Penjualan Terus Meningkat, Merek China Makin Diterima Pasar Indonesia

Periode Januari dan Februari 2026, merek China menyumbang 17,3 persen penjualan mobil nasional, atau sekitar 25.602 unit. Bahkan, dibandingkan periode yang sama

oleh Arief AszhariDiterbitkan 13 April 2026, 08:02 WIB
Wuling Motors (Wuling) resmi mengoperasikan enam (6) titik pengisian daya baterai mobil listrik dengan sistem DC Charging yang tersebar di beberapa lokasi. (ist)

Liputan6.com, Jakarta - Kiprah merek otomotif asal China di pasar Indonesia, semakin menunjukan penerimaan yang positif. Terbukti, berdasarkan data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikind0), pengiriman wholesale sales (pabrik ke dealer) jenama Tiongkok ini terus meningkat, bahkan mendekati seperlima dari total penjualan mobil nasional.

Periode Januari dan Februari 2026, merek China menyumbang 17,3 persen penjualan mobil nasional, atau sekitar 25.602 unit. Bahkan, dibandingkan periode yang sama, pencapaian tersebut meningkat 7,8 persen, bahkan dibanding lima tahun lalu, yang angkanya masih di bawah 2 persen.

Dijelaskan Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung, ITB, Yannes Martinus Pasaribu, tren penjualan mobil China yang semakin meningkat didorong oleh kesuksesan memanfaatkan momentum pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik Tanah Air.

Merek asal China ini, disebut menawarkan harga kendaraan yang terjangkau, bukan hanya karena adanya insentif pajak dari pemerintah, tetapi juga kemampuan untuk menekan biaya produksi dengan membangun rantai pasokan EV yang kompleks.

Di sisi lain, Yannes mengatakan mobil pabrikan China hadir dengan berbagai fitur inovatif, teknologi canggih, serta peningkatan dari sisi kualitas rakitan.

"Secara konsisten sejak era Wuling masuk ke Indonesia, merek-merek China berhasil membangun sudut pandang baru bagi pasar otomotif Indonesia bahwa mobil mewah tidak harus mahal, sehingga mulai menggeser persepsi pasar terhadap merek-merek lain yang mulai dianggap overpriced," ujarnya kepada Xinhua, disitat dari Antara, Sabtu (11/4/2026).

Alasan lainnya adalah merek-merek China juga dinilai agresif dalam pengembangan layanan purnajual. Tidak sedikit mobil yang ditawarkan hadir dengan garansi kendaraan dan baterai dengan periode yang sangat panjang, membuat biaya kepemilikan kendaraan menjadi lebih murah.

Keseriusan Merek China di Indonesia

Ekspansi pembangunan diler maupun fasilitas produksi juga masif sebagai bukti keseriusan perusahaan-perusahaan ini hadir di pasar domestik.

Dalam setahun sejak debut di Indonesia pada Januari tahun lalu, Geely telah memiliki lebih dari 20 jaringan diler dan menargetkan penambahan hingga total 80 cabang hingga akhir tahun ini.

Selain itu, kebanyakan merek-merek yang baru masuk ke Indonesia pada tahun lalu kini pun sudah merakit kendaraannya secara lokal, di antaranya Xpeng dan Changan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya