanya juga erat kaitannya dengan pemahaman dalil dalam Al-Qur’an, khususnya pada Surah Al-Jumu’ah.

oleh nugroho purboDiterbitkan 13 April 2026, 13:18 WIB
Teks Khutbah Jumat Lengkap dengan Doanya menjadi salah satu hal penting yang sering dicari umat Islam. Umat Islam mendengarkan khutbah saat mengikuti ibadah salat Jumat . (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Teks Khutbah Jumat Lengkap dengan Doanya menjadi salah satu hal penting yang sering dicari umat Islam menjelang hari Jumat. Khutbah Jumat punya peran yang nggak bisa dianggap sepele dalam rangkaian sholat Jumat, karena lewat khutbah inilah pesan-pesan keislaman disampaikan sebagai pengingat agar iman dan ketakwaan terus meningkat.

Teks Khutbah Jumat Lengkap dengan Doanya juga erat kaitannya dengan pemahaman dalil dalam Al-Qur’an, khususnya pada Surah Al-Jumu’ah ayat 9. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa saat adzan Jumat berkumandang, umat Islam diminta segera memenuhi panggilan dan meninggalkan aktivitas dunia, termasuk jual beli, sebagai bentuk mendahulukan ibadah.

Karena itulah, teks khutbah Jumat yang tersusun rapi sesuai tuntunan syariat jadi sangat dibutuhkan, apalagi bagi yang baru pertama kali menjadi khatib. Susunan yang jelas akan membantu penyampaian pesan lebih terarah dan mudah dipahami oleh jamaah.

Sebagai bahan referensi, banyak contoh khutbah Jumat yang sudah dilengkapi bagian pembuka hingga penutup, termasuk versi tulisan latin yang memudahkan pembacaan. Ini bisa jadi panduan praktis agar khutbah tetap sesuai aturan sekaligus enak didengar.

 

Contoh Khutbah tentang Kejujuran

Kejujuran bukan cuma soal berkata benar, tetapi juga keberanian untuk tetap lurus ketika ada kesempatan untuk berbelok. Dalam keseharian, kita selalu bertemu situasi yang menguji integritas—mulai dari hal kecil seperti menjaga amanah, sampai keputusan besar yang menentukan arah hidup. Di sanalah nilai jujur menemukan maknanya: ia hadir sebagai penuntun yang membuat langkah tetap bersih dan hati tetap tenang.

Setiap orang tentu pernah merasa bahwa jujur itu tidak selalu mudah. Ada kalanya kejujuran terasa berat, bahkan seperti merugikan diri sendiri. Namun kenyataannya, kejujuran justru membuka pintu-pintu kebaikan yang tidak terduga. Ia memperbaiki hubungan, menumbuhkan rasa saling percaya, dan menjadikan seseorang lebih dihargai oleh lingkungannya.

Naskah khutbah Jumat yang mengangkat tema pentingnya kejujuran ini diharapkan menjadi pengingat agar nilai tersebut terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran bukan hanya ajaran agama, tetapi juga kebutuhan sosial agar hidup berjalan lebih damai dan penuh keberkahan. Semoga khutbah ini membawa manfaat dan menjadi inspirasi untuk terus menapaki jalan yang benar.

Kejujuran adalah pondasi dari kehidupan yang baik dan bermartabat. Sebagai manusia, kita sering dihadapkan pada berbagai pilihan, di setiap pilihan itu, ada kesempatan untuk berkata dan bertindak dengan jujur atau sebaliknya.

Kejujuran adalah pilihan yang harus kita lakukan setiap hari dan di setiap langkah. Meskipun kadang berat, hasilnya akan selalu membawa kebaikan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi orang-orang di sekitar kita.

Naskah khutbah Jumat berikut ini dengan judul,

“Khutbah Jumat: Pentingnya Kejujuran dalam Kehidupan Sehari-hari.”

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي تَفَرَّدَ فِي أَزَلِيَّتِهِ بِعِزِّ كِبْرِيَائِهِ، وَتَوَحَّدَ فِي صَمَدِيَّتِهِ بِدَوَامِ بَقَائِهِ، وَنَوَّرَ بِمَعْرِفَتِهِ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ، الدَّاعِي اِلَى بَابِهِ وَالْهَادِي لِأَحْبَابِهِ وَالْمُتَفَضِّلِ بِإِنْزَالِ كِتَابِهِ، تَبْصِرَةً وَذِكْرَى لِلْإِسْتِعْدَادِ لِيَوْمِ لِقَائِهِ. فَسُبْحَانَ مَنْ تَقَرَّبَ بِرَأْفَتِهِ وَرَحْمَتِهِ، وَتَعَرَّفَ اِلىَ عِبَادِهِ بِمَحَاسِنِ صِفَاتِهِ، فَانْبَسَطُوْا لِذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ. أَحْمَدُهُ حَمْدَ مُعْتَرِفٍ بِالْعَجْزِ عَنْ اَلاَئِهِ، مُنْتَظِرٍ زَوَائِدَ بِرِّهِ وَوَلَائِهِ

‎أَشْهَدُ أَنْ لَااِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً ضَمِنَ الْحُسْنَى لِقَائِلِهَا يَوْمَ لِقَائِهِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتَمُ أَنْبِيَائِهِ وَسَيِّدُ أَصْفِيَائِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنِ اقْتَفَى أَثَرَهُمْ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ فَفَازَ بِاقْتِفَائِهِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ أَوَّلًا بِتَقْوَى اللهِ تَعَالىَ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيدًا

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, puji syukur kepada Allah swt, pada siang ini kita semua masih diberikan kesempatan untuk merasakan kembali nikmatnya bermunajat, beribadah dan berdoa kepada-Nya. Mudah-mudahan, keimanan dan ketakwaan terus melekat dalam diri kita semua, dan kita semua dipermudah oleh Allah untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik yang diridhai oleh-Nya.

Shalawat dalam salam mari senantiasa kita haturkan kepada panutan kita semua, Nabi Muhammad saw, allahumma shalli ‘alâ Muhammad wa ‘alâ alih wa shaḫbih, yang telah sukses menjadi teladan paripurna dalam menjalani kehidupan sehari-hari, teladan penuh kejujuran, kesabaran, kebijaksanaan dan kasih sayang yang selalu beliau berikan.

Semoga kita semua yang hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, diakui sebagai umatnya dan mendapatkan syafaatnya. Amin ya rabbal âlamin. Baca Juga Khutbah Jumat: Kunci Kebahagiaan Hakiki Selanjutnya, sudah menjadi kewajiban dan keharusan bagi kami selaku khatib pada pelaksanaan shalat Jumat ini, untuk senantiasa mengajak dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, serta mengingatkan perihal pentingnya menjalani kehidupan sehari-hari dengan landasan iman dan takwa.

Sebab, hanya takwa satu-satunya bekal yang akan kita bawa menuju akhirat kelak, وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الأَلْبَابِ Artinya, “Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS Al-Baqarah [2]: 197).

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah Salah satu pondasi penting dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan adalah dengan senantiasa berkata jujur dalam beraktivitas, berinteraksi, bermasyarakat dan dalam semua kegiatan sehari-hari. Jujur merupakan ciri khas dan karakter yang ada dalam diri semua umat Islam yang tidak bisa dipisahkan. Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS Al-Ahzab, [33]: 70).

Merujuk penjelasan Imam at-Thabari dalam dalam kitab Tafsir Jami’ul Bayan fi Ta’wilil Qur’an (juz XX, halaman 336), frasa qaulan sadidan pada ayat di atas memiliki makna perkataan yang jujur. Artinya, kita semua sebagai orang beriman harus selalu jujur dalam semua tindakan dan perkataan sehari-hari.

اِتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوا قَوْلًا سَدِيدًا: يَعْنِي بِهِ فِي مَنْطِقِهِ وَفِي عَمَلِهِ كُلِّهِ، وَالسَّدِيْدُ الصِّدْقُ

Artinya, “(Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar), maksudnya adalah dalam semua ucapan dan perbuatan. Adapun yang dimaksud perkataan yang benar adalah jujur.”

Oleh sebab itu, penting bagi kita semua untuk selalu bersikap jujur dalam semua aktivitas, karena kejujuran merupakan ciri khas dan karakter setiap orang yang beriman. Kejujuran tidak hanya kata-kata, namun juga harus sesuai dengan aksi yang nyata. Kejujuran juga berlaku dalam semua lini kehidupan yang kita jalani, seperti dalam keluarga, dalam berbisnis, bertetangga, berteman, bekerja, dan lain sebagainya.

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah Rasulullah memberikan arahan yang sangat jelas bahwa kita harus selalu berpegang pada kejujuran, karena kejujuran adalah kunci menuju kebaikan. Ketika seseorang terbiasa jujur dalam setiap perkataan dan tindakannya, ia akan menemukan bahwa kejujuran itu membimbingnya ke arah perbuatan-perbuatan baik, atau al-birr. Birr adalah segala bentuk kebaikan, baik dalam hubungan dengan Allah maupun dengan sesama manusia. Ketika seseorang menjalani hidupnya dengan kejujuran, ia tak hanya memperbaiki diri, tetapi juga memberi dampak positif pada lingkungannya. Kebaikan ini, pada gilirannya, akan mengantarkannya ke surga, karena surga adalah tempat bagi mereka yang hidup dengan integritas dan kebaikan. Rasulullah saw bersabda:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللّٰهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُوْرِ وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللّٰهِ كَذَّابًا

Artinya, “Hendaklah kalian selalu bersikap jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan membawa pada kebaikan, dan kebaikan akan membawa pada surga. Seseorang yang senantiasa berkata jujur akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur (shiddiq). Dan jauhilah kebohongan, karena sesungguhnya kebohongan akan membawa pada keburukan, dan keburukan akan membawa pada neraka. Seseorang yang senantiasa berbohong akan dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR Bukhari & Muslim).

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Sebelum khatib menutup khutbah ini, kami akan menegaskan kembali bahwa jujur merupakan perilaku dan tindakan yang sangat penting untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, yang memiliki manfaat tidak hanya secara personal, namun juga berdampak secara komunal. Karena itu, Rasulullah dalam hadits di atas menegaskan bahwa kejujuran akan membawa kebaikan yang terus menerus dan berujung pada kebahagiaan abadi di surga, sementara kebohongan membuka jalan menuju kebinasaan dan siksa neraka. Rasulullah SAW dengan tegas mengingatkan kita agar selalu berkata benar, meskipun itu sulit, dan menjauhi kebohongan, meskipun tampaknya mudah. Demikian adanya khutbah Jumat, perihal pentingnya kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Semoga menjadi khutbah yang membawa berkah dan manfaat bagi kita semua. Amin ya rabbal alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Khutbah II اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلٓهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أٓلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ ‎أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللّٰهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً ‎اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ‎عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

Khutbah Jumat: Membudayakan Kejujuran

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَركَاتُهُاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ مَنَّ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْاِسْلَامِ ، وَلَا يَزَالُ يَوَالِى عَلٰى عِبَادِهِ مَوَا سِمِ الْفَضْلِ وَالْاِنْعَامِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ذُوالْجَلَالِ وَالْاِكْرَمِ، وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللّٰهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلٰى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ الْبَرَرَةِ الْكِرَامِ .

اَمَّا بَعْدُ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ يِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالٰى : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Hadirin sidang Jumat rahimakumullahMarilah dalam kesempatan yang baik ini dan ditempat yang berkah ini kita lahirkan dan wujudkan rasa syukur kita ke hadirat Allah SWT bukan hanya dalam bentuk lisan tetapi yang lebih penting adalah mendayagunakan setiap nikmat yang telah Allah SWT karuniakan kepada kita untuk sebanyak-banyaknya beribadah kepada-Nya.

Shalawat teriring salam selalu kita sampaikan kepada junjungan, suri tauladan, panutan dan pemimpin kita Nabi dan Rasul Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang setia sampai akhir zaman.

Dalam kesempatan ini pula mari kita berusaha semaksimal mungkin untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan melaksanakan semua perintah-perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-larangan-Nya.

Semoga dengan cara ini Allah tetap mencatat kita semua bagian dari hamba-hamba yang bertaqwa dan di kelak hari akhir kita semua masuk dalam surga Firdaus-Nya. Aamiin Allahumma AAmiin.

Maasyiral Muslimin rahimakumullahJujur atau shiddiq merupakan salah satu sifat Rasul yang melekat pada dirinya. Kejujuran telah dilekatkan pada diri Rasul sebelum beliau diangkat menjadi Rasulullah SAW dengan menjadi agen perdagangan dari Khadijah RA yang pada akhirnya bisa menanamkan trust kepadanya. Ketertarikan Khadijah kepada Nabi Muhammad adalah atas dasar kejujuran beliau saat menjalankan usahanya. Dari sinilah Khadijah akhirnya menikah dengan Nabi Muhammad SAW. Dan pada saat yang sama beliau mendapat gelar al-Amin karena kejujurannya.

Kita sebagai umat Rasul harus bisa mengimplemantasikan sifat kejujuran ini dalam segala aspek kehidupan, karena kejujuran bagian dari akhlak mulia.

Kejujuran harus dipraktikkan baik dalam perdagangan, perpolitikan maupun sebagai pejabat atau pemimpin tertinggi dan yang lain. Kejujuran akan menghantarkan seseorang untuk meraih derajat dan kehormatan yang tinggi baik di mata Allah SWT maupun di mata sesama manusia.

Kejujuran akan menghantarkan seseorang meraih surga yang penuh dengan kenikmatan dan senantiasa dalam keridhoan Allah SWT.

Sifat jujur telah diterangkan Allah SWT dalam Alquran di antaranya adalah di surat At-Taubah ayat 119:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama-sama orang-orang yang benar.”

Juga di dalam Surat Al-Ahzab ayat 24 :

لِّيَجْزِيَ اللّٰهُ الصّٰدِقِيْنَ بِصِدْقِهِمْ ....

“Agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya.”

Dalam ayat di atas Allah telah memberikan statement bahwa orang beriman dan kebenaran ( kejujuran ) merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Orang yang beriman dengan sempurna akan selalu menjunjung tinggi kebenaran atau kejujuran. Kejujuran akan mendapatkan balasan berbagai macam kebaikan dari Allah SWT.

Sebaliknya orang yang imannya tidak sempurna akan cenderung pada perilaku tidak jujur dan tidak menjunjung tinggi kebenaran yaitu bohong yang pada akhirnya akan selalu berbuat dosa.

Dosa-dosa yang selalu diperbuat akan membawanya menuju neraka. Orang yang tidak jujur dan selalu berbohong akan selalu berbuat kedurhakaan, durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya dan durhaka kepada sesama manusia. Kehidupannya selalu dalam ketidakpastian, ketidaktenangan dan benak serta otaknya akan memproduksi kebohongan-kebohongan baru.

Rasulullah SAW telah memetakan kedudukan orang yang selalu berbuat jujur dan orang yang selalu berbuat bohong, sebagaimana sabda beliau :

عَنْ اِبْنِ مَسْعُوْدِ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ‏:‏ "‏ إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتّٰى يُكْتَبَ عِنْدَ اللّٰهِ صِدِّيْقًا، وَإِنَ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلٰى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتّٰى يُكْتَبَ عِنْدَ اللّٰهِ كَذَّابًا‏‏.‏

Dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi SAW, bahwa beliau telah bersabda:

“Sesungguhnya jujur menunjukkan kepada kebajikan dan kebajikan menunjukkan jalan ke surga. Sesungguhnya orang yang jujur akan selalu melakukan kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur.

Dan sesungguhnya dusta menunjukkan kepada kedurhakaan dan kedurhakaan menunjukkan jalan ke neraka. Sesungguhnya orang yang berdusta akan selalu melakukan kedustaan sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” ( HR Bukhari dan Muslim )

Hadirin sidang Jumat RahimakumullahKejujuran akan selalu mengantarkan seseorang kepada kebajikan yang pada gilirannya akan mendapatkan kehormatan baik di sisi Allah maupun manusia. Dalam konteks kehidupan akhirat, orang jujur akan mendapatkan derajat tinggi dalam surga dan mendapatkan berbagai kenikmatan yang ada di dalamnya.

Dalam kehidupan dunia, orang yang berlaku jujur akan selalu mendapat apresiasi dan trust dari masyarakat. Trust inilah yang akan menghantarkannya menuju kedudukan yang mulia dihadapan masyarakat. Tetapi sebaliknya bagi orang yang selalu tidak jujur dan berdusta akan menghantarkannya kepada kedurhakaan.

Dalam kehidupan akhirat tipe orang yang semacam ini akan menjadi penghuni neraka dan di dalam kehidupn dunia, dia tidak akan mendapat kepercayaan dari masyarakat dan dianggap sebagai oarng yang tidak dapat dipercaya.

Untuk itu mari kita sebagai Muslim harus selalu berusaha untuk berbuat jujur meski dalam kondisi sesulit apapun dan bahkan saat mendapatkan ancaman maupun tekanan atau kesulitan. Pada hakikatnya di dalam kejujuran terdapat kesuksesan, keselamatan, dan kemuliaan. Hanya orang jujur sajalah yang akan mendapat derajat yang tinggi, kebahagiaan lahir batin dan keberhasilan yang luar biasa. Sayyidina Ali telah memberikan sebuah untaian kata yang beliau ingat dari Rasulullah SAW :

عَنْ اَبِيْ مُحَمَّدِنِالْحَسَنِ ابْنِ عَلِيِّ بْنِ اَبِيْ طَالِبِ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : دَعْ مَا يَرِيْبُكَ اِلٰى مَا لَا يَرِيْبُكَ، فَاِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِيْنَةٌ وَالْكَذِبَ رِيْبَةٌ.

Dari Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Abi Tholib berkata :”Aku hafal sebuah hadits dari Rasulullah SAW yang menegaskan :”Tinggalkanlah apa yang meragukan dirimu, beralihlah kepada sesuatu yang tidak meragukan dirimu.

Sesungguhnya kejujuran adalah tenang, dan dusta adalah keraguan ( HR. At-Tirmidzi )

Hadits di atas memberikan penjelasan bahwa orang yang jujur akan selalu meraih ketenangan yang hakiki, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sedangkan orang yang tidak jujur atau dusta hidupnya akan selalu resah, tidak tenang dan selalu tidak percaya diri dalam megarungi hidup dan kehidupan. Dia akan selalu ragu dalam melangkah untuk melakukan segala sesuatu. Dalam melakukan sesuatu orang yang tidak jujur akan selalu mencari jalan keluar untuk melakukan kebohongan-kebohongan yang lain.

Karena itu orang semacam ini akan selalu dalam keraguan di setiap langkah yang akan dilakukan. Untuk itu kita sebagai seorang Muslim harus mampu untuk meninggalkan hal-hal yang meragukan dan beralih kepada sesuatu hal yang jelas hukumnya. Jujur dan berintegritas akan selalu mendapatkan ketenangan sedangkan orang yang tidak jujur dan selalu bohong akan masuk dalam ruang keraguan yang mengakibatkan hidupnya tidak tenang. Ma’asyiral Muslimin RahimakumullahDari uraian singkat tentang bersikap jujur, paling ada lima keuntungan yang bisa diperoleh yaitu pertama, memperoleh ketenangan jiwa. Kejujuran itu mententramkan.

Ketentraman jiwa akan menjadikan hidup penuh dengan kebahagiaan. Sebaliknya dusta selalu mengusik ketenangan jiwa yang menjadikan seseorang menjadi gelisah dan resah.

Rasulullah SAW bersabda

اَلإِثْمُ مَا حَاكَ فِيْ صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

“Dosa adalah sesuatu yang mengganjal dalam hatimu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya” ( HR. Muslim )

Kedua, memperoleh keberkahan hidup. Kiat untuk memperoleh keberkahan hidup adalah berlaku benar dan jujur. Rasul SAW bersabda :

اَلْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَالَمْ يَتَفَرَّقَا، فَاِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَابُوْرِكَ لَهُمَا فِيْ بَيْعِهِمَا، وَاِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرْكَةُ بَيْعِهِمَا.

“Penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih ( khiyar ) selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya berlaku jujur dan saling terus terang, maka keduanya akan memperoleh keberkahan dalam transaksi tersebut. Sebaliknya bila keduanya berlaku dusta dan saling menutup –nutupi, niscaya akan hilang keberkahan pada transaksi merek berdua.” (HR Bukhari dan Muslim )

Ketiga, memperoleh keselamatan, meski sikap jujur tidak disukai oleh pendusta dan bahkan berusaha untuk mencelakakn orang yang bersikap jujur. Hakikat keselamatan adalah segala sesuatu yang menghantarkan manusia menuju surganya Allah SWT. Rasul SAW bersabda :

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَاِنَّهُ مَعَ الْبِرِّ وَهُمَا فِيْ الْجَنَّةِ، وَاِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَاِنَّهُ مَعَ الْفُجُوْرِ وَهُمَا فِيْ الْنَّارِ

“Wajib atasmu berlaku jujur, karena jujur itu bersama kebaikan, dan keduanya di surga. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena dusta itu bersama kedurhakaan dan keduanya di neraka” ( HR. Ibnu Hibban )

Keempat, tercatat sebagai ahli kebenaran. Kita akan selalu bersama orang-orang yang benar jika kita menjalankan prinsip kebenaran dalam kehidupan. Rasul SAW bersabda :

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَالبِرُّ يَهْدِي إِلٰى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ ،وَيَتَحرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللّٰهِ صِدِّيقًا

Wajib atasmu berlaku jujur, karena kejujuran itu membawa kebaikan, dan kebaikan itu membawa ke surge. Seseorang yang selalu jujur dan memilih kejujuran akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. ( HR. Bukhari )

Kelima, terhindar dari kemunafikan. Salah satu ciri orang munafik adalah berdusta. Dan barang tentu kita sebagai seoarng Muslim yang taat tidak ingin digolongkan dalam kelompok semacam ini.

Demikianlah khutbah yang singkat ini. Semoga kita semua dalam meniti kehidupan ini dihiasi oleh kejujuran. Dengan kejujuran kita akan jauh dari kehancuran dan kebinasaan. Sedangka dusta akan menyebabkan kita kehilangan berkah, keselamatan dan ketentraman.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ،: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ ١١٩

Kaum Muslimin sidang Jum’at rahimakumullah

“Kejujuran” menjadi ungkapan dan nilai kehidupan yang kembali mencuat dan populer saat ini. Kejujuran bukanlah persoalan yang sederhana dan mudah dilakukan. Usaha apa saja yang kita lakukan dapat berhasil karena adanya sikap jujur. Sebaliknya, akan berantakan dan tidak memperoleh yang diinginkan karena tidak adanya kejujuran. Saat ini bangsa Indonesia sering dilanda berbagai masalah yang datang silih berganti, mulai dari banjir, tanah longsor, puting beliung, kekeringan, kebakaran hutan, erupsi gunung merapi, dan sebagainya. Bisa jadi segala musibah yang ada tersebut penyebabnya adalah krisis kejujuran. Kehidupan menjadi rusak dan mengakibatkan kekacauan, bahkan kehancuran karena adanya ketidakjujuran. Maka Islam sangat mengedepankan kejujuran.

Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah [9] ayat 119:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ ١١٩

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”

Al-Baihaqi meriwayatkan suatu hadis Rasulullah Saw., bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebajikan, dan kebajikan itu menuntun kepada surga. Sesungguhnya seseorang akan berlaku jujur sampai ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu menuntun kepada kejahatan, dan kejahatan itu menuntun ke neraka. Sesungguhnya seseorang itu berlaku dusta sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (Hadis Muttafaq ‘Alaih)

Jujur adalah bersatunya suara hati, ucapan, dan perbuatan, dan pastilah tidak ada yang rela dikatakan bohong atau disamakan dengan perilaku hewan yang tidak memiliki akal dan pikiran. Jujur mencerminkan sikap hati yang menggambarkan ketaatan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya. Orang yang jujur pasti tetap patuh kepada Allah dan menjalankan tuntutan Rasulullah Saw.

Manusia yang paling jujur di dunia ini adalah Nabi Muhammad Saw. Selain memiliki sifat Ash-shiddiq, juga diberi gelar Al-Amin, hal tersebut karena beliau dikenal dengan konsistennya menjalankan nilai-nilai kejujuran dalam kehidupannya sehari-hari. Gelar Al-Amin setelah banyak di kaji dalam bidang ekonomi sebagai salah satu rahasia sukses dalam berbisnis Nabi Muhammad Saw.

 

Doa Dalam Khutbah

1. Doa Pembuka Khutbah

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

Innal hamda lillah, nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh, wana’udzu billahi min syururi anfusina, wamin sayyiati a’maalinaa, mayyahdihillahu falaa mudhilla lah, wamayyudhlil falaa haadiya lah. Asyhadu alla ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah, wa asyhadu anna muhammadan ’abduhu warosuuluh. Allahumma shalli wasallim wabarik ’ala sayyidina muhammadin wa ’ala alihi washahbihi ajma’in. amma ba’du.

Artinya: "Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, yang kita memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, memohon ampun kepada-Nya, dan kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kita dan dari keburukan amal-amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tak seorang pun dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan maka tak seorang pun mampu memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, berikan rahmat, keselamatan serta barakah kepada Junjungan kita Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya semuanya. Amma ba'du."

2. Doa di Antara Dua Khutbah

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Barakallahu lii wa lakum fill qur’aanil azhiim wa nafa’nii wa iyyaakum bima fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qowlii hadzaa wa astaghfirullaaha lii wa lakum wa lisaa iril muslimiina min kulli danbin fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiimu.

Artinya: "Semoga Allah memberkati Al-Qur'an yang Agung untuk kita serta memberi manfaat bagi kita melalui ayat-ayat-Nya. Ya Allah ampunilah aku, dan ampunilah seluruh umat muslim atas setiap dosa-dosanya. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

3. Doa Khutbah Kedua dan Penutup

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ

اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم. إنَّ اللهَ وملائكتَهُ يصلُّونَ على النبِيِّ يَا أيُّهَا الذينَ ءامَنوا صَلُّوا عليهِ وسَلّموا تَسْليمًا

اللّـهُمَّ صَلّ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا صلّيتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيم وبارِكْ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا بارَكْتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيمَ إنّكَ حميدٌ مجيدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

Artinya: Segala puji bagi Allah atas rahmat-Nya terlaksana amal shaleh, atas rahmat-Nya turun kebaikan dan keberkahan, dan atas rahmat-Nya tercapai maksud dan tujuan. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah SWT, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, dan tidak ada nabi setelahnya. Ya Tuhan, semoga sholawat dan salam terlimpah kepada junjungan kami Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya, para mujahidin yang suci. Adapun berikut ini, wahai kalian yang hadir, saya berpesan agar kalian dan saya bertakwa kepada Allah dan mentaati-Nya, agar kalian berhasil. Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebagaimana Dia ditakuti, dan janganlah kamu mati kecuali sebagai orang Islam, dan rezekilah dirimu sendiri, karena rezeki yang paling baik adalah taqwa. Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah dan para malaikat-Nya melimpahkan sholawat kepada Nabi SAW. Wahai orang-orang yang beriman, sholawatlah dia dan sholawatilah dia. Ya Allah, berkahilah junjungan kami Muhammad dan keluarga junjungan kami Muhammad, sebagaimana Engkau memberkati junjungan kami Ibrahim dan keluarga junjungan kami Ibrahim, dan berkahilah junjungan kami Muhammad dan keluarga junjungan kami Muhammad, sebagaimana Engkau memberkati junjungan kami Ibrahim dan keluarga kami keluarga tuan kami Ibraham, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam. Ya Allah, ampunilah seluruh kaum muslimin dan kaum muslimat, kaum mukminin dan kaum mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Sesungguhnya Engkaulah yang Mendengar, Yang Paling Dekat, Yang Menjawab Doa. Ya Allah, ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami, dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka membesarkan kami ketika kami masih kecil.

Mengutip laman SMAIT Raflesia, berikut contoh doa khutbah kedua lainnya yang bisa dipanjatkan khatib:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.

Latin: Allahummagh fir lilmuslimiina wal muslimaati, wal mu'miniina wal mu'minaatil ahyaa'I minhum wal amwaati, innaka samii'un qoriibun muhiibud da'waati. Robbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtho'naa. Robbanaa walaa tahmil 'alaynaa ishron kamaa halamtahuu 'alalladziina min qoblinaa. Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi, wa'fua 'annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maw laanaa fanshurnaa 'alal qowmil kaafiriina. Robbana 'aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa 'adzaabannaar. Walhamdulillaahi robbil 'aalamiin.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah seluruh kaum muslimin dan kaum muslimat, kaum mukminin dan kaum mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, Sesungguhnya, Engkau adalah Dzat yang Maha Mendengar, Maha Dekat, Dzat yang mengabulkan doa. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka."

Setelah membaca doa khutbah kedua, bisa dilanjutkan dengan membaca doa penutup khutbah Jumat berikut:

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Innallāha ya'muru bil-'adli wal-iḥsāni wa ītā'i żil-qurbā wa yanhā 'anil-faḥsyā'i wal-munkari wal-bagyi ya'iẓukum la'allakum tażakkarūn

Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat."

Doa penutup khutbah Jumat tersebut termaktub dalam Al-Qur'an surah An Nahl ayat 90.

Rukun-Rukun Khutbah Jumat yang Meliputi DoaSelain memahami tentang bacaan doa khutbah Jumat, umat Islam juga disarankan untuk mengetahui rukun-rukunnya. Rukun-rukun ini memastikan keabsahan khutbah yang disampaikan.

Berikut adalah rukun-rukun khutbah Jumat yang wajib dipenuhi oleh khatib:

Memuji Allah Swt di Kedua KhutbahRukun ini mensyaratkan pujian kepada Allah menggunakan kata "Allah" dan lafadz "hamdun" atau lafadz-lafadz yang satu akar kata dengannya. Syekh Ibnu Hajar al-Haitami dalam Al-Minhaj al-Qawim Hamisy Hasyiyah al-Turmusi menjelaskan bahwa pujian harus spesifik, seperti "alhamdulillah" atau "ahmadu-Llâha".

Membaca Selawat Nabi Muhammad sawMembaca selawat nabi tertentu, yaitu komponen kata yang berupa as-shalâtu beserta isim dhahir dari beberapa asma Nabi Muhammad SAW. Syekh Mahfuzh al-Tarmasi dalam Hasyiyah al-Turmusi menegaskan pentingnya redaksi yang tepat.

Berwasiat dengan KetakwaanWasiat ketakwaan tidak memiliki ketentuan khusus dalam redaksinya menurut pendapat yang shahih. Syekh Ibrahim al-Bajuri dalam Hasyiyah al-Bajuri 'ala Ibni Qasim menyebutkan bahwa cukup menyampaikan seruan taat atau himbauan menghindari maksiat.

Membaca Ayat Al-Qur'anMembaca ayat Al-Qur'an lebih utama diamalkan pada khutbah pertama. Syekh Abu Bakr bin Syatha dalam I'anatut Thalibin menjelaskan bahwa ayat yang dibaca harus memberi pemahaman makna yang sempurna, baik berupa janji, ancaman, hikmah, atau cerita.

Berdoa untuk Kaum MukminRukun ini dilakukan di khutbah terakhir, dan mendoakan kaum mukminin dalam khutbah Jumat disyariatkan isi kandungannya mengarah kepada nuansa akhirat. Syekh Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Mu'in Hamisy I'anatut Thalibin menyatakan bahwa doa ukhrawi lebih utama, namun doa duniawi mencukupi jika khatib tidak hafal doa ukhrawi.

Perbandingan Pandangan Mazhab Syafi'i dan ZhahiriMengenai kedudukan khutbah Jumat, terdapat perbedaan pandangan signifikan antara Mazhab Syafi'i dan Mazhab Zhahiri. Perbedaan ini berakar pada metode istinbath hukum yang mereka gunakan.

Menurut jumhur ulama, termasuk Mazhab Syafi'i, hukum khutbah Jumat adalah wajib. Salat Jumat tidak sah tanpa didahului oleh dua khutbah. Hal ini didasarkan pada praktik Nabi Muhammad SAW yang selalu mengawali ibadah Jumat dengan dua khutbah, serta penafsiran QS. Al-Jumu'ah ayat 9 yang mengartikan "mengingat Allah" sebagai khutbah.

Sebaliknya, Mazhab Zhahiri, sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla, berpendapat bahwa hukum menyelenggarakan khutbah Jumat adalah sunnah. Mereka berargumen bahwa perintah "mengingat Allah" dalam QS. Al-Jumu'ah ayat 9 tidak secara spesifik merujuk pada khutbah, melainkan pada salat dan zikir lainnya seperti takbir, tasbih, dan tahmid.

Perbedaan ini juga terlihat dalam metode istinbath hukum. Imam Syafi'i menggunakan penalaran bayani yang melihat makna lafdzi dan majazi, serta mempertimbangkan hadits dan ijma'. Sementara itu, Mazhab Zhahiri cenderung pada makna zhahir (tersurat) dari nash Al-Qur'an dan Sunnah, serta menolak qiyas dan istihsan.

 

 

People Also Ask:

1. Apa fungsi utama khutbah Jumat?Khutbah Jumat berfungsi sebagai sarana nasihat dan pengingat bagi umat Islam agar terus meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mengapa sholat Jumat harus didahulukan dari aktivitas lain?Karena Allah SWT memerintahkan langsung dalam Al-Qur’an agar umat Islam segera memenuhi panggilan sholat Jumat dan meninggalkan urusan dunia saat adzan telah berkumandang.

3. Apakah khutbah Jumat termasuk rukun sholat Jumat?Ya, khutbah Jumat merupakan salah satu syarat sah sholat Jumat, sehingga tidak bisa dipisahkan dari pelaksanaannya.

4. Apa pentingnya teks khutbah bagi khatib pemula?Teks khutbah membantu khatib pemula menyampaikan materi secara terstruktur, sesuai syariat, dan menghindari kesalahan dalam penyampaian.

5. Apakah khutbah Jumat boleh dibaca dalam tulisan latin?Boleh sebagai panduan, terutama bagi yang belum lancar membaca Arab, selama isi dan pelafalannya tetap sesuai dengan kaidah yang benar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya